Ngeri, Dikira Jual Daging Sapi, Pedagang ini Ternyata Jual Daging Manusia!

Ilustrasi daging sapi
Ilustrasi daging sapi | m.vidio.com

Pedagang dikenal suka menolong gelandangan

Daging adalah makanan yang penting sekaligus disukai oleh manusia yang bukan vegetarian. Daging merupakan sumber protein utama bagi manusia. Beberapa binatang yang dagingnya sering dijadikan sebagai santapan manusia ialah sapi, kambing, domba, ayam, bebek, ikan, dan beberapa binatang lainnya.

Membeli daging pun tidak sulit, cukup datang ke pasar atau swalayan terdekat, daging-daging segar sudah bisa ditemui dan dibeli. Tapi apa yang terjadi jika daging yang dikira sebagai daging sapi ternyata adalah daging manusia? Seperti yang dijual oleh pedagang berikut ini.

Ilustrasi daging sapi
Ilustrasi daging sapi | today.line.me

Seorang pria bernama Karl Denke adalah seseorang yang dikenal baik oleh masyarakat karena kerap menolong gelandangan. Dia sering memberi mereka makan dan tempat tinggal. Namun siapa sangka di balik kebaikannya itu, Denke adalah seorang pembunuh berantai berdarah dingin dari Kota Ziebice, Polandia. Bukan cuma seorang pembunuh berantai, ternyata, Ia juga adalah seorang kanibal.

Dilansir dari All Thats Interesting, Karl Denke lahir pada 1870 dari keluraga yang cukup terpandang. Namun akibat beberapa masalah, Denke memilih kabur dari rumah pada usia 12 tahun dan memutuskan untuk menjadi tukang kebun. Hingga ketika ayahnya meninggal pada saat Denke berusia 25 tahun, dia mendapat warisan dan menggunakannya untuk membeli lahan pertanian kecil.

Namun usahanya di bidang pertanian gagal. Ia pun menjual asetnya tersebut untuk membeli rumah dan sebuah toko kecil. Sejak ssaat itu, Denke mulai menjual suspender kulit, ikat pinggang, tali sepatu, serta setoples daging acar tanpa tulang di toko kecilnya tersebut.

Bersama dengan para sukarelawan gerejanya, mereka secara rutin melakukan aksi sosial merawat para gelandangan dan memberi mereka tempat tinggal serta makanan. Sayangnya kebaikanya itu hanyalah sebuah kedok untuk melancarkan aksi jahatnya.

Baca Juga: Tutorial Memasak Daging Angin yang Ditonton Jutaan Orang

Ilustrasi daging sapi
Ilustrasi daging sapi | m.vidio.com

Sebanyak 40 tunawisma dan imigran yang dibantu oleh Denke tidak pernah tampak keluar dari rumah Denke. Ketika inflasi melanda pasca Perang Dunia I pada tahun 1921, Denke menjual rumahnya dan memilih tinggal di toko kecilnya. Dia pun masih menerima migran serta tunawisma, selama itu pula ternyata dia terus melakukan pembunuhan tanpa pernah diketahui orang-orang di sekitarnya.

Para korban yang dibunuh di tokonya tersebut, kemudian diolah seolah-olah mereka adalah sapi, untuk kemudian dijual di toko kecilnya. Dia pun menjual sabuk kulit, tali sepatu kulit, dan suspender yang berasal dari kulit manusia. Namun dia mengaku semuanya berasal dari kulit sapi.

Denke juga menjual setoples acar daging manusia tanpa tulang, yang diklaimnya berasal dari daging babi. Namun, kedoknya mulai terbongkar setelah beragam kejanggalan terus-menerus terjadi.

Mereka bukanlah tulang babi ataupun sapi tetapi tulang manusia, yang disembunyikan di sebuah lemari. Polisi yang memeriksa kasus ini juga menemukan pakaian bernoda darah. Maka dengan cepat menjadi jelas apa yang terjadi sebenarnya dan alasan di balik Denke yang melakukan bunuh diri.

Baca Juga: Begini Cara Membedakan Daging Sapi Dengan Daging Celeng

Artikel Lainnya

Mungkin secara kasaat mata sulit membedakan antara daging sapi dengan daging manusia, tapi tentu saja keduanya memiliki perbedaan yang mencolok. Sebaiknya lebih jeli sebelum membeli, dan mudah-mudahan tidak terjadi lagi kejadian seperti itu.

Tags :