Sidang Digelar, Mantan PM Malaysia yang Korupsi Ratusan Juta Dollar Terancam 100 Tahun Penjara!

Mantan PM Malaysia Korupsi
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak | www.scmp.com

Hukumannya hampir 100 kali lebih berat dari Papa Setnov!

Skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang menjerat mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak mulai memasuki babak baru.

Pasca melakukan persidangan pada Rabu (3/4), Najib Razak mendapatkan 42 dakwaan dari pengadilan dan ancaman hukuman hingga 100 tahun penjara.

Lalu, bagaimana bisa mantan orang nomor satu ini melakukan tindak pidana korupsi?

1.

Transfer ke rekening pribadi

Mantan PM Malaysia Korupsi
Najib Razak didakwa melakukan korupsi dan pencucian uang proyek pemerintahan Malaysia 1MDB. | www.kalw.org

Dilansir dari Kompas, Rabu (3/4), Najib Razak memiliki tiga dakwaan utama yaitu korupsi, pencucian uang, dan penyalahgunaan jabatan.

Dakwaan ini dilayangkan setelah ada dugaan transfer 42 juta ringgit atau sekitar Rp 146,2 miliar ke rekening pribadi Najib yang berasal dari anak usaha 1MDB SCR International.

2.

Dugaan korupsi yang mencapai 681 juta dollar AS

Mantan PM Malaysia Korupsi
Puluhan koper berisi uang dan perhiasan disita oleh petugas anti korupsi Malaysia dari kediaman Najib Razak. | edition.cnn.com

Najib Razak juga mendapat gugatan dari Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS) yang menyebut adanya praktik korupsi dan penyelewengan dana 1MDB sebesar 4,5 miliar dollar AS atau setara Rp 63,9 triliun.

Dirinya juga dikabarkan sudah mengantongi uang 681 juta dollar AS atau sekitar Rp 9,6 triliun saat periode jabatan 2011 sampai 2014.

Jaksa penuntut umum pun sudah menyerahkan dokumen setebal hampur 3.000 lembar yang berisi terkait kasus korupsi Najib Razak.

Dengan jumlah 42 dakwaan menyasar Najib, maka jika dirinya terbukti bersalah, Najib akan dipenjara hingga lebih dari 100 tahun lamanya.

3.

Skandal yang membuat kalah

Mantan PM Malaysia Korupsi
Skandal korupsi ini membuat Najib Razak harus kalah dari Mahathir Mohamad dalam pemilihan perdana menteri tahun 2018. | www.todayonline.com

Skandal korupsi jutaan dollar AS ini juga membuat Najib Razak kalah dalam pemilihan perdana menteri pada bulan Mei 2018.

Kepercayaan pada Najib yang hancur membuat Mahathir Mohamad yang berada dikubu oposisi akhirnya terpilih naik menjadi PM Malaysia.

Mahathir pun langsung meminta kasus 1MDB dibuka kembali dan ditelurusi hingga akhirnya Najib Razak ditangkap lembaga anti korupsi malaysia MACC pada Juli 2018.

4.

Tiga hari penggeledahan rumah

Mantan PM Malaysia Korupsi
Najib Razak harus siap dengan ancaman hukuman 100 tahun penjara. | www.bloomberg.com

Petugas kepolisian pun memerlukan waktu yang cukup lama untuk bisa mengumpulkan barang bukti dan hasil korupsi dari Najib Razak yang sangat besar.

Ada 22 orang petugas yang dikerahkan dalam waktu tiga hari untuk menggeledah rumah Najib. Polisi juga memerlukan enam buah mesin penghitung uang untuk bisa mengetahui jumlah uang yang disembunyikan Najib di kediamannya.

Artikel Lainnya

Kasus Najib Razak ini mengingatkan kita pada tersangka mega proyek e-KTP, mantan ketua DPR RI Setya Novanto.

Namun, berbeda dengan Najib Razak yang harus siap menerima hukuman super berat 100 tahun penjara, Setya Novanto hanya mendapatkan hukuman yang cukup ringan yaitu 15 tahun.

Semoga, pemerintah Indonesia bisa semakin tegas dalam menghukum para tersangka korupsi karena mereka yang membuat bangsa Indonesia menjadi susah maju dan rakyat sengsara.

Tags :