Sekte Aliran Sesat di Taiwan Digerebek, Para Pengikutnya Ternyata Harus Siap Mati!

Saat digerebek, polisi menemukan banyak benda yang biasa digunakan untuk kekerasan.
Saat digerebek, polisi menemukan banyak benda yang biasa digunakan untuk kekerasan. | hype.grid.id

Aliran ini dipimpin oleh orang yang mengaku sebagai Buddha

Aliran sesat yang disusuli dengan prevensi aparat bukan hanya terjadi di Indonesia. Beberapa waktu silam, dilansir dari Hype.grid.id (29/09), polisi di Taiwan baru saja menggerebek sebuah perkumpulan yang dianggap sebagai sekte aliran sesat. Sekte itu dipimpin oleh Lin Hsin-yue (61) yang mengaku bahwa dirinya adalah Buddha.

Lewat penggerebekan itu, polisi berhasil 'menyelamatkan' 19 orang yang menjadi pengikut sekte yang dinamai “Zhonghua Rixing Yishang”. Lantas, mengapa 19 orang itu dianggap sebagai korban yang harus diselamatkan oleh pihak kepolisian meskipun mereka adalah pengikut sekte sesat itu sendiri?

Saat digerebek, polisi menemukan banyak benda yang biasa digunakan untuk kekerasan.
Benda-benda yang digunakan untuk memukuli para pengikut. | hype.grid.id

Pasalnya, sekte itu memang memiliki syarat-syarat yang dinilai tidak manusiawi dalam mempraktikkan kepercayaannya. Biro investigasi mengumpulkan data-data yang memperlihatkan aktivitas sekte itu. Lewat data tersebut, dapat diketahui bahwa sekte itu sebenarnya sudah diikuti oleh pengikut yang jumlahnya sudah mencapai 100 orang.

Baca juga: Kim Jong Un Dikabarkan Siapkan 2.000 Gadis Perawan untuk Hibur Para Pejabat Korut

Namun, fakta yang paling mengejutkan kepolisian bukanlah jumlah pengikutnya, melainkan ritus-ritus yang mereka lakukan dalam sekte itu. Para pengikut sekte itu seolah masuk ke dalam perangkap saat mereka memutuskan untuk mempelajari aliran tersebut.

Saat digerebek, polisi menemukan banyak benda yang biasa digunakan untuk kekerasan.
Bekas luka pada tubuh salah satu pengikut sekte. | hype.grid.id

Mereka tidak diperbolehkan memegang ponsel, dan tidak sedikit pengikut yang dipukuli habis-habisan karena berusaha kabur. Di lokasi penggerebekan pun polisi menemukan benda-benda tumpul seperti batang tongkat, kayu, plastik, pipa logam, dan benda-benda lainnya yang biasa digunakan untuk memukuli pengikut yang dianggap tidak patuh terhadap nilai-nilai yang mereka ajarkan.

Baca juga: Kisah Kelam Zaman Orba hingga Kapal Hantu, 5 Misteri Ini Populer Sampai Mancanegara

Benda-benda itu pun tidak hanya digunakan untuk memberi hukuman saja. Pemukulan-pemukulan itu sendiri memang rutin dilakukan karena sekte itu percaya bahwa ritus yang mereka lakukan dapat mengusir setan yang bersarang dalam jiwa setiap orang.

Artikel Lainnya

Orang yang melakukan pemukulan-pemukulan itu adalah pemimpin sekte sekaligus sebagai orang yang memiliki hak untuk mengesahkan eksekusi. Pemukulan-pemukulan yang dilakukan di sana pun tampaknya cukup brutal karena ada salah satu anggota sekte bernama Fang yang sampai meregang nyawa karena dipukuli.

Pada saat itu terjadi, sang pemimpin sekte yang dianggap para pengikutnya sebagai “Buddha Hidup” pun sempat melarikan diri. Namun kali ini, dia tidak bisa lolos dari kejaran polisi setelah sekte yang dipimpinnya sudah berjalan sejak tahun 2008.

Tags :