Sedih! Derita Penyakit Ini, Kulit Kakak Beradik Terbakar Saat Terkena Sinar Matahari

Sedih! Derita Penyakit Ini, Kulit Kakak Beradik Terbakar saat Terkena Sinar Matahari
Sedih! Derita Penyakit Ini, Kulit Kakak Beradik Terbakar saat Terkena Sinar Matahari | regional.kompas.com

Segala macam cara sudah diupayakan untuk mengobati penyakit ini, namun belum ada hasil.

Menderita suatu penyakit jelas menjadi masalah yang berat, tidak hanya bagi penderita, tapi juga bagi keluarga. Apalagi jika penyakit yang diderita tergolong langka dan sulit untuk disembuhkan. Perlakuan dan perhatian khusus tentu sangat dibutuhkan oleh penderitanya.

Itulah yang kini dialami Zahril Hamid (39). Kedua anaknya, yakni Nadia Lovika (18) dan Vika Launa (11) menderita penyakit trisomi 9 atau kromosom 9. Akibat penyakit tersebut, kedua kakak beradik itu jadi tidak bisa bertahan di bawah terik matahari. Jika mereka terkena sinar matahari langsung, makan kulitnya akan terbakar hingga melepuh.

Dilansir dari Kompas.com (12/12/2019), kondisi itu menuntut Zahril Hamid untuk memberikan perhatian dan perlakuan khusus pada kedua putrinya. Dia menuturkan bahwa sejak kedua putrinya menderita penyakit trisomi 9, pekerjaannya sebagai buruh sadap karet di Dusun I, Desan Merbau, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, tidak lagi ia jalani.

Sedih! Derita Penyakit Ini, Kulit Kakak Beradik Terbakar saat Terkena Sinar Matahari
Sedih! Derita Penyakit Ini, Kulit Kakak Beradik Terbakar saat Terkena Sinar Matahari | d1bpj0tv6vfxyp.cloudfront.net

Keputusan itu Zahril ambil agar ia dapat fokus untuk merawat dan mengupayakan pengobatan yang tepat, sehingga kedua putrinya dapat sembuh dan kembali normal seperti anak-anak lainnya.

Baca juga: Susah Payah 9 Tahun Tumbuhkan Jenggot, Pria Ini Rela Mencukurnya Demi Kegiatan Amal

"Kalau saya kerja, tidak ada yang mengurusi anak saya untuk berobat. Jadi hanya saya sama istri," kata Zahril, Kamis (12/12/2019).

Ketika bekerja sebagai buruh sadap karet, Zahril hanya mendapatkan upah dari pemiliki kebun sebesar Rp500 ribu rupiah setiap dua pekannya.

Uang itu ia gunakan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan pengobatan untuk kedua putrinya yang mengidap trisomi 9. Setelah meninggalkan pekerjaannya, kini Zahril hanya mengandalkan dana bantuan dari para donatur.

"Kalau untuk pengobatan Lovika dan Vika, Zahril menggunakan BPJS. Tapi untuk biaya sehari-harinya itu tidak ada. Saya tidak lagi bekerja. Dulu ada bantuan Rp1 juta dari Bupati OKU, sekarang tidak ada lagi," ujar Zahril.

Baca juga: Haru! Meski Hanya Pakai Sepatu dari Perban, Atlet Cilik Ini Berhasil Sabet 3 Medali Emas

Sedih! Derita Penyakit Ini, Kulit Kakak Beradik Terbakar saat Terkena Sinar Matahari
Sedih! Derita Penyakit Ini, Kulit Kakak Beradik Terbakar saat Terkena Sinar Matahari | asset.kompas.com

Lebih lanjut, Zahril mengungkapkan bahwa penyakit trisomi 9 yang dialami kedua putrinya berawal dari timbulnya bintik merah. Saat itu, Zahril hanya mengira jika bintik merah itu hanyalah bekas darah.

Namun bintik tersebut semakin membesar, hingga menyebar ke seluruh bagian tubuh. Lambat laun, bintik tersebut melepuh apalagi jika terkena sinar matahari.

Baca juga: Kisah Pilu Bocah SD Penjual Kerupuk, Rela Cari Uang Sepulang Sekolah Demi Beli Celana Dalam

"Sejak saat itu anak saya tidak lagi bisa keluar rumah. Karena kulitnya terus melepuh jika kena sinar matahari," kata suami Yuni (37) itu.

Selain itu, salah satu anaknya, Nadia, kini sudah tidak bisa lagi melihat. Kedua matanya terkena katarak semenjak mengidap penyakit trisomi 9.

"Kalau Vika masih bisa melihat. Nadia sudah tidak bisa lagi sekarang, jadi harus kontrol terus di rumah sakit. Saya cuma bisa berharap ada orang yang membantu keluarga saya," harap Zahril.

Artikel Lainnya

Zahril pun telah mengupayakan segala cara, baik menempuh langka medis maupun pengobatan tradisional. Namun, upaya Zahril untuk mengobati trisomi 9 parsial yang diderita kedua putrinya itu belum membuahkan hasil.

Tags :