Trump Akui Kedaulatan Israel di Dataran Golan, Awal Episode Baru Peperangan di Timur Tengah?

Pasukan sedang mengamati situasi di Dataran Tinggi Golan. | www.independent.co.uk

Israel caplok sana-sini, tuman!

Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah kekuasaan Israel berujung pada protes keras dunia internasional.

Banyak negara menganggap Trump sudah mengangkangi Dewan Keamanan PBB dalam masalah sengketa wilayah ini. Bahkan, tidak sedikit yang menganggap keputusan ini akan jadi pemicu munculnya episode baru perang di Timur Tengah.

Lalu, bagaimana sebenarnya situasi Dataran Tinggi Golan yang sangat genting ini?

1.

Trump tandatangani deklarasi kedaulatan Israel

Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu menandatangani deklarasi kedaulatan Dataran Tinggi Golan atas Israel. | www.reuters.com

Dilansir dari Kompas, Rabu (27/3), kisruh masalah Dataran Tinggi Golan ini dipicu dengan penandatanganan deklarasi kedaulatan wilayah antara AS dan Israel.

Penandatanganan deklarasi itu dilakukan Donald Trump dengan disaksikan oleh Perdana Menteri Israle Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pada hari Senin (25/3) lalu.

Netanyahu pun memberikan apresiasi atas keputusan Trump yang dianggap berani dan bersejarah.

“Keputusan Anda untuk mengakui kedaulatan Israel atas Golan sungguh langkah yang bersejarah,” ucap Netanyahu dalam pertemuan itu.

2.

Picu perang Timur Tengah

Saat ini, beberapa tank sudah terlihat berjaga di Dataran Tinggi Golan pasca memanasnya situasi. | www.reuters.com

Keputusan arogan ini mendapatkan banyak kecaman keras dari dunia internasional seperti, Indonesia, Turki, Rusia, dan negara-negara anggota Liga Arab.

Mereka menganggap keputusan Trump dengan memberikan pengakuan pada wilayah yang memikiki status quo seperti Dataran Tinggi Golan hanya akan membuat perang kembali pecah di Timur Tengah.

“Perang kekuatan akan mendominasi. Ini adalah sebuah jalan menuju perang,” ucap juru bicara Majelis Rendah Rusia, Vyacheslav Volodin saat melakukan pertemuan dengan Presiden Lebanon, Michel Aoun.

Volodonin juga mengajak seluruh komunitas internasional agar bersatu dan menyuarakan masalah Dataran Tinggi Golan di PBB.

“Seluruh anggota komunitas internasional harus menyuarakan pendapat mereka terhadap masalah ini,” tegasnya.

3.

Kekuasaan Israel tidak diakui PBB

Sisa-sisa Perang Enam Hari 1967 di Timur Tengah yang membuat Israel mencaplok Dataran Tinggi Golan. | www.magnumphotos.com

Pendudukan Israel di Dataran Tinggi Golan dari Suriah sudah terjadi sejak tahun 1981 atau 14 tahun setelah Perang Enam Hari 1967. Sejak saat itu, suasana panas selalu menyelimuti daerah tersebut.

Namun, PBB dengan tegas melalui Dewan Keamanan PBB menyebut pendudukan Dataran Tinggi Golan oleh Israel telah batal demi hukum tanpa efek hukum internasional, dan posisinya tidak berubah dari kekuasaan Suriah.

Pernyataan tegas PBB terkait masalah wilayah Dataran Tinggi Golan ini telah dituangkan dalam Resolusi Desember 1981.

Artikel Lainnya

AS dan Israel memang negara yang dikenal memiliki hubungan yang sangat dekat. Namun, sikap gegabah keduanya dalam urusan Dataran Tinggi Golan hanya membuat suasana dunia internasional makin panas.

Semoga PBB dan dunia internasional bisa memberikan dukungan pada Suriah dan menindak tegas aksi main caplok yang dilakukan oleh Israel, karena kalau didiamkan saja bakal tuman!

Tags :