Jubir Prabowo Angkat Suara Usai BPK Temukan Aliran APBN Masuk Rekening Pribadi!

ilustrasi jubir menhan prabowo
ilustrasi jubir menhan prabowo | news.detik.com

Dahnil Anzar menjelaskan jika anggaran itu untuk atase TNI!

Kementrian Pertahanan (Kemenhan) menjadi salah satu dari lima lembaga yang kini tengah dipantau oleh BPK atas pemakaian rekening pribadi dalam pengelolaan dana APBN. Menanggapi pemberitaan ini, salah satu Staf Khusus Menhan Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak pun tak tinggal diam, pihaknya kemudian memberikan klarifikasi terkait kabar tersebut.

Temuan tersebut terkait dengan kegiatan atase-atase pertahanan di seluruh dunia dalam pelaksanaan tugasnya di luar negeri di mana membutuhkan pengiriman dana kegiatan yang segera dan cepat, sejatinya proses izin pembukaan rekening sudah disampaikan kepada kementerian keuangan, karena proses kegiatan harus segera dan cepat untuk kegiatan para atase pertahanan di LN maka secara administrasi terjadi hal tersebut di atas untuk kegiatan 2019, kata Dahnil, ketika dihubungi, Kamis (23/7/2020).

Baca juga : Foto Prabowo di Pelantikan Curi Perhatian, Netizen: Menteri Pertahanan Hatinya Tahan Ambyar

ilustrasi jubir menhan prabowo
Dahnil Anzar jubir Menhan Prabowo | nasional.kompas.com

Lebih lanjut dilansir dari detik.com, Kamis (23/7/20), Dahnil menyebutkan jika pihak Kemenhan sudah menjelaskan detilnya secara lengkap kepada Auditor BPK.

Karena sudah terang dan jelas tersebutlah, makanya 2019 ini Kementerian Pertahanan memperoleh opini WTP, tutur Dahnil.

Dahnil juga menjelaskan jika atase pertahanan di luar negeri memang bagian dari BAIS TNI, jadi, para atase yang sendiri di luar negeri juga mendapat transfer dari BAIS TNI untuk memenuhi kegiatannya.

Atase Pertahanan di setiap negara di luar negeri itu kebanyakan hanya 1 orang, mereka tidak memiliki satuan kerja (satker), athan itu satker-nya adalah BAIS TNI sehingga athan-athan di LN itu ketika melaksanakan kegiatan dan operasionalnya di LN ditransfer oleh satker-nya, yakni BAIS, ujarnya.

Temuan BPK

Di tempat terpisah, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna menjelaskan jika pihaknya menemukan pengelolaan dana APBN dengan memakai rekening pribadi mencapai Rp 71,78 miliar. Temuan tersebut tersebar di 5 kementrian atau lembaga. Sebelum berita ini mencuat, BPK juga menemukan adanya pemakaian rekening pribadi dalam pengelolaan dana APBN di lingkungan kementerian/lembaga. Hal itu tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2019.

Baca juga : Akhirnya Muncul ke Publik, Prabowo: Saya Bersaksi Jokowi Berjuang Demi Bangsa!

ilustrasi jubir menhan prabowo
Menhan Prabowow Subianto | otomotif.okezone.com

Itu terdiri dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Agama, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir, ujarnya dalam cara media workshop secara virtual, Selasa (21/7).

Artikel Lainnya

Padahal menurut Agung, hal tersebut tentu tidak diperbolehkan, dan dapat dikenakan sanksi administratif hingga pidana jika menimbulkan kerugian negara. Namun menurutnya, hingga berita ini santer terdengar, belum ditemukan adanya indikasi kerugian negara.Sebab, belum ditemukan penyalahgunaan dari uang negara yang masuk ke rekening pribadi tersebut.

Sanksi yang akan dikenakan sesuai peraturan dan tingkat kesalahan, dapat berupa sanksi administratif termasuk sanksi pidana, jika ada unsur melawan hukum dan ada kerugian negara. Sejauh ini belum menemukan adanya kerugian negara, ujarnya.

Tags :