Mantan Pemulung Sukses Beromzet Miliaran, Pria Ini Didatangi Banyak Orang Ingin Berguru
29 Oktober 2019 by Mabruri Pudyas Salim
Mantan pemulung ini sampai diundang menjadi narasumber sebuah talkshow.
Banyak orang sering memandang sebelah mata profesi sebagai pemulung. Namun siapa sangka jika ternyata profesi itu justru dapat mengantarkan Paidi, warga Desa Kepel, Kecamatan Kere, Kabupaten Madium menjadi seorang pengusaha beromzet miliaran.
Tidak hanya itu, mantan pemulung ini sekarang banyak didatangi orang ke rumahnya yang di terletak sekitar 22 kilometer dari Kota Madiun untuk menimba ilmu. Bahkan, buku tamu yang tersedia di rumahnya penuh dengan nama-nama dan asal tamu yang berbeda-beda. Bahkan ada tamu yang berasal dari luar Pulau Jawa.
"Sejak cerita saya viral, banyak yang berdatangan ke sini. Ada dari Sumatera, Lampung, Medan, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, hingga NTT. Tak ketinggalan banyak yang datang dari kabupaten di wilayah pulau Jawa," ujar Paidi kepada Kompas.com, Jumat (25/10/2019).

Para tamu yang datang ke rumah Paidi kebanyakan hanya penasaran dengan cerita suksesnya bertanam porang, yang membuatnya menjadi seorang miliarder. Selain ingin tahu kisah sukses Paidi, beberapa tamu juga ada yang sengaja datang untuk belajar cara menanam porang.
Baca juga: Demi Punya Payudara Sebesar Semangka, Wanita Ini Habiskan Uang Lebih dari Rp 300 Juta
Akibat kesuksesannya bertanam porang, Paidi juga sempat diundang sebagai narasumber di sebuah acara talkshow di stasiun televisi swasta, yaitu Kick Andy dan Hitam Putih. Setelah tampil di kedua talkshow tersebut, Paidi terus kebanjiran pesan di nomor WhatsApp yang tertera dalam akun YouTube.
Kewalahan untuk menjawab banyaknya pesan, dia pun mengangkat satu karyawan yang bertugas khusus untuk menjawab pesan tersebut. Selain itu, ia juga sering diminta oleh kelompok tani dan pemerintah untuk menjadi pembicara sekaligus motivator untuk para pentani di seluruh Indonesia.
Baca juga: Viral Jasa Jual Beli Ketombe 1 Kilo Dihargai Rp 65 Ribu, Ternyata Begini Faktanya

Melalui kanal YouTube, Paidi dengan suka rela membagikan ilmunya dalam bertanam porang hingga pemasarannya. Dia juga menyajikan hasil wawancaranya dengan para petani yang sudah berhasil bertanam porang.
Baca juga: Sekolah Sambil Jualan Es Kucir, Kisah Bocah SD Ini Bisa Jadi Panutan
Paidi berharap ilmu bertanam porang yang ia bagikan kepada setiap tamu dan melalui kanal YouTube dapat memotivasi para petani. Dengan demikian, para petani bisa sukses seperti dirinya.
Ia juga berharap bahwa kelak porang bisa menjadi ikon petani di Indonesia. Apalagi tanaman porang yang menjadi komoditas ekspor ini hanya bisa tumbuh di Indonesia, Thailand, Myanmar, dan Vietnam.
Beruntungnya lagi, masa panen dan tanam porang di Indonesia, Thailand, dan Vietnam berbeda. Bila di Indonesia mengalami masa panen, di Thailand, Myanmar, dan Vietnam masa tanam. Selain itu, tanaman porang kini bisa ditanam di area terbuka setelah adanya revolusi tanam besutan Paidi.
Paidi juga menjelaskan dengan satu hektar tanah ditanami porang, bisa menghasilkan omzet maksimal 800 juta rupiah dalam waktu 2 tahun. Omzet 800 juta rupiah, bila dikurangi ongkos produksi seperti pengadaan bibit, pupuk, hingga pengolahan lahan, yang ditotal sekitar 100 juta rupiah, akan menghasilkan laba bersih sebesar 700 juta rupiah. Bagaimana, apakah kamu tertarik menanam porang?