Kisah Anggota Paskibra Buleleng Bali Meninggal Misterius, Kakek: Katanya Disantet Orang

Desak Putu Tiara
Desak Putu Tiara | www.tribunnewswiki.com

Mengeluarkan cairan hijau hingga diduga disantet

Desak Putu Tiara, remaja pembawa baki 17 Agustus di Singaraja dikabarkan meninggal dunia karena penyakit misterius. Tiara yang merupakan anak semata wayang itu meninggal pada hari Rabu (6/11/19) setelah 5 hari dirawat di rumah sakit. Sebelum meninggal, Tiara sempat dirawat di ruang ICU.

Tiara yang sebelumnya hanya mengeluh sakit demam itu membuat keluarga panik saat dokter meminta Tiara untuk dirawat di ICU. Keluarga dan dokter yang menangani Tiara sempat bingung penyakit apa yang diderita Tiara. Hingga saat ditanyakan kepada paranormal, Tiara diduga terkena ilmu hitam atau santet.

1.

Hanya mengeluh tak enak badan

Desak Putu Tiara
Desak Putu Tiara | www.tribunnewswiki.com

Dilansir dari Tribunnews.com, Kamis (7/11/19), Desak Putu Tiara (17) meninggal dunia pada Rabu (6/11/19) sore. Gadis yang akrab disapa Tiara tersebut pernah bertugas membawa baki saat penurunan bendera 17 Agustus 2019 di Taman Kota Singaraja.

Penyakit penyebab kematian putri semata wayang dari pasangan Dewa Gede Sugiarta dan Jro Nyoman Tri Veni itu masih menjadi misteri. Keluarga merasa amat terpukul dengan kepergian Tiara yang begitu mendadak.

Baca juga: Siswi SMA Calon Pembawa Bendera 17 Agustus Meninggal Mendadak, Sebabnya Jadi Pertanyaan!

Pada hari Senin (28/10/19) lalu, Tiara mulai mengeluh jika badannya terasa tak sehat. Suhu badannya pun semakin tinggi. Melihat sakit yang diderita anaknya tidak parah, Sugiarta kemudian membawa sang anak ke dokter praktik. Hingga hari Jumat (1/11/19), demam yang dialami Tiara tak kunjung turun. Keluarga akhirnya memutuskan untuk membawa Tiara ke rumah sakit.

2.

Sempat dirawat di ICU

Desak Putu Tiara
Tiara saat bertugas menjadi pembawa baki penurunan bendera | jabar.tribunnews.com

Saat dibawa ke RSUD Buleleng, dokter mengatakan jika Tiara harus menjalani rawat inap. Sayangnya kamar inap di rumah sakit tersebut sedang penuh. Dokter kemudian merujuk Tiara untuk dibawa ke RS Kertha Usada, Singaraja. Saat dibawa menggunakan ambulans, kondisi Tiara masih sadarkan diri dan masih bisa diajak becanda.

“Dari RSUD ke RS Kertha Usada itu dia naik ambulans. Masih sempat bercanda. Bahkan di dalam ambulans dia (Tiara) hanya duduk, jadi kami berpikir sakitnya tidak parah,” kata Sugiarta.

Baca juga: Perkosa Anak Kandung Selama Setahun, Pria Ini Beralasan Ingin Hilangkan Santet

Kakek Tiara, Dewa Sadnyana, menyampaikan jika saat dibawa ke ICU, cucunya itu masih bisa bercanda bahkan sempat mengatakan jika perawat di rumah sakit tersebut tampan-tampan. Kondisi Tiara langsung drop saat akan dipasang oksigen dan alat detak jantung. Ia memberontak hingga dokter harus memberinya obat penenang.

3.

Diduga disantet

Desak Putu Tiara
Desak Putu Tiara | www.tribunnewswiki.com

Dokter sempat kebingungan dengan penyakit yang diderita Tiara. Hal ini dikarenakan berkali-kali dilakukan berbagai tes namun hasilnya selalu negatif. Untuk itu dokter tak bisa menangani Tiara lebih jauh karena penyakitnya belum pasti.

"Sudah dilakukan pengecekan darah dan lendir. Hasilnya negatif. Sampai sempat di tes HIV, hasilnya juga negatif. Dokter juga bingung Tiara itu sakit apa dan obat apa yang harus diberikan. Jadi selama di ICU dia hanya diberikan cairan infus, cairan makanan dan oksigen," ucap Sadnyana.

Baca juga: Keluarga Kaget Terima Paket Misterius dari Anaknya yang Hilang 5 Bulan Ialu, Ini Isinya!

Sadnyana menambahkan, saat Tiara dirawat di ICU, cucunya itu sempat mengeluarkan cairan berwarna hijau pekat yang keluar dari hidungnya sebanyak satu botol.

Menurut dokter, hal tersebut menandakan jika jantung dan paru-paru Tiara sudah mulai rusak, bahkan lambungnya pun bocor. Keluarga Tiara pun panik hingga menanyakan penyakit Tiara kepada paranormal.

"Kami juga sudah mencoba nanya ke balian, ya katanya disantet orang. Namun hal seperti itu kan tidak bisa dibuktikan," jelas Sadnyana.

Artikel Lainnya

Setelah bertahan selama 5 hari, Tiara akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada hari Rabu (6/11/19) pukul 16.55 WITA. Hal ini membuat keluarga merasa terpukul dengan kepergian siswi SMAN 3 Singaraja yang begitu mendadak.

Tags :