Tolak Jalur Tol Yogyakarta Menyambung Bandara, Sri Sultan: Kita Nggak Dapat Apa-Apa

Sri Sultan HB X Tolak Kehadiran Tol Yogyakarta-Bandara YIA
Sri Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas. | www.telegraph.co.uk

Sri Sultan HB X tegas menolak kehadiran tol Yogyakarta yang tidak akan memberikan keuntungan pada masyarakt.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X menolak rencana pembangunan tol Yogyakarta yang terintegrasi langsung dengan bandara baru Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo.

Rencana integrasi tersebut dinilai hanya akan merugikan masyarakat di DIY, khususnya di Kulon Progo karena membuat berbagai kalangan tidak bisa merasakan berkah pembangunan bandara baru.

Lalu, solusi apa yang diberikan Sri Sultan terkait tol Yogyakarta? Berikut penjelasannya.

1.

Tolak tol yang menyambung bandara YIA

Sri Sultan HB X Tolak Kehadiran Tol Yogyakarta-Bandara YIA
Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X (Baju merah) bersama jajaran Kementerian Perhubungan meninjau pembangunan Bandara Yogyakarta International Airport di Kulon Progo, DI Yogyakarta, Rabu (24/4). | www.liputan6.com

Sri Sultan dengan tegas menolak kehadiran tol Yogyakarta yang rencananya akan menyambung langsung dengan bandara YIA di Kulon Progo.

Hal ini dikarenakan kerugian secara ekonomi yang akan diterima masyarakat DIY diberbagai daerah karena pengunjung yang menggunakan fasilitas bandara baru akan langsung diterima oleh jalan tol.

“Adanya bandara itu untuk pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta. Kalau turun dari airport diterima tol, Yogyakarta dapat apa?,” tanya Sri Sultan dikutip dari Kompas.com, Rabu (19/6).

“Kita tidak dapat apa-apa, makan saja tidak,” ungkapnya.

Baca Juga: Suasana Memanas, KPU Sebut Bukti Link Berita Tim Prabowo Tidak Sah di Depan Hakim MK

2.

Pertanyakan infrastruktur yang dibangun di DIY

Sri Sultan HB X Tolak Kehadiran Tol Yogyakarta-Bandara YIA
Sri Sultan Hamengku Buwono X saat berbincang dengan Menhub, Budi Karya Sumadi. | www.liputan6.com

Munculnya wacana integrasi tersebut membuat Sri Sultan mempertanyakan adanya berbagai rencana pembangunan di Yogyakarta salah satunya adalah jalan tol.

Sultan juga mempertanyakan untuk apa dibangun bandara baru jika itu tidak bisa memberikan dampak positif untuk masyarkat di sekitarnya.

“Kalau tol bermanfaat, mari kita bicara. Kalau masyarakat Kulon Progo tidak dapat apa-apa, untuk apa dibangun tol? Apa juga dibangun bandara?” ucap Sri Sultan.

Baca Juga: Drama Perlindungan Saksi di Sidang MK Memanas, BPN dan TKN Berdebat Sengit!

3.

Maksimalkan JJLS

Sri Sultan HB X Tolak Kehadiran Tol Yogyakarta-Bandara YIA
Penumpang terlihat keluar dari area bandara pasca melakukan pendaratan pertama di Yogyakarta International Airport, Kulon Progo, DIY. | www.medcom.id

Pemerintah daerah di Yogyakarta pun lebih menyukai pemaksimalan jalur Jalan Lintas Selatan atau JJLS sebagai salah satu moda infrastruktur untuk menghubungkan berbagai wilayah DIY dengan bandara YIA.

Selain itu, penggunaan kereta api juga dinilai lebih memberikan dampak positif untuk membangun industri dan ekonomi wilayah Yogyakarta yang dikenal sebagai daerah pariwisata.

“Jadi (bandara) bisa diakses dengan melalui Jalan Deandels, JJLS, lewat jalan nasional dan kemudian menggunakan kereta api. Jalan Deandels itu akhirnya nanti lewat di bawah terminal airport,” jelas Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo.

JJLS sendiri saat ini diakui Hasto juga sedang dalam proses pelebaran jalan sehingga bisa menjadi jalur utama berbagai kalangan untuk bisa mengakses bandara YIA dan wilayah lain di Yogyakarta.

Artikel Lainnya

Polemik pembangunan infrastruktur jalan tol diberbagai daerah di Indonesia memang kerap memunculkan pro dan kontra baik di masyarakat maupun pimpinan provinsi.

Keputusan Gubernur DIY untuk menolak kehadiran tol Yogyakarta yang tersambung langsung dengan bandara YIA memang patut diacungi jempol.

Hal ini tidak lepas dari akan adanya potensi masyarakat kehilangan keuntungan ekonomi dengan kehadiran bandara baru YIA di Kulon Progo.

Tags :