Gara-Gara Razia Skincare, Wajah Pelajar Sekolah Terancam Tidak Lagi Glowing Shining Shimmering
18 Agustus 2019 by Amadeus Bima
Apakah merawat kulit sendiri merupakan pelanggaran?
Seiring berkembangnya zaman, semakin banyak orang yang sadar untuk merawat diri dengan menggunakan skincare. Apalagi, polusi udara di kota-kota besar saat ini sudah sangat berbahaya ditambah dengan gaya hidup yang kerap tidak sehat. Jadi, memakai skincare dinilai sebagai salah satu agar kulit terutama kulit wajah nggak kusam-kusam banget.
Namun, dunia maya justru dihebohkan dengan razia skincare yang dilakukan di sebuah sekolah yang tidak disebutkan namanya. Razia tersebut dilakukan oleh anggota OSIS. Mereka merazia produk skincare seperti pelembap, facial wash, sunscreen, hingga lipbalm. Tak ayal, razia ini membuat netizen geram. Kecaman ramai-ramai dialamatkan kepada para anggota OSIS tersebut.
OSIS dinilai sudah melampaui batas kewenangan karena skincare tidak ada hubungan dengan kegiatan belajar mengajar. Namun, seorang dokter kecantikan bernama dr. Citra Sudarmono mengatakan bahwa pelajar nggak perlu-perlu banget sampai membawa skincare ke sekolah.
Baca juga: Simpel Tapi Penting Banget, 5 Produk Skincare Pria Ini Wajib Kamu Miliki
Sekolah kan tempatnya belajar, kalau bawa sunscreen buat apa. Sekolah kan biar anak fokus. Lagian kalau pakai sunblock ya di rumah. Di sekolah ya belajar," jelas dr. Citra Sudarmono dilansir dari Fimela.
tolong siapapun yang jadi osis,kalo razia jangan berlebihan gini :) ,emang skincare ngeganggu KBM? namanya juga manusia punya kebutuhan dan keperluan nya masing2. toh skincare juga ga ngerugiin sekolah,kalo mau razia,razia barang yang notabenya penting2 aja. #OSIS pic.twitter.com/AEUhk5r67A
— yasminmumtaz (@yasminmumtaz06) August 13, 2019
Menurutnya, skincare yang bisa dibawa oleh pelajar adalah lipbalm saja. Karena, cuaca di Indonesia memang terkadang bisa panas dan bikin bibir kering. Jadi, lipbalm diperlukan untuk mencegah bibir menjadi berdarah. Razia skincare juga kembali ke kebijakan yang dibuat oleh sekolah dan pasti ada alasan mengapa sekolah menerapkan kebijakan tersebut.
Tapi, hal sebaliknya diucapkan oleh influencer Rachel Vennya. Dia tidak setuju dengan razia tersebut karena skincare berbeda dengan makeup. Pelajar yang memakai riasan berlebih di sekolah memang tidak dibenarkan.
Entah itu memakai lipstik, bulu mata palsu, dll. Namun, beda halnya dengan skincare karena ini menyangkut kesehatan kulit pelajar.
Baca juga: 10 Langkah Skincare Routine ala Korea: Ribet Tapi Worth It
Terlepas dari lipstick/bedak atau blush on yg mgkin "berlebihan". WAJAR GAK KALO PELEMBAB BIBIR/BODY LOTION ATAU SISIR DISITA???. Kesehatan kulit ncur km ya krg kerjaan," tulis Rachel Vennya pada Instastorynya.
Rachel mengatakan bahwa di masa sekolahnya dulu tidak pernah ada razia seperti ini. Razia cuma seputar rok yang terlalu pendek atau rambut cowok yang gondrong. Bahkan, katanya dulu ada teman-temannya yang memakai softlens warna-warni, namun tidak mendapatkan sanksi apalagi dirazia oleh pihak sekolah.
Kalau menurut kamu sendiri, apakah razia skincare ini memang wajar dilakukan atau cuma penyaluran iri saja melihat teman-temannya yang memiliki wajah glowing?