Indahnya Perbedaan, Fotografer Ini Berhasil Abadikan Momen Dua Pria Sedang Jalankan Ibadah di Ruang Berdekatan

Foto ibadah beda agama
Foto ibadah beda agama | www.instagram.com

Bikin adem banget ngeliatnya

Sejatinya, Indonesia itu menganut paham Bhinneka Tunggal Ika demi menyatukan semua perbedaan di dalamnya. Mulai dari perbedaan suku, perbedaan bahasa, sampai perbedaan agama. Tapi, gara-gara ulah beberapa oknum yang menunggangi agama demi kepentingan masing-masing, masyarakat jadi terpecah. Sekarang, agama menjadi pembahasan yang sensitif banget dan tidak bisa diusik-usik.

Padahal, dulu candaan seputar agama bisa diterima dengan tawa lepas. Tentu saja, candaannya juga cerdas dan tidak menyinggung. Tapi, sekarang candaan apapun soal agama akan langsung diancam dilaporkan ke polisi. Peristiwa ini membuat kita bertanya-tanya, masih adakah toleransi beragama di Indonesia ini? Jawabannya tentu saja masih ada. Seperti yang terlihat dalam foto viral berikut ini.

Pada foto ini, ruang beribadah dari dua agama berbeda, ditempatkan bersebelahan. Satu ruangan untuk umat Kristen, dan satu ruangan lagi dikhusukan untuk umat Islam. Menariknya, di masing-masing ruangan ada dua orang pria yang tengah khusyuk menjalankan ajaran agamanya. Di ruang doa Kristen, seorang pria tengah duduk bersimpuh, dan di ruang doa Islam, seorang pria tengah khusyuk menjalankan shalat.

View this post on Instagram

Indonesia seharusnya... #Repost from @htrgnc with @regram.app ... “This photograph was taken in Elisabeth Hospital in Purwokerto, it was praying rooms for catholics and muslims located next to each others. It is quite rare to find something like this. When I first went there, it was during praying time, unfortunately I did not bring camera. The next time I went there, I was lucky: both rooms were being used.” . “I applaud the hospital for providing these rooms for praying, for not neglecting the needs of the people in the hospital to communicate spiritually with God. And the placing of these rooms shows the beauty of living in harmony and peace.” . “I was born and raised in Purwokerto, active on several photography community in Purwokerto and Salatiga. I enjoy doing documentary and street photography. Currently I am a freelance photographer.” @mohrezago

A post shared by Mohammad Reza Gemi Omandi (@mohrezago) on

Foto ini pun viral dan mendapatkan beragam tanggapan positif dari netizen. Mereka mengatakan bahwa inilah sebenarnya potret Indonesia. Penuh toleransi meskipun ada perbedaan di sana-sini. Tapi, perbedaan itu tidak menjadi penghalang, melainkan menjadi perekat yang menyatukan bangsa Indonesia. Usut punya usut, foto viral ini ternyata dijepret oleh seorang fotografer bernama Mohammad Reza Gemi Omandi.

Fotografer asal Purwokerto ini mengatakan bahwa dia memotret peristiwa ini ketika berada di Rumah Sakit Elisabeth Purwokerto pada 7 Oktober 2015 lalu. Tapi, foto ini baru viral belakangan ini. Dia mengatakan bahwa pihak rumah sakit memang membuat ruangan beribadah untuk pengunjung, dan ruangan itu ditempatkan bersebelahan. Alasannya mungkin supaya gampang ditemukan dan lebih efektif aja.

Foto ini diambil di Rumah Sakit Elisabeth di Purwokerto, ruang ibadah untuk umat Katolik dan Muslim yang bersebelahan. Sangat jarang menemukan sesuatu yang seperti ini. Saat saya pertama kali pergi ke sana, tepat di waktu ibadah, sayang saya tidak membawa kamera.

Lain waktu saya pergi ke sana, saya beruntung, kedua kamar sedang digunakan. Saya memuji rumah sakit karena menyediakan kamar-kamar ini, mereka tidak mengabaikan kebutuhan orang-orang di rumah sakit untuk berkomunikasi dengan Tuhan." tulisnya di Instagram.

Sang fotografer
Sang fotografer |
Artikel Lainnya

Dan penempatan kamar-kamar ini menunjukkan keindahan hidup dalam harmoni dan kedamaian. Saya lahir dan besar di Purwokerto, aktif di beberapa komunitas fotografi di Purwokerto dan Salatiga. Saya menikmati melakukan fotografi dokumenter dan jalanan. Saat ini saya adalah seorang fotografer lepas" tutupnya.

Adem banget kan ngeliatnya? Jadi, jangan khawatir kalau melihat berita intoleransi beragama di media sosial. Yakinlah kalau masih banyak orang yang menjunjung tinggi toleransi dan Bhinneka Tunggal Ika. Kalau merasa susah menemukannya, jadilah salah satu orang tersebut.

Tags :