Cerita Haru Seorang Ayah yang Tak Bisa Apa-apa Melihat Anaknya Terseret Air Tanggul Pasirjati yang Jebol

air tanggul pasirjati yang jebol
Air tanggul pasirjati yang jebol | news.detik.com

Korban terserat 50 meter dari rumahnya

Jebolnya tanggul di Pasirjati di wilayah Bandung bagian timur ini memang membuat warga sekitar panik. Tanggul tersebut jebol karena hujan deras. Peristiwa ini tejadi pada hari Sabtu, 9 Februari 2019 dini hari.

Dilansir dari Detik.com, terdapat 6 rumah yang hancur akibat peristiwa menyedihkan ini. Rumah yang ambruk tersebut berlokasi di Pasirjati, Ujungberung, Bandung. Rumah-rumah di area itu hancur lantaran terbawa arus dari tanggul yang jebol pada Sabtu (9/2) tengah malam.

1.

Sampai saat ini ditemukan tiga orang tewas

air tanggul pasirjati yang jebol
Rumah warga hancur | news.detik.com

Tim SAR pun dikerahkan untuk mencari korban yang hilang dalam peristiwa tersebut. Menurut salah satu keterangan anggota SAR, Joshua pihaknya menyatakan bahwa sejauh ini terdapat 3 orang yang ditemukan sudah tewas dan lainnya masih dalam pencarian. Tim SAR pun juga menemui kendala dalam melakukan pencarian korban, karena arus yang cukup deras.

2.

Isak tangis di salah satu pemakaman korban

air tanggul pasirjati yang jebol
Suasana pemakaman salah satu korban | news.detik.com

Salah satu korban bernama Hani Nurwijayani (25) telah ditemukan meninggal dunia akibat bencana tersebut. Banyak warga sekitar yang juga ikut memenuhi proses pemakaman. Korban adalah salah satu warga yang menjadi korban akibat tanggul jebol di Komplek Jatiendah Regency, Dusun Pasirjati, Desa Jatiendah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung.

Korban dimakamkan di TPU Pasirjati, korban disalatkan di Masjid Al-Barokah. Tangis keluarga korban pun pecah saat proses pemakaman berlangsung.

3.

Menurut kesaksian ayah Hani Nurwijayani

air tanggul pasirjati yang jebol
news.detik.com

Ayah korban, Ajay Djajuli juga sangat terpukul atas bencana yang membuat nyawa anaknya melayang. Ia memberikan keterangan bahwa pada haris Sabtu (9/2/2019) air deras datang menerjang rumah akibat tanggul saluran drainase jebol.

"Pertama air masuk itu kecil dulu. Pas saya mau keluar, air menyembur besar. Terseret semua. Saya di situ jatuh, tapi masih sadar dan tahan nafas," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa saat kejadian itu berlangsung, ia bersama dua anaknya sedang di dalam rumah. Sementara istri dan satu anak lainnya sedang keluar.

"Kami bertiga, teteh (Hani) sama adiknya ada di dalam. Adiknya satu lagi sama ibunya lagi keluar rumah," imbuhnya.

Saat air tiba-tiba melanda rumahnya, ia sempat berusaha menyelamatkan diri dengan memegang barang yang berada di dalam rumahnya. Namun nahas, karena arus air yang terlalu deras, Hani ikut terseret dan tidak bisa menyelamatkannya.

"Saya merayap-rayap di dalam rumah. Kami berdua selamat, teteh tidak, terbawa aliran air," katanya.

Sementara Ajay dan 2 adik Hani berhasil selamat. Kondisinya beserta 2 anaknya hanya luka-luka. Sedangkan jasad Hani hanyut terseret sejauh 50 meter dari rumahnya.

"Terbawa air ditemukan di Gang Nata sudah meninggal dunia," tutup Ajay.

Artikel Lainnya

Bencana memang bisa terjadi di mana pun dan kapan pun tanpa bisa kita duga. Semoga korban jiwa dalam peristiwa ini bisa segera ditemukan. Dan keluarga yang ditinggalkan bisa diberikan ketabahan.

Tags :