Sejumlah Fakta Suami Gadaikan Istri Rp 250 Juta, Korban Bacok Ternyata Saudara Sendiri!

pelaku
korban pembacokan adalah kerabat sendiri | www.tribunnews.com

Pelaku yang gadaikan istri ini ngaku korban salah bacok masih ada hubungan kerabat dengannya

Warga Lumajang dihebohkan dengan kisah tragis seorang suami yang tega 'menggadaikan' istrinya demi mendapatkan uang pinjaman sebesar Rp 250 juta. Seorang pria bernama Hori tersebut hendak meminta istrinya kembali setelah menjadi 'jaminan'. Hartono yang memberi pinjaman menolak pengembalian utang dalam bentuk sebidang tanah.

Hori pun emosi hingga berniat membunuh Hartono. Di tengah perjalanan, Hori melihat orang yang mirip dengan Hartono dan langsung membacok dengan celurit. Kepada polisi Hori mengaku salah sasaran yang ternyata korban masih kerabatnya sendiri.

1.

Korban bacok masih kerabat pelaku

pelaku
Korban adalah kerabat pelaku | news.detik.com

Kronologi salah bacok yang dilakukan Hori, berawal dari Hori yang emosi karena Hartono tidak mau mengembalikan istrinya. Hori pun segera mendatangi rumah Hartono yang berada di Desa Sombo, kecamatan Gucialit, Lumajang.

Di tengah perjalanan Hori melihat seorang pria yang mirip dengan Hartono. Karena pikirannya dibutakan oleh amarah, Hori pun langsung membacok orang tersebut yang ternyata adalah Muhammad Toha.

Dilansir dari BBC Indonesia, kemudian Hori menyadari bahwa yang ia bacok bukanlah Eno (Hartono) melainkan Muhammad Toha (34), yang masih kerabatnya sendiri. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit, namun nyawannya tidak tertolong.

“Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata korban (Toha) dengan pelaku (Hori) ini masih memiliki hubungan keluarga,” ujar Kapolres Lumajang, AKBP M Arsal Sahban.

Baca juga: Kisah Pria Gadaikan Istri Rp 250 Juta hingga Berakhir Pembunuhan Salah Sasaran

2.

Korban sedang mencari sepatu anak temannya yang terjatuh

pelaku
Korban bersimbah darah | www.bbc.com

Toha mengalami luka parah di bagian punggung yang robek melintang dari atas kanan sampai kiri bawah. Tulang iga kanan bagian belakang rusuk putus, tulang belikat kiri putus, tulang belikat kanan pecah. Karena kondisinya yang parah, Toha menghembuskan napas terakhirnya dalam perawatan di rumah sakit.

Sebelum dibacok, Toha sedang membantu temannya untuk mencari sepatu milik anak Kholik yang terjatuh di jalan dusun. Dilansir dari Tribunnews.com, saat sedang mencari sepatu, tiba-tiba datang dan langsung membacok Toha menggunakan celurit. Toha pun langsung jatuh bersimbah darah.

“Pelaku salah sasaran lantaran perawakan korban mirip dengan targetnya (Hartono),” ujar AKBP Arsal

Sesaat setelah melakukan pembacokan, Hori langsung melarikan diri. Mendengar kejadian tersebut, Tim Cobra Polres Lumajang melakukan pengejaran dan berhasil menangkap Hori di Kecamatan Ranuyoso.

3.

Polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut

pelaku
polisi lakukan penyelidikan lebih lanjut | www.bbc.com

Polisi masih berusaha melakukan penyelidikan lebih dalam terkait motif dari kasus ini. Polisi juga berencana akan meminta keterangan dari istri pelaku dan juga Hartono untuk memastikan kebenaran akar masalah pembacokan.

"Kami akan melakukan pendalaman untuk melakukan pemeriksaan terhadap istrinya maupun terhadap Hartono, sehingga kita nanti bisa merumuskan apakah ada tindak pidana selain pembunuhan berencana yang sudah kami terapkan kepada Hori," kata Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban kepada BBC News Indonesia.

Saat ditangkap, pelaku mengaku bahwa ia menggadaikan istrinya. Namun baru-baru ini pelaku mengaku tidak berniat menggadaikan istrinya tapi sang istri tiba-tiba diambil begitu saja oleh Hartono. Diketahui, sang istri sudah tinggal bersama Hartono selama 7 bulan terakhir.

“Saya butuh fakta-fakta yang lain untuk meyakinkan kita bahwa ada tindak pidana lain yang terkait, atau memang hanya terjadi pembunuhan berencana,” sambung AKBP Arsal.

Setelah penyelidikan selesai, polisi juga berencana untuk segera menggelar olah TKP dan meminta keterangan dari para saksi yang ada dalam kejadian pembacokan tersebut.

Artikel Lainnya

Warga mengaku kaget dan prihatin dengan kisah tragis Hori yang tega 'menggadaikan' sang istri. Hori pun harus puas dengan tuntutan pembunuhan berencana dengan hukuman hingga 20 tahun penjara

Tags :