Permukaannya Mirip Mars Kuno, Pulau Baru Ini Muncul dari Dalam Samudra Pasifik!

Pulau Hunga Tonga-Hunga Ha’apai | www.newsweek.com

Apa kata NASA?

Seorang ilmuwan NASA mengunjungi pulau yang usianya baru empat tahun. Pulau yang muncul dari balik Samudra Pasifik ini sebelumnya pernah tertangkap citra satelit. Apa kata NASA mengenai kemunculan pulau baru tersebut?

1.

Pulau baru muncul di tahun 2015

Pulau Hunga Tonga-Hunga Ha’apai | edition.cnn.com

Di akhir tahun 2014, para ilmuwan sadar bahwa satelit-satelit buatan yang mengitar bumi tengah menaruh perhatian pada puncak vulkanik yang muncul dari dalam wilayah perairan Tonga, Samudra Pasifik. Kemudian di awal tahun 2015, erupsi berakhir dan sebuah pulau baru muncul.

Pulau tersebut membentang antara dua pulau kecil lainnya yang usianya lebih tua. Pulau kecil ini kemudian disebut Hunga Tonga-Hunga Ha’apai yang merupakan gabungan dari nama dua pulau kecil lainnya.

Seorang ilmuwan NASA, Dan Slayback, fokus pada penginderaan jauh satelit untuk melihat erupsi dan merancang cara untuk melihat pulau baru tersebut secara langsung. Pada Oktober tahun lalu, Slayback dan rekan-rekannya mengunjungi pulau baru tersebut.

“Kami semua seperti anak sekolah yang kegirangan. Sangat menakjubkan pandangan saya dan sangat berharga berada di sana untuk beberapa hal,” ujar Slayback pada blog NASA.

2.

Bertahan hidup lebih lama dari pulau baru lainnya

Ilmuwan NASA mengunjungi pulau Hunga Tonga-Hunga Ha’apai | svs.gsfc.nasa.gov

Sebagian besar pulau baru akan menghilang hanya dalam waktu beberapa bulan, seperti yang diprediksi oleh para ilmuwan. Namun, pulau baru ini memiliki cara bertahan hidup dengan cara yang unik. Analisis yang dilakukan oleh NASA di tahun 2017 mengungkapkan bahwa harapan hidup pulau ini adalah 6 hingga 30 tahun.

Pulau ini merupakan salah satu dari pulau yang muncul akibat aktivitas vulkanik yang mampu hidup beberapa bulan lebih lama dalam 150 tahun terakhir. Slayback juga mengungkapkan bahwa pulau ini merupakan yang pertama bertahan sejak satelit mulai mengamati bumi.

3.

Mirip dengan Mars kuno

Pemandangan di Pulau Hunga Tonga-Hunga Ha’apai | beautifulnow.is

Selama berada di pulau itu, Slayback dan tim mengumpulkan sejumlah data untuk membantu para ilmuwan mengasah kembali model yang digunakan untuk mengubah gambar satelit ke ketinggian. Slayback juga membawa beberapa bebatuan dengan izin dari perwakilan Tonga. Mereka berharap data yang mereka dapatkan bisa membantu para ilmuwan untuk memahami dan memprediksi waktu yang dibutuhkan pulau ini untuk bertahan.

Meski demikian, Slayback dan timnya melihat bahwa ketinggian lebih dramatis dibandingkan perkiraan para ilmuwan. Oleh sebab itu, pulau baru itu tidak sesuai dengan ekspektasi yang mereka bayangkan sebelum menginjakkan kaki di sana. Ilmuwan NASA begitu tertarik dengan pulau ini karena menurut mereka pulau tersebut mirip dengan Mars kuno.

Artikel Lainnya

Hal menarik lainnya dari pulau ini adalah misteri yang ditemukan Slayback dan timnya ketika mereka baru saja tiba di pulau itu.

Mereka menemukan gumpalan material dengan warna pucat keluar dari kerucut gunung berapi. Gumpalan tersebut bukanlah abu vulkanik, dan merupakan lumpur lengket. Slayback pun masih bingung dengan kemunculannya. Ia mengatakan perlu diadakan penelitian lebih dalam untuk mengenal dan memahami pulau itu.

Tags :