MRT Jakarta Membuat Video Panduan Supaya Penumpang Makin Tertib, Eh Malah Diserang Feminis Karena Dianggap Seksis

Menggunakan MRT
Menggunakan MRT |

Peraturannya banyak yang nyeleneh sih

Setelah digagas sekitar 33 tahun yang lalu dan butuh waktu bertahun-tahun perencanaan serta eksekusi, akhirnya DKI Jakarta memiliki MRT dan LRT pertamanya. MRT ini sudah diresmikan pada hari Minggu kemarin oleh Presiden Jokowi dengan didampingi sejumlah pejabat lainnya. Masyarakat juga bisa mencobanya secara gratis sampai dibuka secara komersil pada tanggal 1 April mendatang.

Oleh karena itu, PT MRT Jakarta melakukan sosialisasi kepada masyarakat supaya mengetahui apa saja hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat menaiki MRT. Tujuannya tentu saja supaya para penumpang lain sama-sama nyaman dan tidak terganggu. Jangan sampai terulang tingkah orang-orang yang malah berujung celaan di media sosial karena ulah mereka yang norak berpotensi merusak MRT itu sendiri.

Video imbauan ini kemudian diunggah di akun Instagram @mrtjkt. Video ini terdiri dari tiga bagian yang menjelaskan mengenai etika yang sebaiknya ditaati oleh penumpang saat menaiki MRT. Sayangnya, salah satu video kemudian menjadi kontroversi karena menampilkan pesan yang dianggap menyinggung.

'Video ini menunjukan kembali panduan perilaku beretika di kereta MRT Jakarta. Mari kita mulai menerapkan perilaku yang baik dimulai dari perilaku beretika di transportasi publik demi kenyamanan dan ketertiban bersama yang dimulai dari diri kita masing-masing,'' tulis pihak MRT Jakarta pada caption.

Pada video yang jadi kontroversi tersebut, ada beberapa perilaku yang disorot, yaitu tidak mengobrol dengan suara keras atau mengganggu orang lain, tidak makan dan minum di kereta, tidak mendengkur saat tidur, tidak mengganggu privasi orang lain dan tidak menggunakan makeup secara berlebihan. Bagian terakhir soal make up inilah yang kemudian dikiritisi secara pedas oleh netizen.

Menurut mereka sama sekali tidak ada korelasi antara penggunaan make up dengan kenyamanan menaiki MRT. Apalagi, para wanita rasanya tidak pernah berdandan sampai mengibas-ngibaskan kuas makeupnya seperti yang terlihat pada video panduan tersebut. Karena itu, video ini dinilai terlalu melebih-lebihkan dan malah menyalahkan kaum perempuan.

'Tidak make up berlebihan.. peraturan yg sangat aneh di dalam mrt. @mrtjkt jangan terlalu sexist laah. Ga wise sekali statementnya itu,'' komentar salah satu netizen.

Artikel Lainnya

''Bagian terakhir terlalu mengada-ngada dan tidak perlu,'' tambah yang lain.

''Kalau makeup berlebihan sepertinya itu hak setiap wanita min. Dan gak ada sangkut pautnya sama hal negatif,'' ujar netizen lain.

''Seksis bener menggunakan makeup berlebihan. Padalah contohnya sama aja kayak tidak mengganggu penumpang lain. Bikin tuh kayak etika masuk dan keluar, tidak meletakkan tas kamu di tempat duduk ketika orang mau duduk. Nah, itu berguna. Tidak mendengkur apa pula itu?'' tulis salah satu netizen.

Pihak MRT sendiri menanggapi hal ini dan mengatakan bahwa panduan etika itu hanya bersifat imbauan. Soalnya, MRT itu kan selalu bergoyang-goyang, jadi ketika sedang memakai make up, bisa saja malah mengenai orang lain dan memicu keributan. Mungkin, kalau memakai make up yang berlebihan saat di MRT, hasilnya bisa kayak di bawah ini, nih.

Hasil makeup berlebihan
Hasil makeup berlebihan |

Btw, tarif MRT yang telah disepakati bukanlah Rp 8.500, ya, tapi Rp 10.000/10km. Jadi, tarif antar stasiun berbeda-beda, yang paling murah adalah Rp 4.000 dan yang paling mahal adalah Rp 14.000. Besaran tarif Rp 10.000/10km ini terdiri atas dua bagian yaitu boarding fee yang dipatok sebesar Rp 1.500 ditambah unit price per kilometer (harga per kilometer) yang dikalikan jarak.

Menurut kamu sendiri, video panduan etika yang dibuat oleh pihak MRT Jakarta itu berlebihan atau tidak? Tulis pendapatmu di kolom komentar, ya.

Tags :