Main Petasan Jelang Berbuka, Bocah Ini Harus Rela Kehilangan 5 Jari Tangannya
02 Mei 2020 by Mabruri Pudyas Salim
Pelajaran bagi semua untuk lebih berhati-hati
Ramadan memang tak selalu identik dengan kegiatan keagamaan dan ramainya masjid. Di beberapa tempat, ada hal lain baik yang berupa adat dan kebiasaan yang diidentikan dengan momen ini. Salah satunya adalah petasan.
Sangat identik di bulan puasa, aktivitas berbahaya ini sering dimainkan orang untuk mengisi waktu sembaru menunggu azan Magrib. Bahkan ada juga yang sudah membunyikan petasan setelah tarawih dan salat subuh.
Kendati demikian, kamu harus tetap berhati-hati saat main petasan. Tidak sedikit yang menjadi korban akibat ledakannya. Bahkan ada yang harus kehilangan jari tangannya karena tidak waspada dengan bahayanya.

Senin (20/05/2019), seorang bocah lelaki berusia 13 tahun harus rela kehilangan kelima jari di tangan kanannya, setelah bermain dengan petasan. Melansir The Star, Wolrdofbuz mengatakan jika korban bernama Syafiq Haikal Shaharrudin yang saat itu berusia 13 tahun. Dia adalah warga Kampung Kubang Ikan di Besut, Terengganu, Malaysia.
Peristiwa itu terjadi pada pukul 05:30 sore waktu setempat. Menurut Kepala Polisi Distrik Besut, Mohd Zamri Mohd Rowi, kejadian itu bermula saat Syafiq menantikan waktu berbuka dengan memainkan petasan. Sayangnya, petasan itu meledak saat masih berada tangan sehingga melukai pergelangan tangan kanannya serta menghancurkan semua jarinya.

Sang ibu, Zainab Mohd, 40 tahun, tengah berada di dalam rumah ketika tiba-tiba mendengar ledakan petasan dan putranya menjerit dari luar rumah.
"Sepupunya datang dan memberi tahu dia tentang kecelakaan yang menimpa putranya," kata Zamri.
Selain itu kepala polisi Zamri juga menambahkan jika ini adalah kasus pertama di mana ada kecelakaan yang melibatkan petasan selama Ramadan pada saat itu. Selepas kecelakaan itu, Syafiq kemudian dikirim ke Rumah Sakit Besut oleh ibunya dan mendapatkan perawatan intensif.
Kejadian ini pastinya menjadi hal yang paling Syafiq sesali seumur hidupnya. Terlebih lagi, akibat ledakan petasan yang ia mainkan, dia harus rela kehilangan lima jarinya yang sangat berharga.
Semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran berharga. Tidak hanya untuk Syaforq, tetapi untuk kita semua untuk tetap berhati-hati saat memainkan petasan mengingat benda ini termasuk berisiko untuk dimainkan.