Kecewa! Wanita Ini Sudah Gladi Bersih Tapi Tak Diwisuda, Kampus: Tahun Depan nggak Papa
19 Oktober 2019 by Dea Dezellynda
Pihak kampus membatalkan secara sepihak
Wisuda merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap mahasiswa. Seperti halnya yang dirasakan Siti Nurkhairani saat dinyatakan lulus dan akan diwisuda. Siti telah mengikuti gladi bersih wisuda, bahkan sudah menerima toga serta undangan dari kampus. Sayang, Siti gagal mengikuti wisuda yang harusnya ia hadiri pada hari Sabtu (12/10/19) lalu.
Hal ini dikarenakan pihak pemberi beasiswa selama Siti berkuliah belum memberikan konfirmasi kepada pihak kampus. Siti pun mengungkapkan kekecewaannya pada pihak kampus karena telah membatalkan wisudanya secara sepihak dan mendadak.
Sudah menerima toga dan undangan

Dilansir dari Detik.com, Jumat (18/10/19), wisuda mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) IMC, Bintaro, Tangerang Selatan, Siti Nurkhairani mendadak dibatalkan sepihak oleh kampus. Padahal Siti telah mendapatkan undangan hingga toga. Tidak hanya itu, Siti juga sudah ikut gladi resik hingga beli batik buat orangtuanya.
Siti mengaku kecewa karena dirinya sudah melakukan persiapan, bahkan keluarganya pun sudah antusias untuk menghadiri acara wisudanya. Siti telah mengikuti gladi resik pada hari Rabu (9/10/19) lalu namun sehari kemudian pihak kampus menarik kembali toga yang sudah diberikan padanya.
"Saya menerima toga dan sudah menerima undangan dan saya sudah mengikuti gladi resik tanggal 9 Oktober. Tanggal 10 ditelepon untuk membawa toga dan undangan ke kampus," kata Siti dalam pertemuan dengan pihak kampus di gedung STIKET IMC, Jalan Jombang, Tangerang Selatan, Jumat (18/10/2019).
Siti dan keluarga merasa kecewa

Rasa kecewa juga diungkapkan suami Siti, Supriadi. Ia menjelaskan bahwa keluarga Siti telah melakukan persiapan seperti membeli baju untuk menghadiri wisuda serta telah memesan hotel. Ia kecewa atas keputusan yang diambil oleh pihak kampus.
"Yang saya pikirkan orangtua saya sakit hati. Sudah beli baju, Subuh-subuh beli baju ke Tanah Abang demi wisuda. Orangtua semua kita belin baju. Kita akan sewa hotel (untuk menghadiri wisuda). Tapi perlakuannya seperti ini," ujar suami Siti, Supriadi.
Baca juga: Ayah Hadiri Wisuda untuk Gantikan Putrinya yang Meninggal, Videonya Bikin Netizen Nangis!
Dilansir dari Grid.id, Jumat (18/10/19), menurut kuasa hukum Siti dari LBH Jakarta, Abdul Hamim Jauzie, kliennya sejak awal perkuliahan nggak pernah mendapatkan penjelasan terkait kewajiban membuat laporan kepada pihak pemberi beasiswa tiap semesternya.
Pihak kampus minta maaf

Pihak kampus akhirnya membuka ruang dialog yang dihadiri oleh Siti dan suaminya. Pertemuan itu juga dihadiri pihak Pemkot Tangsel, Wakil Ketua Bidang Akademik STIKES IMC, Royani, Wakil Ketua II bidang Nonakademik STIKES IMC, Daelami Ahmad, LBH Keadilan dan dihadiri puluhan mahasiswa STIKES IMC.
Pada saat itu juga, pihak kampus meminta maaf secara terbuka atas pembatalan wisuda Siti Nurkhairani. Daelami Ahmad menyampaikan jika wisuda bukanlah yang terpenting melainkan yudisium yang paling penting.
Baca juga: Nggak Mau Rugi Beli Toga Wisuda, Cewek Ini Tetap Memakainya di Berbagai Kegiatan
"Maaf sekali, kemarin kami tunda wisuda. Kalau mau tahun depan nggak papa. Nggak masalah. Kami tidak mempersoalkan wisuda. Wisuda hanya prosesi, yang penting yudisium," ujar Wakil Ketua II bidang Nonakademik STIKES IMC Daelami.
Suami Siti tampak tak setuju dengan pernyataan pihak kampus. Ia mengatakan kekecewaanya di hadapan para hadirin.
"Mungkin dipikiran bapak itu enteng, kami itu sudah dikabarkan jauh-jauh hari, bahwa istri akan diwisuda. Dan sudah mendapatkan undangan dan toga. dan yang paling sakit hati, istri sudah melakukan gladi resik. Cukup lah istri saya dan saya yang mengalami," ujar Supriyadi.
Siti masih merasa kecewa karena dirinya tak pernah diberi tahu pihak kampus untuk masalah pemberian laporan kepada pihak pemberi beasiswa. Pada saat ruang dialog tersebut, akhirnya ijazah Siti diserahkan meski tanpa memakai toga.
"Itu bukan sesuatu yang istimewa (diberi ijazah). Itu memang haknya. Karena memang itu haknya. Sejak awal saya bilang ini hak Siti Khairani dia sudah menyelesaikan perkuliahan sampai yudisium. Itu haknya. Jadi ini sesuatu hal yang biasa saja. Memang solusi kami meminta menyerahkan ijazah," ujar Ketua LBH Keadilan, Abdul Hamim Jauzie usai acara dialog.