Indahnya Toleransi, Para Pengurus Gereja Jember Ikut Rayakan Lebaran

umat muslim dan katolik
umat katolik merayakan lebaran bersama umat muslim | news.okezone.com

Para pengurus Gereja di Jember ikut merayakan lebaran bersama umat Muslim

Kemeriahan Lebaran tampaknya tak hanya dirayakan oleh umat Islam saja. Seperti yang dilakukan oleh umat Katolik dari Gereja Santo Yusup, Jember. Hal ini dilakukan untuk menjalin tali silaturahmi antar umat beragama.

Kegiatan yang dipimpin oleh Pastor Kepala Paroki Santo Yusup, Romo Henrikus Suwaji O.Carm ini membagikan alas untuk salat Ied seperti koran dan terpal. Saat umat Islam menjalankan salat Ied, umat Katolik terlihat ikut mengamankan area yang digunakan untuk salat.

Tak hanya itu, umat Katolik pun juga tampak menyalami umat Islam dan memberi ucapan selamat Idul Fitri. Kegiatan ini disambut dengan hangat oleh umat Islam di Jember.

1.

Umat Katolik bersilaturahmi ke Polres Jember

umat muslim dan katolik
umat katolik ucapkan selamat idul fitri ke polres Jember | radarjember.jawapos.com

Setelah membagikan alas salat dan juga bersalaman dengan umat Islam. Rombongan pengurus gereja Santo Yusup berkunjung ke Mapolres Jember untuk bersilaturahmi dalam rangka Idul Fitri.

Terlihat Kapolres Jember Kusworo Wibowo menyambut rombongan umat Katolik dengan hangat. Sambil mengucapkan selamat Idul Fitri, umat Katolik menyalami seluruh jajaran polisi yang berada di Mapolres Jember dan larut dalam suasana kegembiraan Idul Fitri yang penuh dengan kedamaian.

“Walaupun kami berbeda agama, tapi kami satu sama lain adalah saudara. Perbedaan jangan sampai mencerai beraikan umat. Namun perbedaan agama membuat jalinan persaudaraan harus semakin kuat,” tutur Romo Henrikus Suwaji lansir dari Okezone.com.

Kapolres Jember mengaku senang dengan kunjungan umat Katolik dalam rangka menjalin tali silaturahmi dan menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini harus lebih sering diadakan untuk menumbuhkan rasa toleransi.

“Saya menyampaikan terimakasih kepada pengurus Gereja Santo Yusup Jember. Apa yang dilakukan oleh umat Katolik ini merupakan perwujudan kerukunan beragama di Indonesia, khususnya di Kabupaten Jember,” jelas Kusworo.

Baca juga: Maknai Toleransi, Klenteng Ini Sediakan Makanan untuk Berbuka Puasa

2.

Berkunjung ke rumah warga Muslim

umat muslim dan katolik
umat katolik berkunjung ke rumah umat muslim | news.okezone.com

Dilansir dari Jawa Pos, Silahturahmi keliling tersebut diikuti oleh pastor, suster, biarawati dan pengurus Gereja Santo Yusup Jember. Tujuan pertama umat Katolik itu adalah Polres Jember, kemudian dilanjutkan ke rumah warga di belakang RS Panti Siwi. Panti Siwi adalah rumah sakit yang dikelola oleh gereja Santo Yusup.

Kehadiran rombongan umat Katolik pun disambut dengan kegembiraan dan kehangatan dari warga setempat. Warga pun menyuguhkan sajian jajanan makanan dan minuman khas Lebaran bagi para umat Katolik.

Kegiatan yang diadakan oleh pengurus gereja Santo Yusup Jember ini diapresiasi oleh ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Gus Muis Shonhaji.

“Harus disyukuri, kerukunan umat beragama di Jember sangat bagus,” ujar Gus Muis.

Gus Muis menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi antar umat beragama sering dilakukan oleh antar tokoh agama yang bisa menjadi contoh bagi seluruh masyarakat Indonesia.

3.

Umat non-muslim ikut amankan salat Idul Fitri di Timika

umat muslim dan katolik
nonmuslim ikut amankan salat ied | wow.tribunnews.com

Selain di Jember, wujud toleransi juga dilakukan oleh para pemuda pemudi di Timika Papua. Muda mudi yang terdiri dari umat Protestan, Katolik, Hindu dan Budha ikut mengamankan salat Idul Fitri.

Dilansir dari Kompas.com, Setelah salat Ied, tradisi silaturahmi terlihat sangat baik. Mereka yang tidak merayakan Lebaran datang ke rumah yang merayakan untuk memberikan ucapan selamat.

Tradisi silaturahmi ini sangat kental di Papua, termasuk di kota Timika, Kabupaten Mimika. Tak hanya Lebaran saja, tetapi di hari raya keagamaan umat lainnya tradisi ini juga dilakukan.

“Kami di Papua selalu saling menghargai dan menghormati sesama agama lain. Salam-salaman seperti ini sudah menjadi tradisi kami,” ungkap Spedy salah satu jemaat Gereja.

Umat Muslim di Timika pun mengucapkan terima kasih atas ucapan selamat Idul Fitri. Ucapan terima kasih ini disampaikan oleh ketua panitia malam takbir, Umar Habib.

“Terima kasih bapak uskup dan pastor serta semua umat Katolik dan semua pimpinan umat beragama lainnya,” ucap Umar.

Artikel Lainnya

Toleransi menjadi faktor terpenting dalam kerukunan umat beragama di Indonesia. Oleh karena itu, kegiatan silaturahmi antar umat beragama seperti di atas bisa lebih rutin untuk diadakan dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia.

Tags :