Pilu! Bocah SD Rawat Ibunya yang Terkena Stroke, Gunadiono: Ibu Segera Sembuh

Miris! Bocah SD Rawat Ibunya Seorang Diri yang Terkena Stroke, Kisahnya Sungguh Pilu | regional.kompas.com

Wujud bakti Gundiono terhadap ibunya.

Menunggui ibunya sepulang sekolah dan menyuapinya makan 3 kali sehari, itulah wujud bakti seorang anak bernama Muhammad Gunadiono pada ibunya yang mengalami stroke. Bocah 11 tahun itu merupakan seorang siswa di sebuah Sekolah Dasar Negeri Gedongombo 2, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Rutinitas semacam itu sudah ia lakukan sejak dua tahun yang lalu, setelah ibunya, Umiati (46) terserang stroke. Akibat penyakit yang dideritanya, Umiati kini hanya bisa berbaring di atas ranjang, sementara kaki dan tangannya sama sekali tidak bisa digerakkan.

Selain kaki dan tangan, mata dan mulut Umiyati pun juga mengalami masalah akibat stroke. Gunadiono menuturkan bahwa ibunya mulai mengalami gejala stroke sejak dirinya masih kelas 3 SD.

"Ibu sakit stroke, sejak saya kelas 3," tutur Gunadiono, seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (12/09/2019).

penyakit stroke | www.viva.co.id

Gunadiono juga menceritakan rutinitasnya sehari-hari. Setiap hari dia bertugas untuk menyuapi ibunya sarapan di pagi sebelum ia berangkat ke sekolah.

Hal yang sama juga ia lakukan setelah pulang sekolah dan di saat petang hari. Bahkan tak jarang dia juga memandikan ibunya, terlebih saat paman dan bibinya belum selesai bekerja.

Baca juga: Demi Hidupi Suami dan Anaknya yang Sakit, Ibu Berusia 60 Tahun Bekerja Jadi Sopir

"Setiap hari jaga ibu, nyuapi makanan. Kalau mandi (memandikan), dibantu sama bude," ujar Gunadiono, saat ditemui di rumah pamannya.

Bersama ibunya, Gunadiono kini tinggal di rumah paman dan bibinya, Miran-Ngatini. Pasangan ini tinggal di Dusun Balongmojo Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso.

Sebelumnya, Gunadiono tinggal bersama neneknya di Dusun Balongdoro, Desa Kauman, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, sementara ibunya bekerja di Surabaya.

Bocah SD Rawat Ibunya Seorang Diri yang Terkena Stroke | asset-a.grid.id

Sebelumnya, setelah neneknya meninggal saat dirinya masih duduk di kelas 3 SD, Gunadiono diboyong pamannya, Miran, untuk tinggal bersama. Kemudian ibunya pulang dari Surabaya dalam keadaan stroke. Ibu Gunadiono kini ditampung di rumah Miran.

Kehidupan Gunadiono semakin bertambah berat tanpa kehadiran sosok ayah. Ibunya tercatat dua kali menikah. Suami pertama Umiati, meninggalkan dirinya saat Gunadiono masih balita. Lalu suami kedua, meninggalkannya saat Umiati terkena stroke.

Baca juga: Kenal Lewat Medsos, Pria Ini Tetap Setia Meski Saat Bertemu Pacarnya Lumpuh

Hal yang paling diinginkan Gunadiono saat ini adalah kesembuhan ibunya.

"Keinginan saya ibu bisa segera sembuh," ujar Gunadiono, bocah kelas 5 SD yang bercita-cita menjadi pilot ini.

Gunadiono menyuapi ibunya | beritajatim.com

Meski saat ini Gunadiono dan Ibunya sudah tinggal di rumah Miran di Desa Gedongombo, namun secara administrasi keduanya tercatat sebagai Desa Kauman. Kendati demikian, Kepala Desa Gedongombo, Lasiman, menuturkan bahwa pihaknya tetap memantau dan memperhatikan Gunadiono dan Ibunya.

"Karena mereka tinggal disini, tentu jadi perhatian kami. Pak Miran sudah melapor dan kami juga berkomunikasi dengan pemerintah desa Kauman terkait masalah ini," jelas Lasiman.

Lebih lanjut Lasiman mengatakan bahwa beberapa program pemenuhan kebutuhan dasar yang menjadi hak keluarga miskin, sudah didapatkan oleh Umiati dan Gunadiono.

Keluarga itu sudah memegang Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), serta Kartu Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

"Sudah ada KIS, KIP sama BPNT. Sebenarnya kami sudah menyarankan agar dibawa berobat ke rumah sakit dan kami siapkan fasilitas ambulans desa, tapi kendala ada di keluarga," ujar dia.

Artikel Lainnya

Miran pun mengamini keterangan dari Lasiman. Dia mengatakan bahwa adiknya, Umiati sudah memiliki kartu berobat gratis dari pemerintah. Hanya saja, dikhawatirkan jika Umiati dibawa ke rumah sakit, nantinya tidak ada keluarga yang menjaga.

"Kalau dibawa ke rumah sakit tidak ada yang jaga. Saya dan istri saya kerja, Gunadi (Gunadiono) juga harus sekolah," kata Miran.

"Kalau nanti saya yang jaga (di rumah sakit), Gunadi di rumah tidak ada yang jaga," tambah Ngatini, istri Miran.

Tags :