RSJ di Jabar Kebanjiran Pasien Anak Kecanduan Ponsel, Dokter: Seperti Lingkaran Setan

Dampak penggunaan ponsel pada anak
Ilustrasi anak kecanduan game | www.viva.co.id

Dampak penggunaan ponsel berlebihan terhadap anak

Masyarakat saat ini lebih sering mencari kesenangannya dengan bermain ponsel, tak terkecuali untuk anak. Dampaknya mereka bisa kecanduan bermain ponsel hingga lupa waktu. Orangtua sendiri harus mulai mengantisipasi jika anak mulai kecanduan bermain ponsel atau game. Hal ini perlu diwaspadai karena kecanduan bermain game bisa mempengaruhi kesehatan jiwa anak.

Dilaporkan setidaknya belasan pasien anak-anak sudah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Cisarua, Provinsi Jawa Barat setiap bulannya karena kecanduan bermain ponsel. Anak-anak tersebut mengalami gangguan kejiwaan karena tak bisa lepas dari ponsel. Hal tersebut bisa berdampak pada kegiatan anak sehari-hari, bahkan mempengaruhi aktivitas belajar.

1.

Kecanduan bermain ponsel

Dampak penggunaan ponsel pada anak
Ilustrasi kecanduan bermain ponsel | jabar.tribunnews.com

Dilansir dari Detik.com, Rabu (16/10/19), Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua Provinsi Jawa Barat menangani ratusan pasien anak yang kecanduan gadget. Ada yang kecanduan bermain game, browsing internet, ataupun YouTube dalam beberapa tahun terakhir.

Tentu saja hal ini harus menjadi perhatian bagi para orangtua untuk mengontrol penggunaan ponsel terhadap anak-anaknya. Sub spesialis kesehatan jiwa anak dan remaja, dr Lina Budiyanti mengatakan jika pasien anak-anak gangguan jiwa selalu meningkat setiap tahunnya. Tak hanya kecanduan game saja, ada pula pasien yang kecanduan berselancar di media sosial hingga menonton YouTube.

Baca juga: Kecanduan Main Game Online, Emak-emak ini Terpaksa Suapi Anaknya di Warnet

"Tidak hanya spesifik kecanduan game ada juga karena YouTube. Ada remaja yang menonton YouTube seharian hingga muncul gejala psikologis," kata Lina saat ditemui di Cisarua, Selasa (15/10/2019).

2.

Mencari kesenangan

Dampak penggunaan ponsel pada anak
ilustrasi penggunaan ponsel | inet.detik.com

Mencari kesenangan di zaman serba canggih seperti sekarang ini memang tak harus dengan beraktivitas di luar rumah, bertamasya atau melakukan aktivitas lain untuk menghilangkan penat. Dengan bermain ponsel, manusia bisa menghilangkan kebosanan seperti bermain game hingga menonton video di YouTube. Tapi tanpa disadari, efek negatif dari penggunaan ponsel secara berlebihan ini bisa membuat ketergantungan.

"Seperti kita ketahui, rasa senang itu ditimbulkan sama neuro transmiter. Dulu kalau mau senang itu lewat olahraga, rekreasi atau interaksi dengan sesama. Kalau sekarang, untuk mendapat dophamine itu di rumah juga anak-anak bisa bermain gadget, kalau berlebihan dophamine keluar terus nanti berubah fungsi, nanti bisa berdampak masalah psikiatri," kata Lina.

Baca juga: Main Game Online Sampai Lupa Waktu, Cowok Ini Alami Stroke di Usia 22 Tahun

Untuk itu, perlu pengawasan khusus dari para orangtua untuk bisa memberikan penjelasan kepada anak secara logis tentang dampak penggunaan ponsel berlebihan. Dengan begitu, anak bisa paham untuk tak selalu bermain ponsel.

"Di sinilah pentingnya pengawasan dan pendampingan orangtua. Pasien anak yang datang ke sini (RSJ Cisarua) jumlahnya memang ratusan, tapi kita juga tidak tahu jumlah anak yang dibawa ke tempat lain. Ini jadi perhatian kita semua," katanya.

3.

Dampak penggunaan ponsel secara berlebihan

Dampak penggunaan ponsel pada anak
Rumah Sakit Jiwa Cisarua, Provinsi Jawa Barat | health.detik.com

Banyak kasus anak-anak yang sudah kecanduan bermain ponsel di usia dini. Kebanyakan anak yang sudah kecanduan tersebut akan menangis, mengamuk atau melakukan respon negatif secara berlebihan. Bahkan ada pula yang sudah berani untuk melakukan segala cara agar bisa bermain ponsel.

Baca juga: Ngeri! Keranjingan Main Game, Wanita Ini Menyesal Setelah Didiagnosa Terancam Buta

"Kemudian dia harus sampai berbohong untuk bisa pakai game itu. Kalau tidak main game membuat dia cemas, cemas itu karena tidak bermain game atau game yang membuatnya cemas, seperti lingkaran setan," ungkap Lina.

Direktur RJS Cisarua, dr Elly Marliyani juga menemukan kasus seorang anak yang mengamuk karena tak diberi ponsel. Elly menceritakan peristiwa itu terjadi pada bulan Agustus lalu saat pemadaman listrik. Anak tersebut mengamuk hingga menghancurkan pintu rumah karena tak bisa mengisi daya ponsel miliknya yang sudah habis.

Artikel Lainnya

Baiknya, anak-anak hanya dianjurkan bermain ponsel selama 2 jam per hari. Untuk itu, orangtua harus menciptakan suasana nyaman dan mengajak anak untuk melakukan aktivitas positif lainnya. Hal ini berguna agar anak menemukan kesenangan lain selain bermain ponsel.

Tags :