Pemimpin Kelompok Ekstremis Rasis Ku Klux Klan di Amerika Tewas Ditembak Sang Istri Saat Tidur

Ku Klux Klan pada tahun 1948 | thoseconspiracyguys.com

Sang istri mengaku telah membunuh dan membuang mayat suaminya

Frank Ancona, pemimpin Ku Klux Klan di negara bagian Missouri, AS, telah meninggal dunia sejak dua tahun dalam sebuah insiden berdarah. Kasus kematian Ancona kini ramai kembali diberitakan dan sebuah fakta yang sangat mengejutkan akhirnya mencuat dan membantu pengungkapan kematian Ancona.

1.

Pengakuan istri Frank Ancona

Frank dan Malissa Ancona | thegirlsun.com

Malissa Ancona, istri dari Frank Ancona, memberikan pengakuan yang sangat mengejutkan dan tak terduga. Malissa mengaku bahwa ia telah menembak mati suaminya dan membuang mayatnya ke sungai untuk menghilangkan jejak.

Sebagaimana diberitakan oleh BBC, Sabtu (20/4), akibat perbuatannya ini Malissa divonis hukuman penjara seumur hidup. “Saya menembakkan dua tembakan yang membunuh suami saya,” ujar Malissa kepada Hakim Wendy Wexler Horn.

Malissa mengungkapkan bahwa dirinya sempat membersihkan dinding kamar tidur yang terkena bercak darah untuk mengaburkan barang bukti. Tidak hanya itu, Malissa pun melepaskan sprei di kasurnya sebelum ia membuat mayat Frank di Belgrade pada Februari 2017 lalu.

Setelah ia melakukan tindakan keji tersebut, Malissa melapor bahwa suaminya hilang dan meminta suaminya agar segera kembali. Malissa membuat pengumuman palsu tersebut melalui unggahannya di Facebook.

2.

Malissa membuat laporan palsu

Frank Ancona | brokenshins.com

Beberapa hari setelah Malissa membuat unggahan di Facebook, mayat Frank ditemukan di dekat sungai. Laporan dari ABC menyebutkan bahwa Malissa pada awalnya mengatakan kepada polisi bahwa anak laki-lakinya, Paul Jinkerson, menembak Frank saat sedang tidur dengan pistol 9mm.

Jinkerson pun akhirnya ikut terseret dakwaan bersama sang ibu. Meski demikian, Jinkerson tetap kukuh bahwa ia tidak terkait dengan masalah ini.

Catatan pengadilan menyebutkan bahwa Frank telah mengajukan gugatan cerai untuk Malissa. Selama persidangan berlangsung, ayah dari Frank mengatakan bahwa putranya dibunuh karena berencana akan menceraikan Malissa.

3.

Tangis putri Ancona di persidangan

Malissa Ancona | www.riverfronttimes.com

Sang putra pun bahkan mengatakan bahwa Malissa Ancona adalah perempuan yang mengerikan. Tragisnya, putri korban, Carolyn Ancona sangat terpukul dengan kasus yang menimpa keluarganya ini.

Dengan berlinang air mata, Carolyn menghadiri persidangan kasus pembunuhan ayahnya yang dilakukan oleh ibunya sendiri. “Dia tidak pantas menerima ini. Tidak ada yang pantas menerima ini,” ujar Carolyn.

Pengakuan dari Malissa ini cukup mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, kasus kematian Frank Ancona telah terjadi dua tahun lalu dan kini kasusnya dibuka lagi karena pengakuan dari sang istri. Kini Malissa pun telah dijatuhi hukuman pidana akibat tindakan keji yang ia lakukan pada Frank Ancona.

Artikel Lainnya

Adapun Frank Ancona adalah salah satu anggota dari kelompok Ksatria Amerika Tradisionalis dari Ku Klux Klan (TAKKK). Frank Ancona sempat menjadi pemimpin Ku Klux Klan untuk negara bagian Missouri, Amerika Serikat. Kelompok ini mengaku dirinya sebegai organisasi Kristen Patriotik Putih dan mempromosikan kembali akar awal kelompok Ku Klux Klan (TAKKK) pada awal abad ke-20.

Tags :