Dianggap Bisa Atasi Hipotermia, Seorang Cowok Nekat Setubuhi Pendaki Wanita di Rinjani

ilustrasi hipotermia
ilustrasi hipotermia | www.instagram.com

Bersetubuh untuk atasi hipotermia, Basarnas sebut ajaran tersebut sesat

Beredar sebuah screenshot yang membuat kehebohan netizen media sosial. Bagaimana tidak, screenshot tersebut berisi pernyataan bahwa cara mengatasi hipotermia adalah dengan menyetubuhi. Sontak netizen langsung menghujat pernyataan tersebut.

Mengetahui kehebohan netizen terkait pernyataan tersebut, Basarnas angkat bicara. Basarnas jelaskan yang dimaksud 'skin to skin' untuk mengatasi hipotermia bukanlah dengan menyetubuhi.

1.

Sebut atasi hipotermia dengan bersetubuh

ilustrasi hipotermia
Sebut atasi hipotermia dengan bersetubuh | www.instagram.com

Screenshot berisi pernyataan yang menghebohkan netizen tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @willykurniawanid. Berikut isi pernyataan dalam screenshot tersebut.

“Yg paling darurat jika sdh sampai tahap hipo mesti disetubuhi. Gw pernah ada kasus cwek hipotermia hampir meninggal di gunung rinjani, segala cara udh dicoba tpi cewek ini gak membaik, akhirnya ada anak mapala yg berpengalaman yg nyaranin menyetubuhi cewek ini agar suhu tubuhnya hangat, akhirnya salah satu tman dkatnya cowoknya menyetubuhi cewek trsbt. Yg lucunya kami ada 20 org nungguin diluar tenda smbil nunggu si cowok melakukan itu sambil minum kopi :v Alhamdulillah stelah itu cewek itu trslamatkan,” tulisnya.

Akun @willykurniawanid yang mengunggah screenshot tersebut mengaku prihatin. Willy menyebut saat mendaki gunung banyak sekali tren-tren yang memprihatinkan sampai ke tindakan asusila seperti menyetubuhi orang yang terkena hipotermia.

Baca juga: Kost 'Drive Thru' di Blitar Kerap Jadi Langganan Pelajar Buat Mesum

2.

Tanggapan dari netizen

ilustrasi hipotermia
ilustrasi hipotermia | www.suara.com

Akun @willykurniawanid dalam caption postingan tersebut meminta tanggapan dari para netizen terkait pernyataan di atas. Netizen pun ramai-ramai tak menyetujui tindakan asusila tersebut. Bahkan banyak pula netizen yang menghujat pernyataan tersebut.

@andi_subagja: “Ah ini sih lucu bang, selama karir saya naik gunung ketemu para senior yang udah melanglang buana kemana-mana ngobrol tentang teori pendakian dan baca bukunya, nggak pernah ada teori seperti ini. Sulit untuk tidak di-bully nih orang”

@sibolang_ilang: “Kurang nya edukasi + banyak nya akun gunung yang hanya share postingan nya saja.. tetapi share postingan penglurusan biar tidak salah kaprah dalam pemahaman”

@cendyseptiansyah: “Kurang edukasi, dan pengalaman mendaki faktor utamanya sehingga mereka melakukan cara yg salah karena faktor ketidaktahuan”

@ishlah84: “Sapa sih yg posting, itu gk bermoral”

3.

Basarnas sebut pernyataan tersebut sesat

ilustrasi hipotermia
cara mengatasi hipotermia yang benar | travel.tribunnews.com

Mendengar pernyataan tersebut, Basarnas langsung angkat bicara untuk meluruskan cara mengatasi hipotermia yang benar. Basarnas menegaskan cara mengatasi hipotermia dengan cara skin to skin tapi bukan menyetubuhi.

Dikonfirmasi oleh Kompas, Kepala Bagian Humas Badan SAR Nasional, Suhri Sinaga meluruskan pernyataan tersebut.

“Menurut saya, itu enggak benar cara menanganinnya. Kalau yang kami pernah pelajari, cukup dengan mengganti pakaian dan memakai selimut saja. Tidak ada itu metode menyetubuhi, itu ajaran sesat!” ujar Suhri.

Lantas bagaimana cara melakukan skin to skin yang benar kepada seseorang yang terkena hipotermia?

Hipotermia adalah kondisi di mana mekanisme tubuh mengalami kesulitan untuk mengatur suhu tubuh pada tekanan suhu dingin di mana suhu tubuh di bawah 35 derajat.

Adapun metode 'skin to skin' yang diperbolehkan adalah bersentuhan dengan kulit, bisa saling berpelukan, misalnya di dalam sleeping bag untuk mengembalikan suhu badan ke angka normal. Tentunya skin to skin ini harus dilakukan dengan sesama gender, bukan sebaliknya.

Artikel Lainnya

Jadi mengatasi hipotermia dengan cara menyetubuhi adalah tindakan tidak benar ya. Sebagai pengguna media sosial kita harus tetap bijak dalam menyampaikan informasi, apalagi jika informasi tersebut belum tentu benar. Dan sebagai penerima informasi, kita juga harus pandai dalam memilah mana informasi yang benar dan mana yang salah.

Tags :