Penjual Pecel Lele Dikeroyok Karena Pesanan Lama Datang, Pelaku: Gue Anggota!

Pengeroyokan
Pengeroyokan penjual pecel lele di Bekasi |

Anggota apaan nih?

Hari Minggu (10/3) lalu, terjadi pengeroyokan terhadap penjual pecel lele di Jalan Raya Jatimakmur, Pondok Gede, Kota Bekasi, pada pukul 02.00 dini hari. Berdasarkan pengakuan korban yang bernama Achmad Junaidi (42), pemukulan tersebut disebabkan oleh kekesalan pelaku karena pesanannya dianggap lama.

Pelaku berjumlah dua orang dan disebut oleh korban berbadan tegap dan datang ke warungnya dengan menggunakan motor Vixion. Mereka memesan saat korban masih menyiapkan dagangannya. Sehingga saat pesanan mereka lama datang, mereka langsung emosi dan mengeroyok Junaidi.

Dari kesaksian adik korban yang saat itu berada di TKP, para pelaku tidak hanya mengeroyoknya, mereka juga mengancam seraya mengaku sebagai anggota.

“Dia (pelaku) teriak-teriak gitu, "Gue anggota, gue ratain semua ini, ambil senjata, ambil senjata. Besok gue ratain semua nih," Ujar Salahudin, seperti dilansir dari Kompas.com.

Pengeroyokan
Pelaku pengeroyokan mengaku sebagai 'anggota' |

Salahudin yang saat itu berada di TKP sempat berupaya membantu kakaknya yang dikeroyok. Namun ia sendiri justru ikut dianiaya menggunakan balok. Usai memukuli korban, kedua pelaku langsung melarikan diri menaiki motornya dan hingga kini masih belum tertangkap.

Ciri-ciri pelaku pun diingat jelas oleh Salahudin. Dilansir dari Kompas.com, Salahudin menyatakan bahwa pelaku pertama berbadan besar dan berkulit gelap.

“Yang satu berkulit hitam, usia sekitar 45. Kemerja warna merah marun, celana panjang dia naik motornya Vixion,”

“Yang kedua tinggi besar, kulitnya agak putih, usia sekitar 43, pakai kaos warna hitam, celana panjang. Dia yang bawa balok atau kaso ya kita nyebutnya, dia dapat dari sekitar TKP," tutur Salahudin mendeskripsikan kedua pelaku.

Salahudin pun mencurigai keduanya berada dalam pengaruh minuman keras. Menurutnya, tercium aroma alkohol dari kedua pelaku.

Artikel Lainnya

Akibat dari pengeroyokan tersebut, Salahudin mengalami luka di tangannya dan Junaidi mendapat luka parah di wajahnya hingga dilarikan ke Rumah Sakit Kramat Jati, Jakarta Timur. Junaidi pun harus dirawat di rumah sakit selama 6 hari karena luka-lukanya.

Kejadian nahas ini langsung dilaporkan oleh korban ke Polsek Pondok Gede dan hingga kini jejak pelaku masih ditelusuri oleh polisi. Semoga pelaku lekas tertangkap dan dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Tags :