Gara-gara Covid-19, 4 Juta Gadis di Seluruh Dunia Terancam Menikah Dini!

Ilustrasi pernikahan dini
Ilustrasi pernikahan dini | www.liputan6.com

Pandemi corona benar-benar membawa masalah dalam kehidupan sosial!

Selama masa pandemi Covid-19 ini, warga tidak bisa leluasa menyelenggarakan pernikahan seperti dulu. Soalnya, sekarang warga dilarang berkumpul dalam jumlah banyak untuk mencegah penyebaran virus corona. Jika masih ingin mengadakan pernikahan, maka hanya dapat diikuti oleh maksimal 5-10 orang yang meliputi keluarga inti saja. Itupun harus jaga jarak dan pakai masker.

Namun, lembaga amal World Vision justru memprediksi kalau 4 juta orang gadis di seluruh dunia, akan melangsungkan pernikahan dini gara-gara corona. Imbas corona selama 2 tahun ke depan ternyata memiliki pengaruh besar pada pernikahan dini. Menurut World Vision, orang tua terpaksa menikahkan anak perempuan mereka untuk mengurangi beban hidup.

Seperti diketahui, pandemi corona memang membuat ekonomi lesu. Banyak warga yang dipecat atau dirumahkan tanpa gaji selama berbulan-bulan. Kondisi ini tentu akan semakin berat jika di rumah ada banyak tanggungan. Ditambah, stigma di masyarakat yang patrilineal dan lebih mengutamakan laki-laki sebagai pencari nafkah.

Baca Juga: Bocah 14 Tahun ini Nikah Sama Tante-tante Hot, Netizen : Nggak Kebayang Malam Pertamanya!

Ketika Anda berada dalam masa krisis seperti perang, bencana alam atau pandemi, tingkat pernikahan anak selalu meningkat, ujar ahli pernikahan anak di World Vision, Erica Hall, Jumat (15/5).

Ilustrasi pernikahan dini
Ilustrasi pernikahan dini | www.liputan6.com

Jika kita tidak mulai berpikir bagaimana menghindari hal ini, maka akan terlambat selamanya. Kita tidak bisa menunggu pandemi ini selesai lebih dulu, baru memikirkannya, lanjutnya.

Tingkat pernikahan dini dipercaya akan semakin meningkat dengan semakin banyaknya sekolah yang ditutup. Sosialisasi mencegah pernikahan dini tentu sulit dilakukan. Organisasi yang menentang pernikahan dini juga tidak bisa berbuat banyak gara-gara beberapa negara menerapkan lockdown. Masa pandemi juga dipercaya akan meningkatkan kehamilan remaja di luar nikah.

Pasalnya, anak-anak perempuan akan kesulitan mengakses layanan kesehatan reproduksi. Jadi, saat hamil di luar nikah maka dia akan langsung dinikahkan dengan pasangannya. Informasi ini tak ayal membuat LSM yang menentang pernikahan dini, Girls Not Brides, khawatir. Mereka mengaku sudah mendengar informasi bahwa orangtua di beberapa negara akan memaksa anaknya menikah.

Baca juga: Viral Pernikahan Dini Bocah Umur 9 Tahun, Warganet Gerah Hingga Nyinyir: Udah Sunat Belum?!

Ilustrasi pernikahan dini
Ilustrasi pernikahan dini | www.liputan6.com

Praktik ini yang kami dengar dari India, Afrika, dan Amerika Latin. Beberapa orang mengatakan pandemi ini akan menyia-nyiakan pekerja yang sudah kami lakukan bertahun-tahun lamanya untuk mengurangi pernikahan anak, kata CEO Girls Not Bride, Faith Mwangi-Powell.

Sekolah sebenarnya melindungi anak-anak gadis. Tapi, ketika sekolah ditutup, maka risiko pernikahan dini semakin tinggi. Bahkan, setelah pandemi, banyak gadis yang sepertinya tidak lagi akan sekolah. Tapi, kami berusaha untuk mereka tetap sekolah, kata Mwangi-Powell.

Baca juga: Demi Menghindari Zinah, Kedua Bocah SD dan SMP ini Akhirnya Dipaksa Kawin Sama Ortunya!

Artikel Lainnya

Sementara itu, 12 juta gadis dilaporkan menikah sebelum mencapai usia 18 tahun setiap tahunnya. Artinya, dalam tiga detik ada satu orang gadis yang dipaksa menikah dini. PBB dalam laporannya juga menyebutkan pernikahan anak akan melonjak hingga 13 juta dalam 10 tahun ke depan, semuanya gara-gara corona.

Tags :