Ingin Segera Punya Cucu, Ibu Mertua Nekat Pantau Malam Pertama Anak dan Menantunya!

Pengantin wanita merasa dirinya dijebak oleh mertua yang ingin punya keturunan. | www.publimetro.cl

Selain menikah karena terpaksa, malam pertama pun sampai diawasi dan didikte oleh ibu mertua

Menjadi seorang anak bukan suatu hal yang mudah bagi sebagian orang. Hal itu seringkali disebabkan oleh harapan orangtua yang terlalu berlebihan sehingga bentuk-bentuk perhatian kepada anak pun seringkali berubah menjadi tuntutan yang memaksa.

Ketika sudah menikah, terkadang tuntutan itu tidak hanya hadir dari orangtua kandung, melainkan juga dari orangtua ipar alias mertua.

Di India, perjodohan secara paksa adalah hal yang lumrah. | bp-guide.in

Dilansir dari Suar.grid.id (06/04), seorang wanita asal India bernama Sunny Angel menceritakan pengalaman tidak enaknya saat dia baru saja memulai kehidupan berumah tangga.

Baca Juga: Beda Usia Sangat Jauh, Cowok Atletis Ini Berpacaran Dengan Nenek-Nenek

Menikah di usia yang terbilang muda, yakni 20 tahun, Sunny dijodohkan dengan seorang pria yang tidak dicintainya. Kebetulan, sang suami Ajay adalah seorang pengidap keterbelakangan mental.

Pada tahun 1999, pernikahan megah pun digelar untuk merayakan jenjang baru dalam hidup mereka berdua meskipun Sunny menjalaninya dengan terpaksa.

Foto prosesi pernikahan Sunny dan Ajay pada tahun 1999. | www.thesun.co.uk

Peristiwa yang tidak bisa dilupakan oleh Sunny pun terjadi pada malam pertama. Secara sengaja, sang ibu mertua mengawasi dari luar kamar.

"Saya ingin cucu, Anda harus melakukan ini," kata ibu mertua kepada Sunny.

Baca Juga: Tajir Melintir! Orang Ini Bangun 'Gedung Putih' di Atas Gedung Pencakar Langit

Sebagai pengantin yang sudah pasrah menerima statusnya sebagai istri Ajay, tentu saja sebenarnya hal itu tidak perlu dikatakan lagi. Keberadaan ibu mertua yang mengawasi dari luar kamar justru malah membuat Sunny merasa risih.

Apalagi ibu mertuanya itu selalu mendikte Sunny dan Ajay terkait dengan apa yang harus mereka lakukan. Ditinjau dari sudut pandang tertentu, Sunny merasa seperti menjadi korban pemerkosaan.

Bagaimana rasanya diintip oleh mertua sendiri saat berhubungan badan di malam pertama? | www.istockphoto.com

Apa yang dilakukan oleh ibu mertuanya mungkin disebabkan oleh kondisi Ajay yang tidak tahu bagaimana cara untuk melakukan hubungan suami istri.

Baca Juga: Demi Dapatkan Pesugihan, Ini 'Kata Kunci' Sebelum Ritual Seks di Gunung Kemukus

Jangankan tahu caranya, maksud dari hubungan suami istri pun tampaknya Ajay tidak begitu memahaminya karena dia sempat histeris saat Sunny membuka bajunya.

"Dia bahkan tidak ingin aku melihatnya telanjang. Dia tampak sangat ketakutan," ujar Sunny.

Saat sudah selesai berhubungan badan, Ajay pun tampak senang karena menganggap telah berhasil menyelesaikan 'tugas' dari ibunya.

Baca Juga: 4 Tahun Lalu Masih Mengemis, Kini Gadis Cantik Ini Telah Jadi Influencer Sukses

"Aku sudah melakukannya, bisakah aku mendapatkan cokelatnya?" ujar Sunny yang menirukan perkataan Ajay pada malam pertama itu.

Sunny, yang saat ini tinggal di Inggris, menulis pengalamannya dan menyuarakan hak asasi perempuan terkait dengan perjodohan paksa di India. | www.thesun.co.uk

Usia pernikahan Sunny dan Ajay tidak berlangsung lama. Empat bulan setelah menikah, mereka pun bercerai. Kondisi mental Ajay bukan menjadi sorotan utama Sunny.

Baca Juga: Punya Gelar Master, Wanita Cantik Ini Pulang Kampung Pilih Jadi Petani

Bagi Sunny, pengalaman yang meresahkan dirinya itu tidak akan terjadi seandainya ibu Ajay tidak mengeksploitasi anaknya demi memperoleh keinginan pribadinya, yakni seorang cucu.

"Banyak orang dengan keterbatasan mental yang dieksploitasi oleh orangtuanya sama seperti mantan suamiku. Semua demi kehormatan belaka. Itu adalah perbuatan yang sangat salah," ujar Sunny.

Artikel Lainnya

Sesuai dengan perkataannya, Sunny tidak menaruh dendam atau ketidaksukaan kepada mantan suaminya. Walau bagaimana pun juga, Sunny menganggap Ajay adalah korban dari keluarganya sendiri.

Sunny, yang saat ini tinggal di Inggris, menceritakan pengalamannya lewat buku yang ditulisnya sendiri. Dia melakukan itu dalam rangka menyuarakan hak asasi perempuan terkait dengan perjodohan yang masih menjadi tradisi di negara asalnya.

Tags :