Mahasiswi UIN Tewas Digorok Pacar Usai Dihamili, Pelaku: Kalau Bukan Aku Kamu yang Mati
15 Desember 2019 by Dea Dezellynda
Tewas usai dibunuh dengan bantal dan pisau dapur
Mahasiswi UIN Alauddin Makassar ditemukan tewas dengan kondisi tertutup bantal dan bersimbah darah. Jasad Asmaul Husna ditemukan di kamar rumah kerabatnya di Perumahan Citra Elok, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Makassar. Saat ditemukan, kondisi korban sudah dalam keadaan tak bernyawa.
Pelaku sudah diamankan pihak kepolisian yang tak lain adalah kekasihnya sendiri. Pembunuhan ini dilatarbelakangi pelaku yang enggan bertanggung jawab saat korban mengaku sudah hamil 4 bulan.
Dibunuh oleh kekasih

Dilansir dari Kompas.com, Sabtu (14/12/19), seorang mahasiswi UIN Alauddin Makassar, Asmaul Husna (21) ditemukan tewas di kamar rumah kerabatnya di Makassar, Sabtu (14/12/19).
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh sepupu korban pukul 12.00 WITA. Korban diduga menjadi korban pembunuhan dengan cara ditutup bantal dan lehernya digorok dengan pisau. Polisi langsung mencurigai kekasih korban yang diduga menjadi pelaku pembunuhan. Pada saat olah TKP, polisi melihat gelagat pelaku yang mencurigakan.
Baca juga: Viral 2 Wanita Berbaju Seksi Keramas Sambil Naik Motor di Jalan
Akhirnya pelaku digiring ke Polsek Manggala untuk dimintai keterangan. Pelaku bernama Ridwan ini kemudian mengakui bahwa dirinya yang telah membunuh kekasihnya.
“Pelaku berinisial RK mahasiswa semester 7 Fakultas Ekonomi UIN,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, Sabtu (14/12/19).
Pengakuan dari pelaku

Sebelum Ridwan membunuh korban, ia dan korban sempat cekcok karena korban meminta pertanggungjawaban atas kehamilannya. Ridwan awalnya bersedia bertanggungjawab, namun ia harus menunggu waktu untuk mengatakan pada orangtuanya.
"Awalnya saya bicarakan baik-baik dulu. (Saya tanyakan) sudah berapa bulan kehamilannya. Sudah itu dia bilang empat bulan. (Saya katakan) pulang saya baru tanya ke orangtua. Tapi dia mau tanya sekarang," ujar Ridwan, Sabtu (14/12/2019).
Baca juga: Ngeri! Pria Ini Penggal Kepala Wanita Lalu Makan Otaknya
Korban yang ingin memberi tahu orangtuanya saat itu juga membuat pelaku emosi. Pelaku akhirnya mengancam akan membunuh korban jika tetap memberi tahu orangtuanya.
"Dia masuk ke kamar ambil HP-nya baru menelepon. Terus saya ambil HP-nya. (Saya tanya dia) kalau kau tanya sekarang ada dua kemungkinan, kalau bukan saya mati, kau yang mati," ungkap Ridwan.
Dibunuh pakai bantal dan pisau

Mendengar ancaman pelaku, korban tak takut dan justru meminta pelaku untuk membunuhnya. Pelaku kemudian mengambil bantal dan membekap wajah korban selama 15 menit. Pembunuhan itu terjadi pada hari Jumat (13/12/19) sekitar pukul 15.30, sehari sebelum jasad korban ditemukan oleh sepupunya.
"Dia bilang kalau begitu, 'bunuh saja saya'. (Saat itu) dia tetap baring, langsung saya tutup pakai bantal," ujarnya.
Baca juga: Pria Ini Habisi Nyawa Tetangga Pakai Raket Nyamuk
Melihat korban masih bergerak, pelaku akhirnya mengambil pisau di dapur lalu menekan pisau tajam tersebut ke leher korban sebelah kiri. Darah pun mulai mengalir dan korban mulai lemas hingga meninggal dunia.
“Sudah itu 15 menit saya lihat masih goyang, saya ambil pisau di dapur, saya tidak tusuk tapi saya tekan lalu saya tarik di leher sebelah kiri pakai tangan sebelah kanan saya," imbuh dia.
Menurut pengakuan sahabat korban, Asmaul adalah sosok ceria dan pandai membuat puisi. Sahabat korban merasa sangat kehilangan dan tak menyangka jika Asmaul akan meninggal dengan cara mengenaskan.