Freedom Farm, Peternakan yang Beri Harapan Hidup untuk Hewan Cacat di Israel

Freedom Farm
Freedom Farm | www.youtube.com

Hewan yang cacat di Freedom Farm mendapatkan perawatan kesehatan

Memberikan kasih sayang kepada setiap makhluk adalah kewajiban manusia. Memang, segala sesuatu yang diciptakan di bumi ini bisa dimanfaatkan manusia untuk kepentingan hidupnya. Namun hal ini tidak lantas membuat manusia mempunyai hak untuk mengeksploitasi alam. Justru, manusia harus bisa menyelamatkan alam yang semakin hari semakin habis dimakan kerakusan manusia itu sendiri.

Salah satu yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan alam adalah dengan merawat hewan. Tidak perlu mempunyai hewan peliharaan untuk menunjukkan kasih sayang pada hewan, kamu bisa merawat hewan-hewan liar di jalanan. Seperti Freedom Farm di Israel yang rawat hewan cacat

1.

Menampung dan merawat hewan cacat

Freedom Farm
Freedom farm | www.hurriyetdailynews.com

Freedorm Farm, sebuah tempat yang menjadi penampungan dan penyelamatan hewan cacat. Dalam tempat penampungan ini, terdapat puluhan hewan cacat. Salah satunya adalah Miri, seekor keledai berkaki tiga. Ada juga Gary, domba dengan kaki depan yang dilindungi kawan, dan Omer seekor kambing yang buta.

Freedorm Farm terletak di Moshav Olesh, Israel. Tempat ini adalah satu-satunya tempat yang menampung dan melindungi hewan-hewan cacat di Israel. Freedom Farm sudah didirikan oleh seorang aktivis perlindungan hewan, Adit Romani (52 tahun) dan mantan pengusaha, Meital Ben Air (38 tahun) yang sempat bekerja di bidang teknologi.

Freedom Farm tidak hanya menjadi tempat pelindungan hewan-hewan cacat, Freedom Farm juga menjadi pusat pendidikan bagi para pengunjung yang datang. Ada juga 240 hewan yang dikembang biakkan di Freedom Farm untuk dikonsumsi.

Baca Juga: Terinspirasi Usai Tonton Pasutri Pamer Adegan Dewasa, Bocah ini Hampir Cabuli Balita 4 Tahun!

2.

Ingin membuka kepedulian manusia terhadap hewan cacat

Freedom Farm
Freedom farm | www.thejakartapost.com

“Jika Anda ingin membuka hati orang pada hewan-hewan cacat, maka kita harus membawa mereka lebih dekat,” ujar Romano sambil membelai dua babi bernama Yossi dan Omri, dikutip dari Tempo.co, Rabu (14/3).

Romano mengatakan bahwa beberapa hewan cacat yang ditampung di Freedom Farm dibawa oleh para peternak yang ingin agar hewan-hewan cacat milik mereka diselamatkan. Sisanya, orang-orang dari Freedom Farm menemukan hewan-hewan tersebut terlantar.

Menurut Ben Ari, anak-anak dengan kebutuhan khusus selalu menikmati kunjungan di Freedom Farm. Mereka bisa bertemu hewan-hewan di lahan yang luasnya hampir lima hektar dengan dilengkapi pada rumput, gudang gandung, dan kandang-kandang hewan.

Baca Juga: Muhammad Mursi Roboh dan Meninggal di Tengah Prosesi Persidangannya. Siapa Ia Sebenarnya?

3.

Freedom Farm adalah harapan

Freedom Farm
Freedom farm | dunia.tempo.co

Freedom Farm ini merupakan sebuah komunitas pertanian di Israel tengah. Pendatang baru di Freedom Farm adalah Nir, seekor sapi berusia lima bulan. Salah satu kaki Nir remuk dan terpaksa harus diamputasi. Kini Nir bisa berjalan lagi dengan menggunakan kaki palsu.

“Saya khawatir tentang masa depan kemanusiaan dan kawasan ini menjadi harapan,” ujar Shira Breuer (56 tahun), salah satu pengunjung Freedom Farm yang datang bersama ayahnya yang sudah berusia 84 tahun.

Banyak pengunjung yang merasa harus berkunjung ke Freedom Farm. Mereka melihat betapa hewan-hewan ini dirawat dengan baik. Hewan dengan kondisi yang seakan tidak terselamatkan pun kembali memiliki harapan di Freedom Farm.

Artikel Lainnya

Freedom Farm melakukan penggalangan dana melalui internet untuk biaya pembuatan anggota tubuh buatan dan perawatan kesehatan para hewan. Langkah tersebut harus ditempuh karena biaya untuk menjalankan Freedom Farm tentu tidak sedikit, sekitar USD 1 miliar atau Rp 14 miliar dibutuhkan Freedom Farm setiap tahunnya.

Tags :