Sempat Hilang 3 Hari, Mahasiswi Cantik Ditemukan Dikubur di Belakang Indekos

Wina Mardiani | news.okezone.com

Sempat terlibat cekcok dengan penjaga kos

Mahasiswi Universitas Bengkulu sempat dilaporkan hilang sebelum ditemukan terkubur di belakang indekos. Kematian gadis cantik bernama Wina Mardiani ini masih misterius. Dugaan pelaku pembunuhan ditujukan pada seorang penjaga kos.

Hal ini dikarenakan sebelum Wina dilaporkan hilang, ia sempat terlibat cekcok dengan penjaga kos karena telah menabrak motor miliknya. Tak disangka, Wina yang dikenal ramah itu ternyata sudah dikubur dalam kondisi mengenaskan di belakang indekos.

1.

Sempat terlibat cekcok

Wina Mardiani | riausky.com

Dilansir dari Kompas.com, Senin (9/12/19), Wina Mardiani (20), mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu, yang hilang sekitar 3 hari ditemukan meninggal dunia terkubur dibelakang kosan yang ia tempati, Minggu (8/12/19).

Sebelumnya, keluarga korban sempat membuat laporan orang hilang di kepolisian setempat. Wina sudah hilang sejak 5 hari dari terakhir kali berkomunikasi dengan sang ayah, Aguswandi. Diceritakan sang ayah, Wina sebelumnya terlibat cekcok dengan penjaga kos karena motornya ditabrak saat diparkir di kosan hingga mengalami kerusakan.

Baca juga: Jadi Korban Perkosaan Massal, Wanita Ini Dibakar Hidup-Hidup Saat Akan Sidang

Wina meminta ganti rugi sebesar Rp300 ribu, namun tampaknya penjaga kos keberatan hingga akhirnya Wina mengadu kepada orangtuanya. Aguswandi pun meminta Wina untuk tak memperbesar masalah tersebut.

"Waktu sepeda motor disenggol, Wina telepon. Wina juga mengirimkan foro bagian sepeda motornya yang rusak ke saya, kalau motornya disengggol dan rusak. Itu kejadiannya pada Rabu 4 Desember 2019, seminggu sebelum Wina dinyatakan hilang," cerita ayah korban, Aguswandi, Minggu (8/12/2019).

2.

Mendadak hilang

Wina Mardiani | www.liputan6.com

Keesokan harinya, Aguswandi curiga karena sang anak tak bisa dihubungi. Ia kemudian mengunjungi kosan Wina yang berada di Jalan Beringing, Kecamatan Muarabangkahulu, Kota Bengkulu. Aguswandi mulai curiga saat keberadaan motor dan ponsel Wina tak ditemukan. Aguswandi akhirnya melapor ke polisi.

Pada hari Minggu (8/12/19), Aguswandi sempat bertemu istri penjaga kos, namun tak lama istri penjaga kos pamit beralasan mengantarkan motor.

Baca juga: Oknum PNS Tega Cabuli Gadis Keterbelakangan Mental

"Istri penjaga kos sempat, pamit mau pergi ngantar sepeda motor. Saya, jawab iya saja. Sebab saja masih sibuk mencari anak saya di sekitar kos," terang Aguswandi.

Curiga dengan penjaga kos, akhirnya Aguswandi berkunjung ke rumah penjaga kos yang tak jauh dari indekos. Pada pukul 14.01 WIB, penjaga kos berinisial PI sudah tak terlihat di rumahnya.

"Penjaga kos diduga sudah tidak ada lagi sekira pukul 14.01 WIB. Saya hanya ketemu pagi tadi (Minggu 8 Desember 2019). Setelah itu tidak ada ketemu lagi," ujar Aguswandi dilansir dari Okezone.com

3.

Ditemukan terkubur di belakang kosan

Lokasi tempat jasad dikubur | news.okezone.com

Pencarian menemukan titik terang saat petugas menemukan sandal korban di belakang kos yang berupa rawa. Saat dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ditemukan jasad korban terkubur dalam keadaan kaki terikat. Diduga korban sudah dikubur selama 3 hari.

Baca juga: Calon Sarjana Ini Tewas saat Hendak Wisuda

“Melihat kondisi saat ditemukan, kami perkirakan bahwa korban ini sudah dikubur kurang lebih 3 hari lamanya,” ungkap Kapolsek Muara Bangkahulu, Kompol Jauhari.

Kecurigaan pun mengarah ke penjaga kos, namun polisi sendiri belum bisa memastikan dan masih dilakukan penyelidikan lebih mendalam. Aguswandi mengizinkan jasad anaknya untuk diautopsi untuk mengungkap siapa pembunuh sang anak yang dikenal ramah itu.

"Saya minta diautopsi. Biar semuanya terang benderang. Apa penyebab meninggalnya anak saya. Ini harus tahu," terang Aguswandi.

Artikel Lainnya

Keluarga Wina tak menyangka jika sang anak akan meninggal dalam keadaan mengenaskan. Ayah Wina, Aguswandi mendesak kepolisian untuk mengungkap siapa pembunuh anaknya dan berharap pelaku bisa dihukum seberat-beratnya.

Tags :