Serem, Warga Desa ini Siapkan Lokasi Karantina Dekat Kuburan Bagi Pemudik dari Jakarta!

Cara Ini Dilakukan Agar Para Perantau Tidak Mudik Dulu

Untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 agar tak semakin meluas, larangan mudik untuk lebaran tahun ini diberlakukan oleh pemerintah, dengan adanya himbauan seperti ini beberapa desa pun mau tak mau harus menyediakan tempat karantina kepada para pemudik yang nekat.

Hal inilah yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Kacangan, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 pihaknya telah menyediakan tempat isolasi sebagai bentuk dukungan pemerintah desa dalam larangan mudik dan pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

Pemdes Kacangan telah menyiapkan tempat isolasi atau rumah karantina khusus bagi pemudik bandel yang tidak tertib menjalankan isolasi mandiri. Rumah karantina ini menempati bangunan berbentuk joglo dan lokasinya berdekatan dengan masjid dan tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat.

Baca Juga : Alami Hal Mistis Saat Karantina di Tempat Angker, Pemudik di Jombang Kabur Ketakutan!

lokasi isolasi desa kacangan | jateng.inews.id

Dilansir dari kompas.com, Kepala Desa Kacangan, Sudarsono menjelaskan, bahwa rumah karantina ini disiapkan sebagai opsi terakhir jika ada pemudik yang nekat pulang kampung dan tidak tertib mengisolasi mandiri di rumah.

Kami selalu mengingatkan warga kami untuk tidak kembali mudik. Dalam artian sesuai anjuran pemerintah. Ini cara kami agar warga kami yang ada di perantauan tidak mudik," kata Sudarsono.

Selain terkesan menakutkan, Sudarsono punya alasan menyiapkan rumah karantina ini di dekat makam, tujuannya agar para warga Kacangan yang masih di perantauan untuk tidak mudik selama masa pandemi ini.

Kenapa dekat masjid dan makam. Karena corona ini kan jalan tercepat menuju kematian. Makanya kita selalu mendekatkan diri dengan Allah otomatis sering di masjid. Tapi sisi lain di sini (makam) dekat dengan kematian. Jadi, kita semua harus menjaga.

Rumah karantina berukuran 6 x 8 meter persegi yang dilengkapi dengan dapur yang cukup luas ini dapat menampung hingga dua keluarga atau 10 orang.

Selama berada di rumah karantina, kata Sudarsono semua kebutuhan ditanggung oleh pemerintah desa. Mulai dari kebutuhan makan hingga kebutuhan pokok lainnya.

Baca Juga : Mengeluh Pengalaman Karantina di Hotel Mewah, Selebgram Ini Bikin Geram Netizen!

petugas dari desa kacangan sedang menyiapkan rumah karantina | jateng.inews.id

Sudarsono memaparkan, hingga saat ini masih ada warganya yang nekat mudik. Padahal pemerintah pusat jelas-jelas melarang.

"Karantina di kuburan ini harapannya agar warga Desa Kacangan yang merantau itu tidak mudik. Sayangi keluarga kalian biar tidak terpapar," ucapnya.

area pemakaman desa kacangan | jateng.inews.id
Artikel Lainnya

Sudarsono pun menjelaskan, ada tahapan yang wajib diisi oleh warga Kacangan yang masih nekat mudik. yaitu mengisi data kesanggupanmelaksanakan isolasi mandiri di rumah. Data tersebut ditandatangani oleh pemudik bersangkutan, nama terang, alamat domisili, nomor kartu tanda penduduk (KTP) dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Biar kami bisa memantau kondisi mereka setiap hari selama isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

Menurut Sudarsono, jumlah pemudik Desa Kecangan sampai saat ini ada sekitar 204 orang,termasuk yang pulang kerja dari Jepang dan Italia.

Tags :