Bercita-Cita Menjadi YouTuber, Dua Bocah Ini Melakukan Vlog Saat Keliling di Hutan Desa!

Bocah jadi youtuber
Bocah jadi youtuber | google.com

Kami mau ngevlog dulu ya gess!

Perkembangan zaman yang begitu cepat sekarang ini membuat anak-anak sudah semakin terbiasa dengan segala bentuk teknologi. Baru berusia setahun, orangtua sudah membekali dengan ponsel supaya anak-anaknya nggak terlalu ribut. Anak-anak pun akan lebih asyik bermain game atau menonton video sehingga orangtua nggak terlalu repot mengawasi.

Padahal, pengawasan dalam dunia digital juga nggak kalah pentingnya. Filter dalam diri anak-anak masih begitu kurang dan kamu tahu sendiri betapa buasnya internet kalau tidak diberikan filter. Segala sesuatu yang baik dan buruk bisa diakses dengan begitu gampangnya. Salah-salah, anak akan terpapar hal-hal yang tidak baik atau dewasa sebelum waktunya.

Contoh mudahnya, anak-anak sekarang sudah banyak meniru gaya para youtuber atau vlogger ternama. Kemana-mana selalu membawa hape, merekam diri sedang melakukan sesuatu dan mengunggahnya di media sosial. Seperti yang dilakukan oleh dua orang bocah ini. Mereka hendak melakukan vlogging saat sedang berjalan menyusuri gunung di desanya.

Baca juga: Anti Lowbat! Ini 5 Tips Hasilkan Vlog Keren Bermodal Smartphone

Bocah jadi youtuber
Bocah tiru gaya youtuber | instagram.com

Kalau dulu anak-anak main ke gunung atau tempat lain, biasanya lebih banyak ngobrol bersama teman sepermainan. Tapi, sekarang malah asyik bikin video sendiri seperti para Youtuber beken itu. Kedua bocah ini juga memakai istilah-istilah gaul khas para influencer. Namun, karena masih bocah dan belum mengerti apa-apa, mereka asal saja menyebutkan istilah tersebut.

hallo ges, ini kita ada digunung api gaes, lagi naik gunung ges, ini ade aq masih mabok ges, ini sendal aq tersesat gas, sandal aku bolong gaes, kita sudah sampe kuburan ges dan kita udah sampe rumah gas." tutur bocah tersebut.

Logat bicara, pemakaian istilah asing yang seenaknya serta kepolosoan mereka berdua, membuat netizen yang menontonnya menjadi terhibur. Mereka pastinya tidak begitu paham apa yang sedang mereka lakukan. Hanya merekam secara asal-asalan, mengulangi kata-kata yang sering mereka dengar saat menonton Youtube, dan membuat konten seadanya saja.

Baca juga: Lagi Asyik Bikin Vlog, Pria ini Nggak Sadar Kalau Ada "Hantu" Mondar-mandir Di Belakangnya

Artikel Lainnya

Tidak ada yang salah dengan hal ini. Kita harus mengapresiasi rasa percaya diri mereka untuk tampil di depan kamera seperti itu dan bisa ngomong ceplas ceplos dengan lancar. Satu hal, mereka belum siap menghadapi cyberbullying yang bisa saja datang kapan saja dari netizen.

Di sinilah peran orangtua untuk memberikan penjelasan dan sebaiknya menjauhkan mereka dulu dari segala bentuk eksistensi di media sosial yang terlalu dini. Kalau menurutmu bagaimana?

Tags :