Negaranya Alami Lockdown, Pria Ini Pura-pura Mati Demi Bisa Pulang ke Rumah

Hakim Din sedang berada di rumah sakit yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya saat lockdown diberlakukan.
Hakim Din sedang berada di rumah sakit yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya saat lockdown diberlakukan. | www.indiatvnews.com

Bersama dengan tiga orang yang ikut dalam aksinya, dia juga dibantu oleh sopir ambulans yang membuatkan catatan kematian palsu.

Beberapa waktu silam, sempat beredar beberapa video yang memperlihatkan bagaimana aparat hukum India memperlakukan warganya yang masih bersikeras untuk keluar rumah di tengah pandemi Covid-19.

Ketegasan yang mereka terapkan itu tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya, jika orang-orang terus berinteraksi di ruang-ruang publik, gelombang penularan akan semakin sulit dihentikan.

Namun, meski aparat hukum sudah berusaha setegas mungkin untuk menjaga agar warga tetap di tempat kediaman masing-masing, bukan berarti semua warganya patuh akan penerapan lockdown di sana.

Hakim Din sedang berada di rumah sakit yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya saat lockdown diberlakukan.
Polisi di India tidak segan untuk memukuli warganya yang masih berkeliaran di luar. | www.dw.com

India mulai menerapkan lockdown di akhir bulan Maret. Bagi yang sudah tinggal di rumah masing-masing bersama keluarga, lockdown ini mungkin tidak menjadi masalah yang terlalu besar.

Baca Juga: Anjing Ini Dipukuli Sampai Mati dan Dimakan oleh Pasangan yang Mengadopsinya

Namun, aturan itu cukup meresahkan bagi warga yang kebetulan sedang jauh dari rumah karena suatu urusan. Sepeti yang dialami oleh pria bernama Hakim Din (60) yang kebetulan sedang dirawat di rumah sakit yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya.

Hakim Din sedang berada di rumah sakit yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya saat lockdown diberlakukan.
Lockdown yang diberlakukan di India membuat Hakim Din tidak bisa pulang ke rumahnya sendiri. | www.indiaaheadnews.com

Dilansir dari Odditycentral.com (02/04/20), Hakim mengalami cedera kepala ringan sehingga dia dirawat di Rumah Sakit Jammu yang letaknya berjarak ratusan kilometer dari rumahnya di Kashmir.

Baca Juga: Meringkuk Kehujanan Sambil Peluk Anaknya, Driver Ojol Ini Viral hingga Dicari Kapolres Jember

Saat lockdown diberlakukan, dia terjebak di rumah sakit itu dan tidak bisa pulang. Melihat Hakim yang sudah lansia dan jauh dari keluarganya, seorang sopir ambulans mungkin merasa iba dan memberi saran kepadanya.

Hakim disarankan untuk berpura-pura meninggal dunia supaya dia bisa menyusup keluar dari rumah sakit. Hakim yang sudah sangat ingin pulang ke rumahnya pun menuruti saran tersebut.

Hakim Din sedang berada di rumah sakit yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya saat lockdown diberlakukan.
Saat mereka sudah hampir sampai di tujuan, perbuatan mereka malah tertangkap basah oleh petugas di pos pengamanan. | www.thestatesman.com

Hakim, bersama dengan tiga orang lainnya yang sama-sama ingin pulang dan berpura-pura jadi mayat juga, dibantu oleh sopir ambulans tersebut. Sopir itu membuat laporan palsu yang menyatakan bahwa Hakim dan tiga orang lainnya sudah meninggal dunia.

Baca Juga: Berniat Borong Masker, Pria Ini Transfer Rp36 Juta Tapi yang Datang Malah Batu Bata!

Selama perjalanan dengan ambulans yang tentunya dikendarai oleh sopir yang membantu mereka, Hakim dan ketiga orang itu berbaring di balik kain putih sehingga mereka berhasil melewati beberapa pos pengamanan yang dijaga ketat oleh pihak kepolisian.

Namun, saat mereka sampai di pos pengamanan terakhir yang posisinya sudah sangat dekat dengan rumah mereka, ambulans diberhentikan dan "jenazah-jenazah" di dalamnya diperiksa oleh petugas yang berjaga di sana. Akhirnya, Hakim bersama ketiga orang lainnya pun tertangkap basah.

Artikel Lainnya

Hakim dan ketiga orang tersebut bisa dibilang sial karena kebetulan di pos pengamanan terakhir itu ada seorang polisi yang berpikir bahwa mungkin saja jenazah-jenazah di dalam ambulans tersebut sebenarnya orang-orang yang masih hidup dan hanya berpura-pura. Bersama dengan sopir ambulans yang membantu mereka, Hakim dan ketiga orang itu pun ditangkap dan dikarantina secara terpisah.

Tags :