Ngeri! Kasus Covid di India Meningkat Drastis Hingga Banyak Mayat Tergeletak di Jalan

Ilustrasi
Ilustrasi | unsplash.com

Jenazah overload sampai krematorium kewalahan.

Lonjakan kasus infeksi virus Covid-19 di India saat ini tercatat sebagai rekor kenaikan tertinggi di dunia. Meski India sempat berada dalam fase aman pada tahun 2020 lalu, namun kini penyebaran Covid-19 di negara itu semakin parah. Bahkan, kasus Covid-19 di India disebut sebagai yang paling parah nomor dua setelah Amerika Serikat.

BACA JUGA: 14 Kejahilan Bocah Ini Bisa Bikin Orangtua Senam Jantung Melihatnya, Siap Punya Anak?

Ilustrasi
Kasus Covid-19 di India meningkat hingga mayat tergeletak di jalan | www.instagram.com

Kenaikan korban secara drastis tercatat mulai tanggal 15 April 2021, dimana jumlah orang yang terinfeksi mencapai lebih dari 200.000 kasus. Sejak saat itu, angka kasus harian Covid di India tak pernah kurang dari 200.000 orang per hari.

Lonjakan kasus Covid-19 itu pun berdampak pada banyaknya jumlah korban meninggal. Dari hari ke hari jumlah jenazah terus bertambah. Hingga akhirnya banyak krematorium kewalahan mengurus jenazah yang harus dikremasi.

BACA JUGA: 12 Foto Kocak Ini Tunjukkan Orang yang Gunakan Soal Matematika Saat Belanja

Pemerintah India sendiri telah menghimbau tempat-tempat krematorium untuk meningkatkan kapasitasnya dalam melakukan kremasi mayat. Akan tetapi, masih banyak jenazah yang mengantre untuk dikremasi.

Ilustrasi
Ilustrasi krematorium | www.bbc.com

Seperti yang terjadi di salah satu tempat krematorium terbesar di Delhi bernama Nigambodh Ghat. Krematorium itu telah meningkatkan kapasitasnya dari 36 menjadi 63 tumpukan kayu untuk satu kali proses pembakaran. Namun, krematorium yang terhubung dengan 6 rumah sakit Covid-19 itu masih kewalahan menangani banyaknya jenazah yang datang.

Tempat kremasi yang disediakan masih belum cukup, hingga beberapa orang terpaksa menunggu di luar untuk upacara teerakhir dengan ambulans berbaris. Bahkan, beberapa mayat sampai dibiarkan tergeletak di sepanjang jalan selama berjam-jam untuk menunggu giliran kremasi.

BACA JUGA: Deretan Kasus Penghinaan Nabi Muhammad yang Sempat Heboh di Indonesia, Terbaru Mengaku Nabi ke-26!

Ilustrasi
Ilustrasi upacara sebelum kremasi jenazah yang terinfeksi Covid-19 | www.google.com

Menurut pengakuan seorang pekerja krematorium bernama Rajiv Agrawal, beberapa jenazah terpaksa menunggu di luar krematorium hingga 12 jam.

"Kami telah menyiapkan beberapa tempat untuk mayat Covid-19. Setiap tumpukan kayu membutuhkan 2-3 jam untuk terbakar," ujar Agrawal.

Menanggapi hal itu, petugas medis yang membawa jenazah dari rumah sakit pun pasrah. Sebab kebanyakan krematorium di India memang overload.

"Siapapun yang datang harus menunggu setidaknya beberapa jam," ujar pekerja medis yang membawa mayat dari rumah sakit ke krematorium.

Meski begitu, petugas krematorium membantah jika ada mayat yang dibakar di jalan setapak. Semua jenazah tetap dikremasi di dalam krematorium seperti biasanya.

Artikel Lainnya

Miris sekali melihatnya ya? Semoga krematorium di India bisa segera menemukan solusi terbaik untuk menangani lonjakan jenazah yang datang. Dan yang pasti, semoga infeksi virus corona di seluruh dunia bisa segera teratasi dan kita bisa hidup bebas dari pandemi.

Tags :