Salut! Para Pemuda Kristen Ini Mengamankan Masjid Ketika Umat Muslim Menjalankan Ibadah Tarawih

Toleransi di Papua
Toleransi di Papua |

Kalau tiap hari kayak gini kan adem

Kamu mungkin sudah jenuh dengan segala berita-berita politik yang menguras emosi. Apalagi menjelang 22 Mei yang merupakan hari penentuan siapakah yang menjadi presiden terpilih di Indonesia. Tak jarang, isu agama dimainkan sehingga membuat situasi makin panas. Hal ini pun membuat warga kerap terpecah dan muncullah intoleransi dalam hal agama.

Padahal kan lebih enak kalau situasi antar umat beragama di Indonesia adem ayem, tenteram dan saling peduli satu sama lain. Seperti yang diperlihatkan oleh sekelompok pemuda kristen di Mimika Timur, Papua ini. Karena sudah masuk bulan Ramadan, komunitas kelompok Kristen ini secara sukarela menjaga umat Muslim yang menjalankan salat Tarawih di masjid-masjid.

Mereka membantu apa saja yang bisa dikerjakan. Entah itu mengatur parkir, mengawasi tidak ada yang berbuat onar, dan menjaga agar tidak terjadi keributan di bulan puasa ini. Sebagian besar dari 21 pemuda ini berasal dari Orang Muda Katolik Gereja Mapurujaya, Pemuda GKI Solafide Mapurujaya dan juga Organisasi Pemuda Mapurujaya.

Toleransi di Papua
Toleransi di Papua |

Mereka memang sudah lama berencana untuk melakukan aksi pengamanan masjid-masjid selama bulan Ramadhan ini. Hal ini juga sebagai bentuk toleransi beragama kepada umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah Puasa. Mereka ingin umat Muslim bisa beribadah dengan khusyuk tapa adanya gangguan. Aksi ini tentu saja menuai apresiasi dari banyak orang, termasuk kepolisian.

Kapolsek Mimika Timur, Iptu Maryen memuji aksi ini karena merupakan wujud toleransi antar umat beragama. Rupanya, aksi semacam ini bukanlah hal baru di Mimika Timur. Ketika tiba perayaan hari raya umat Kristen, seperti Paskah atau Natal, sejumlah pemuda Muslim gantian mengamankan jalannya ibadah.

Mereka mengawal lalu lintas dan memastikan kalau umat Kristen bisa beribadah dengan baik. Jadi, kedua umat beragama di Mimika Timur ini hidup dalam keharmonisan dan saling membantu satu sama lain. Sudah sepantasnya kita semua meniru apa yang dilakukan oleh warga di Mimika Timur. Kalau saling menjaga seperti ini kan ngeliatnya adem, nggak harus ribut-ribut mulu.

Toleransi di Papua
Toleransi di Papua |
Artikel Lainnya

Bukankah meski berbeda agama, suku, dan ras, kita semua adalah warga negara Indonesia? Sama-sama diajarkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sejak masih duduk di sekolah dasar. Jangan cuma dipelajari doang tapi nggak diterapkan. Kalau di daerahmu sendiri, keharmonisan beragama seperti ini sering terjadi atau malah merupakan hal langka? Ceritain di kolom komentar, ya.

Tags :