Heboh Unggahan Nonton Bareng Film Porno di Grup Facebook, Netizen: Kayak Gini kok Bisa Lolos?

Video porno beredar di grup Berita Magetan | www.facebook.com

Netizen mempertanyakan mengapa video tersebut bisa lolos di grup Facebook

Mudahnya menyebarkan sebuah gambar atau video, membuat media sosial sering disalahgunakan oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Seperti yang terlihat di sebuah grup publik Berita Magetan yang diunggah pertama kali oleh akun Facebook bernama Pak Sumiran.

Akun tersebut mengunggah video porno melalui fitur nonton bareng. Seketika para netizen dibuat heran dan geram dengan beredarnya video porno yang bebas dilihat siapa saja di grup tersebut. Netizen berharap polisi cepat menindaklanjuti penyebaran video porno di grup publik itu.

1.

Unggah video porno di grup Facebook

Video porno tersebar di grup Facebook | news.detik.com

Media sosial tak henti-hentinya disalahgunakan oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Sebuah akun Facebook bernama Pak Sumiran mengunggah sebuah video tak senonoh di grup publik Facebook Berita Magetan.

Video yang mempertontonkan adegan dewasa itu diunggah pada hari Senin (18/11/19) pada pukul 06.48 melalui fitur menonton bareng yang membuat video tersebut bisa ditonton oleh semua kalangan.

Baca juga: Berniat Menginap, Pemuda Ini Malah Perkosa Istri Temannya

Bukannya melaporkan unggahan tersebut, delapan akun Facebook lainya justru mengunggah kembali video porno itu. Delapan akun yang mengunggah kembali video porno tersebut di antaranya Gunanto, Ida Prasetyo, Ariel, Mas Darmuji Wong Magetan, Ngommet Ae, Wiendarti Wiwien, Wasis Sujono dan terakhir kali diunggah oleh Achmad Laicon Lay pada hari Selasa (19/11/19) pukul 05.00 WIB.

Diketahui grup publik Facebook yang mewadahi warga Magetan untuk menyampaikan info tentang peristiwa di Kabupaten Magetan dan sekitarnya itu memiliki lebih dari 17 ribu anggota. Melihat video porno yang ramai terpampang di timeline grup Berita Magetan, netizen mengaku merasa risih.

2.

Tanggapan para netizen

Ilustrasi video porno | www.jawapos.com

Anggota grup Berita Magetan banyak yang menyayangkan video porno tersebut muncul di akun grup publik. Mereka heran mengapa video tersebut bisa diunggah di media sosial yang pada dasarnya bebas diakses siapa saja bahkan anak kecil.

Baca juga: 7 Wanita Berbaju Seksi Pemandu Karaoke Diamankan Satpol PP

"Acara nonton bareng Joyo Ngene Lo kok Yo iso di lolosne ke py (red: acara nonton bareng kayak gini kok ya bisa diloloskan, ini bagaimana)," tulis akun Nagato Pain, Rabu (20/11/2019).

Begitu pula dengan pendapat akun Endhitasafira, ia menyesalkan video porno itu bisa lolos masuk ke grup Berita Magetan.

“Gk sopan. Ngono kok di lolos ne ke Pye (red: nggak sopan. Gitu kok diloloskan ini bagaimana)," tulis Endhitasafira.

Seperti halnya akun Dedy Ardiyanto yang bertanya-tanya mengapa polisi tidak menindaklanjuti video porno tersebut.

Baca juga: Kepergok Ingin Perkosa Mahasiswi, Pria Ini Lari Telanjang Bulat di Jalanan

"Kok polisi meneng wae yo (red: kenapa polisi diam saja ya)," ujarnya.

3.

Pasutri gelar nobar live adegan ranjang

Ilustrasi adegan dewasa | www.tribunnews.com

Peristiwa serupa dan lebih parah dari kejadian di atas juga pernah terjadi, yaitu pasangan suami istri yang sengaja gelar acara nonton bareng secara langsung saat keduanya berhubungan badan. Parahnya lagi, pasangan tersebut mengincar anak-anak dengan meminta bayaran Rp 5 ribu untuk sekali nonton.

Peristiwa miris yang sempat terjadi di Tasikmalaya itu terungkap pada bulan Juni lalu. Bisnis haram yang dilakukan oleh pasutri ES dan LA itu terungkap berkat laporan dari para orangtua yang mendengar rumor itu.

Baca juga: Sopir Travel Paksa Penumpang Wanita Lakukan Oral Seks

Setelah diselidiki polisi dengan memeriksa pelaku, ternyata rumor tersebut benar adanya. Ketua Komisi Perempuan Anak Indonesia (KPAI) Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto menyesalkan perbuatan pasutri yang mempertontonkan adegan dewasa di depan anak-anak.

"Laporan ini berawal dari para orangtua yang resah dengan kelakuan suami istri tersebut. Awalnya hanya informasi mulut ke mulut, sampai akhirnya pengakuan dari anak-anak yang pernah menonton dan membenarkan kejadian tersebut," ujar Ato Rinanto, Selasa (18/6/2019) dilansir dari Kompas.com.

Artikel Lainnya

Pemerintah sendiri sudah berusaha mengurangi akses video porno di Indonesia. Meski begitu, upaya pemerintah itu belum berhasil 100 persen. Video porno tersebut dengan mudahnya disebarkan dari satu ponsel ke ponsel lain atau dibagikan melalui media sosial.

Hal ini tentu berbahaya terutama jika dilihat anak di bawah umur. Apalagi dengan apa yang dilakukan pasutri asal Tasikmalaya tadi, membuka bisnis nobar adegan ranjang yang tentunya bisa merusak moral generasi muda.

Tags :