Mengenal Kartosoewirjo, Kawan Dekat Ir Soekarno yang Mencanangkan Negara Khilafah

Kartosoewirjo
Kartosoewirjo | makassar.tribunnews.com

Sang sahabat terpaksa dieksekusi mati karena dinilai membahayakan keutuhan negara Pancasila.

Gerakan separatisme sudah banyak muncul ketika awal kemerdekaan RI. Tidak jarang gerakan berdaulat ini memiliki tujuan untuk mendirikan sebuah pemerintahan sendiri. Sebut saja Negara Islam Indonesia (NII) memiliki impian daulah khilafah. Gerakan yang dipimpin oleh Sekarmadjil Maridjan Kartosoewirjo ini berdiri di Tasikmalaya, 7 Agustus 1949.

Ternyata, Negara Islam Indonesia (NII) digunakan Kartosoewirjo untuk membuat Indonesia sebagai negara dengan asas dasar syariat agama. Asas dasar yang diemban oleh NII menyebabkan munculnya tuduhan separatisme kepada seluruh pengikutnya. Sayangnya, nama Kartosoewirjo dan gerakannya menjadi terkenal sebagai pemberontak negara.

BACA JUGA: Gara-gara Berkepala Botak, Pria Ini Harus Dibantu Petugas Imigran Saat Foto Paspor

1.

Mengenal Kartosoewirjo

Kartosoewirjo
Jong Java | museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id

Kartosoewirjo merupakan bekas peserta didik sekolah ELS (Europeesche Lagere School). Tahun 1923 dia pindah ke Surabaya dan melanjutkan studinya di sekolah kedokteran colonial di Surabaya Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS). Pada masa Pendidikan itu, dirinya aktif dalam organisasi Jong Java tahun 1923.

BACA JUGA: Hilangkan Bekas Gigitan Nyamuk, Selebgram Ini Nekat Suntik Filler Tapi Berujung Penyesalan!

2.

Memiliki impian ajaran agama menjadi landasan negara

Kartosoewirjo
Hadji Oemar Said Tjokroaminoto | hit.politik.us

Karena memiliki visi yang berbeda dengan Jong Java dan terjadi konflik internal di dalamnya, membuat Kartosoewirjo memegang teguh prinsip keislamannya dan hengkang dari Jong Java kemudian menggabungkan diri dengan Jong Islamieten Bond (JIB). Ia pun diangkat sebagai ketua cabang Surabaya. Dengan posisi yang diemban, dia bisa berkenalan dengan Ketua Partai Sjarikat Islam (PSI) Hadji Oemar Said Tjokroaminoto

Lambat lain ketua PSI itu berubah menjadi mentornya yang mengajaran Kartosowerijo banyak hal mulai dari metode organisasi, berkomunikasi dengan massa, dan membangun kekuatan umat. Lewat pembelajaran itu ideologi dan asas utama dari Negara Islam Indonesia (NII) mulai berkembang.

3.

Cikal bakal berdirinya NII ketika kemerdekaan Indonesia

Kartosoewirjo
Upaya penumpasan DI/TII | rumahinfo.my.id

Pada 7 Agustus 1949, Kartosoewirjo mengumumkan berdirinya Negara Islam Indonesia dengan konsep yang telah disusun secara mendetail. Mulai dari pemerintahan, aturan, dan naskah perundang-undangan telah disusun dan Kartosoewirjo mengumumkan dirinya sebagai imam, panglima tertinggi, dan kuasa usaha. Posisi wakil Imam didapuk oleh Karman yang berfungsi juga sebagai komandan divisi.

Tidak hanya itu menteri dalam negeri dan penerangan juga sudah ada nama yang menjabat yaitu Sanusi Partawidjaja dan Thaha Arsyad. Menteri keungan dipercayakan oleh Udin Kartasasmita. Menteri keuangan dan pertahanan kehakiman dipegang oleh Raden Oni dan Ghazali Thusi.

4.

Tanpa ragu melakukan makar dalam aksi militer

Kartosoewirjo
Pemberontakan DI/TII | cerdika.com

Darul Islam (DI) yang adalah organisasi dan Tentara Islam (TII) menjadi sebuah satuan militer mulai bergerak dan menunjukan taringnya. Berbagai pemberontakan di Jawa dan Sumatera oleh DI/TII menjadi awal di Indonesia yang masih seumur jagung sebagai negara merdeka.

Gerakan makar DI/TII ini menimbulkan kecurigaan pada pemerintah, ulama, dan masyarakat keseluruhan. Melihat hal itu maka dilakukan peredaan gesekan dengan dibentuknnya Badan Musyawarah Alim Ulama yang menjadi awal mula Majelis Ulama Indonesia. Hal in dilakukan pemerintah untuk memperhatikan gerakan DI/TII dan membantu pemerintah menumpas DI/TII.

5.

Kartosoewirjo dihukum mati

Kartosoewirjo
Eksekusi Kartosoewirjo | 28zone.blogspot.com

Tentara Indonesia bersatu untuk menghentikan ancaman pasukan DI/TII. Dengan konsep Pagar Betis usulan Danrem Bogor, operasi militer pun dilakukan. Setelah pertempuran demi pertempuran DI/TII bisa dihentikan dan pada 16 Agustus 1962 Kartosoewirjo ditangkap dan dibawa ke Pengadilan mahkamah Darurat Perang.

Hukuman mati akhirnya dijatuhkan kepadanya karena dianggap pemerintah sebagai salah satu pemberontak negara. Sebagai sahabat, Presiden Soekarno tidak serta merta langsung mengabulkan keputusan eksekusi. Setelah melalui perasaan tertekan dan berkecamuk dalam hatinya, akhirnya Presiden Soekarno menyetujui hukuman mati. Kartosoewirjo dihukum mati tembak pada pukul 05.50 WIB.

Artikel Lainnya

Riwayat NII dan DI/TII menjadi sejarah hitam Indonesia, tetapi sayang rakyat Indonesia kurang familiar dengan pemberontakan ini. Kebanyakan dari kita mengangap bahwa paham komunis dan kejadian G-30S PKI adalah ancaman terburuk bagi Indonesia. Padahal kalau kita sadari, gerakan untuk “menseragamkan” Indonesia ini adalah jauh dari ideologi Pancasila.

Tags :