Skripsi Mahasiswa Ditulisi Sampah oleh Dosen, Netizen Mengamuk Tanpa Tau Kejadian Sebenarnya!

Skripsi dicoret "sampah" sama dosen pembimbing | twitter.com

Netizen emang paling demen jadi hakim atas semuanya

Kalau kamu termasuk salah satu orang yang beruntung bisa "mencicipi" bangku kuliah, pasti tau banget dong gimana rasanya membuat skripsi? Harus mencari data lengkap ke tempat penelitian, mengolahnya menjadi informasi ilmiah, namun masih aja dapat revisi dari dosen pembimbing. Akibatnya, kamu harus terus memperbaiki sampai skripsimu dirasa sudah sempurna.

Saat memberi revisi skripsimu, tidak jarang dosen akan memberi coretan. Entah itu coretan apa saja yang harus direvisi, atau bahkan coretan yang dianggap merendahkan, misalnya skripsimu ditulisi "SAMPAH". Seperti yang dialami oleh seorang mahasiswi dengan akun twitter @fierza. Dia mengunggah dua foto skripsi yang ditulisi "sampah" oleh dosennya.

"Gimana perasaanmu punya dosen pembimbing kayak Sony Kusumasondjaja? Cukup melatih daya tahan banting," tulis @fierza di Twitter dengan menunjukkan dua foto revisi skripsi.

Dalam foto tersebut, ada satu halaman yang diberikan coretan tanda silang serta ditulisi "sampah", sementara di foto satunya lagi memperlihatkan seorang pria memegang revisi skripsi yang memiliki banyak sekali catatan. Foto ini lantas viral dan menuai kritikan dari netizen. Menurut mereka, tidak pantas seorang dosen memberi revisi sarkas begitu.

"Feedback semacam ini - tidak manusiawi, malas, dan tidak membangun - sering ditemukan dalam "skripsi" mahasiswa. Itu harus dihentikan. Kami tidak akan melatih siswa yang baik dengan mengatakan karya mereka 'sampah'. itu hanya menunjukkan ketidakmampuan dosen dalam terlibat dengan karya orang lain," tulis Ahmad Rizky M. Umar. lewat akun @analispolitik.

Ahmad sendiri merupakan alumni UGM dan telah mendapatkan gelar Phd dari luar negeri. Dia sudah malang melintang dalam dunia akademik serta menerbitkan jurnal nasional dan internasional. Namun, Fierza justru menganggapnya sebagai SJW. Fierza membalas bahwa apa yang dilakukan oleh dosennya adalah hal yang biasa. Dosennya nggak sekadar menulisi sampah tanpa memberi masukan.

Karena semakin melebar kemana-mana, Sony Kusumasondjaja selaku dosen Fierza juga turut memberikan klarifikasi. Dia menyindir netizen Indonesia yang doyan sekali menyimpulkan sesuatu hanya dengan menilai dari permukaan. Masa gara-gara dua foto doang langsung berkomentar pedas tanpa mencari tau lebih dulu bagaimana latar belakang foto tersebut.

Baca juga: Sok-sokan Menilai Kondisi Ekonomi, Cowok ini Akhirnya Dapat Jawaban yang Mak Jleb Banget, Bikin Malu Semua Pria

"Hiruk pikuk yang terjadi menunjukkan betapa mudahnya netizen +62 (yg bahkan well-educated, kuliah di Luar Negeri) untuk memberi komentar yang judgmental hanya berbekal DUA FOTO. Apa masih heran, kenapa masyarakat kita begitu mudah digoreng & dimanfaatkan para provokator via medsos?" tulis @KusumasondjajaS

"Yang memberi komentar-komentar ganas itu apa ya sudah membaca draft lengkapnya, supaya paham konteks tulisan SAMPAH itu? Apa sudah paham bagaimana interaksi si mahasiswa & dosen sampai tulisan itu keluar? Kalau tidak, Anda jauh lebih parah daripada si dosen. Anda menghujat tanpa dasar yang kuat," imbuh Sony.

Menurut Sony, argumentasi netizen hanya bersifat asumsi. Soalnya, mereka nggak kenal-kenal banget sama Fierza, apalagi dengan dirinya. Namun, sudah merasa paling berhak menjadi hakim dalam urusan hujat menghujat. Sony menyindir balik dengan mengatakan bahwa yang bermasalah sebenarnya adalah pikiran buruk netizen, dan bukan revisinya terhadap skripsi Fierza.

Baca juga: Civil War! Grab Serang Sindiran Baper, Gojek Beri Epic Comeback. Netizen: "Skor Sementara 0-1"

Artikel Lainnya

Yah, twitwar memang tidak hanya bisa dilakukan oleh rakyat jelata kayak kita saja, tapi juga bisa dilakukan oleh para akademis gini. Kalau kamu sendiri mendukung pihak yang mana, nih?

Tags :