Kesal Hubungan Digantung, Pria ini Aniaya Selingkuhan Pakai Palu!

ilustrasi
ilustrasi | kompas.id

Kasihan anaknya yang masih balita juga harus menjadi korban

Perselingkuhan lebih sering berakhir dengan petaka, apalagi jika yang berselingkuh adalah lelaki atau perempuan yang sudah memiliki pasangan dan terikat akan suatu pernikahan. Bisa dibilang itu adalah hal yang sangat fatal, sebab dapat menimbulkan banyak kerugian dan akan membuat pasangan menjadi frustasi.

Selingkuh sering dikaitkan dengan pria, namun tak dapat dipungkiri bahwa laki-laki maupun perempuan sama-sama rentan melakukan perselingkuhan. Tak terkecuali mereka yang sudah menikah bahkan memiliki anak.

ilustrasi
Pelaku penganiayaan dengan palu Supriyadi (38) diringkus polisi | kompas.id

Sebagaimana dikutip dari Suara.com pada Kamis (14/5/2020), seorang pria bernama Supriyadi (38) tega menganiaya Ernawati (25) dan MA (5) di kediaman Ernawati di Desa Tleter, Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Supriyadi secara sadis menganiaya korbannya menggunakan palu.

Menurut keterangan Kapolres Temanggung AKBP Muhammad Ali mengatakan bahwa Ernawati mengalami luka yang parah di bagian kepala, dan balitanya tewas saat itu juga di lokasi kejadian.

Baca Juga : Surat Cintanya Dibacakan Gurunya, Bocah 11 Tahun ini Bunuh Diri Karena Tidak Kuat Menanggung Malu!

ilustrasi
ilustrasi penangkapan pelaku | kompas.id

Kronologi Kejadian

Pada Rabu (13/5) pagi sekitar pukul 04.30 Supriyadi mendatangi rumah korban sambil membawa palu. Saat itu ia berhasil masuk ke rumah karena pintu tidak dikunci, sebab nenek korban sempat membuka pintu untuk berangkat shalat subuh berjamaah di masjid. Tersangka pun langsung menuju kamar korban yang mana saat itu ada korban dan anaknya yang tertidur.

Tersangka menanyakan kelanjutan hubungan antara keduanya, namun korban enggan memberi kepastian bahkan mengatakan bahwa hubungan mereka akan segera diakhiri. Tersangka juga sempat meminta Ernawati untuk bercerai dengan sang suami dan menikahinya, namun korban menolak.

Baca Juga : Loncat dari Gedung karena Cinta Ditolak, Pria Ini Malah Dimarahi Wanita Setelah Gagal Bunuh Diri

ilustrasi
ilustrasi penganiayaan | Notif.id

Merasa kesal karena korban tak mau menikah dengannya, Supriyadi pun memukul korban dengan palu sebanyak empat kali ke arah kepala. Saat itu sang balita terbangun dan menangis sehingga membuat tersangka juga memukulnya dengan palu di bagian kepala sebanyak dua kali.

Masih dikuasai amarah, tersangka kembali memukul korban sebanyak empat kali. Kemudian saat mengetahui korban dan anaknya sudah tidak bergerak, tersangka segera meninggalkan tempat kejadian.

Nenek korban yang pulang dari masjid sekitar pukul 05.00 pagi sontak terkejut melihat Ernawati dan anaknya yang telah bersimbah darah. Korban pun langsung dilarikan ke RST Magelang.

Baca Juga : Penyesalan Datang Terlambat, Ini Pengakuan Ayah yang Tega Bunuh Anak karena Rebutan Roti

Pelaku Sempat Bersembunyi

Setelah mendapatkan laporan, tim gabungan yang terdiri atas Polsek Kaloran, Satuan Reskrim Polres Temanggung dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng langsung melakukan penyelidikan dengan pemeriksaan saksi-saksi dn olah tempat kejadian perkara.

Dari hasil penyidikan tersebut, diperoleh bukti cukup untuk mengetahui tersangkanya, namun ternyata saat diperiksa di rumah tersangka, saat itu ia tidak ada. Lalu tim memperoleh informasi bahwa pelaku tengah bersembunyi di area perkebunan di Desa Tleter, lalu tersangka pun berhasil diringkus oleh polisi.

Artikel Lainnya

Dari kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti seperti sebuah palu, satu buah tas berisi pakaian tersangka, celana pendek milik tersangka serta sprei dengan noda darah milik korban. Akibat perbuatannya, tersangka pun dijert Psal 340 KUHP dan atau Pasl 338 KUHP dan atau Pasal 355 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 25 tahun.

Tags :