Sebut Akan Pulangkan Warga Australia Sebagai Jenazah, Turki Klarifikasi Pernyataan Kontroversi Erdogan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
Pernyataan kontroversi Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan membuat pemerintah Australia geram. | www.nbcnews.com

Bikin Australia marah besar!

Pemerintah Turki segera memberikan klarifikasi atas pernyataan kontroversi presidennya, Recep Tayyip Erdogan terkait tragedi terorisme yang terjadi di Selandia Baru beberapa waktu yang lalu.

Hal ini tidak lepas dari terpancingnya amarah dari pemerintah Australia atas pernyataan ‘ofensif’ Erdogan yang menyebut akan mengembalikan warga Australia di Turki dalam peti mati jika mempertahankan sikap anti-Islam.

Lalu, akankah klarifikasi ini akan meredakan amarah pemerintah Australia?

1.

Pernyataan ofensif Erdogan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
Erdogan mengeluarkan pernyataan 'ofensif' yang menyebut akan memulangkan WN Australia sebagai jenazah jika memiliki pemahaman anti-Islam. | www.wsj.com

Hubungan panas Australia-Turki yang terjadi beberapa hari terakhir tidak lepas dari pernyataan kontroversi Erdogan dalam pidatonya di Antalya.

Erdogan dengan tegas mengecam aksi terorisme yang dilakukan warga negara Australia di dua masjid Selandia Baru dan gerakan anti-Islam yang tersebar di seluruh dunia.

Dalam pidatonya, Erdogan mengancam pada pihak-pihak yang menebar teror anti-Islam di Turki akan bernasib menjadi jenazah.

Dia juga menyinggung Pertempuran Gallipoli antara Kekhalifahan Ottoman yang berhasil menaklukan pasukan Inggris, Australia, dan Selandia Baru.

“Kami berada di sini seribu tahun, dan akan terus di sini hingga kiamat. Insya Allah. Buyut kalian datang dan pulang dalam peti mati. Saya tidak ragu kalian juga bakal bernasib sama seperti itu,” ucap Erdogan dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (20/3).

Baca Juga: Dapat Ratusan Juta, 'Eggboy' Sumbangkan Semua Pada Korban Tragedi Masjid Selandia Baru

2.

Mendapat kecaman keras dari Selandia Baru dan Australia

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
PM Australia, Scott Morrison mengecam keras pernyataan Erdogan. |

Pernyataan Erdogan ini memantik kecaman keras dari Selandia Baru dan Australia karena sangat tidak tepat dan hanya memperkeruh keadaan.

Selandia Baru pun akan segera meminta klarifikasi pada Erdogan dengan mengirimkan wakil perdana menterinya langsung ke Turki.

“Wakil Perdana Menteri kami akan mempertanyakan komentar tersebut di Turki,” ucap PM Selandia Baru, Jacinda Ardern dikutip dari Jawa Pos, Jum’at (22/3).

Sedangkan Australia masih akan menunggu pernyataan resmi dari pemerintahan Turki terkait pernyataan tersebut sebelum menentukan langkah tegas seperti apa yang akan dilakukan.

“Saya akan menunggu apa tanggapan dari pemerintah Turki sebelum mengambil tindakan lebih lanjut,” ucap PM Australia Scott Morrison.

“Tetapi saya dapat memberitahu Anda bahwa semua opsi akan saya pertimbangkan,” tegasnya.

Baca Juga: Kenang Korban Tragedi Christchurch, Selandia Baru Kumandangkan Azan di TV Nasional

3.

Turki sebut adanya salah paham

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
Direktur Komunikasi Kepresidenan Turki, Fahrettin Altun menyebut adanya kesalahpahaman dan salah arti terkait pernyataan yang dikeluarkan oleh Erdogan. | tr.euronews.com

Pemerintahan Turki lewat Kantor Kepresidenan pun angkat bicara dan memberikan klarifikasi terkait pernyataan ‘ofensif’ Presiden Erdogan.

Mereka menyebut jika telah terjadi salah pengartian dari pernyataan Erdogan yang juga dibawa keluar konteks pembicaraan.

Erdogan sendiri bermaksud merespon manifesto teroris yang menyebut anti-Islam, anti-Imigran, dan mendukung white supremacy.

“Kata-kata Presiden #Erdogan sangat disayangkan telah dibawa keluar konteks,” ucap Direktur Komunikasi Kepresidenan Turki, Fahrettin Altun lewat akun Twitter dikutip dari Anadolu Agency, Kamis (21/3).

Artikel Lainnya

Pernyataan kontroversi yang disampaikan Erdogan terkait tragedi Christchurch memang tidak terlalu tepat dan cenderung ofensif.

Semoga langkah diplomasi bisa diambil Turki, Australia, maupun Selandia Baru dalam meluruskan masalah ini. Dunia baru saja bersedih kehilangan 50 nyawa di Christchurch, Selandia Baru. Kita tidak perlu bersedih kembali karena perpecahan yang sebabkan lebih banyak nyawa melayang.

Tags :