Tolong! Gara-gara Wabah Corona, 435 Satwa di TSC Garut Terancam Mati Kelaparan

ilustrasi satwa kelaparan
ilustrasi satwa kelaparan | djawanews.com

Selama tak ada pengunjung, TSC tidak ada pemasukan

Wabah virus corona memberikan dampak besar ke berbagai aspek kehidupan kita. Tak hanya masalah kesehatan saja, ekonomi pun juga berimbas. Selain itu, beberapa fasilitas umum dan tempat wisata pun terpaksa ditutup untuk memutus mata rantai penularan virus Covid-19.

Salah satunya adalah Taman Satwa Cikembulan (TSC) di Garut, Jawa Barat. Akibat tidak adanya pengunjung karena imbas penutupan, kini para satwa pun terancam mati kelaparan.

1.

Setidaknya 435 ekor satwa terancam mati kelaparan

ilustrasi satwa kelaparan
Setidaknya 435 ekor satwa terancam mati kelaparan | kumparan.com

Dilansir dari Kumparan.com (27/04/2020), Manager Operasional Lembaga Konservasi Taman Satwa Cikembulan, Rudy Arifin, mengatakan bahwa pihaknya mengaku mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan makanan para satwa yang kurang lebih berjumlah 435 ekor. Bahkan dirinya mengaku hanya bisa bertahan sampai Juni 2020.

Baca Juga: 6 Kasus Tragis Penelantaran Hewan, Ini Bukti Penderitaan Satwa di Kebun Binatang

"Bila kasus COVID-19 ini masih lama, kami benar-benar menyerah dan tidak sanggup bertahan lagi mengelola satwa negara, prediksi kami hanya dapat bertahan sampai bulan Juni 2020," terang Rudy di Garut, Minggu (26/4).

2.

Manajemen TSC tak lagi menerima pemasukan

ilustrasi satwa kelaparan
Manajemen TSC tak lagi menerima pemasukan | news.detik.com

Selama masa pandemi ini, banyak tempat wisata ditutup sementara termasuk Taman Satwa Cikembulan. Tidak adanya pengunjung sudah pasti akan berdampak pada pemasukan manajemen.

Selama ini pihak manajemen TSC hanya memanfaatkan tabungan yang ada. Tentu itu juga tidak bisa bertahan lama. Dalam sebulan saja, Rudy mengatakan pihaknya dapat mengeluarkan Rp220 juta hanya untuk memenuhi kebutuhan pakan para satwa.

Baca Juga: Terbongkar, Virus Corona Diduga Karena Eksploitasi Satwa Liar! Manusia Serakah?

Lebih lanjut Rudy menjelaskan ada beberapa jenis satwa di TSC yang membutuhkan banyak pakan, di antaranya 8 ekor singa Afrika, 5 ekor macan tutul, 1 ekor harimau sumatera, dan 1 ekor beruang madu.

"Untuk makan macan tutul saja manajemen harus mengambil kocek dalam-dalam sebesar Rp 20 juta per bulan karena harus membeli pakan berupa daging untuk makan mereka," jelasnya.

3.

Karyawan TSC terpaksa dikurangi

ilustrasi satwa kelaparan
Karyawan TSC terpaksa dikurangi | www.pikiran-rakyat.com

Ketika tidak ada pemasukan dari pengunjung sementara manajemen TSC harus berhemat, Rudy mengaku pihaknya terpaksa harus mengurangi jumlah karyawan. Dari total 30 karyawan, kini hanya ada 15 orang yang masih dipekerjakan.

Baca Juga: Rapor Merah Kebun Binatang Indonesia, Disebut Sebagai Neraka Bagi Satwa!

"Dalam kondisi seperti ini benar-benar membuat kami berpikir dan bekerja keras untuk bertahan, padahal selama situasi normal kami tidak pernah mengeluh mengenai biaya operasional untuk satwa," jelas Rudy.

Artikel Lainnya

Melihat keadaan yang begitu mendesak, Rudy berharap bahwa pemerintah bisa memberikan bantuan dana untuk mencukupi kebutuhan satwa. Terlebih para satwa ini juga milik pemerintah.

"Kami berharap ada perhatian dari pemerintah, karena satwa dilindungi yang ada di kami adalah milik pemerintah," pungkasnya.

Tags :