Mobil Tangki Pertamina Dibajak Oleh Serikat Pekerja, Ternyata Motifnya Karena Hal Ini!

Tangki Pertamina
Pembajakan tangki Pertamina di depan Istana Negara, Senin (18/03) | Keepo.me

Padahal tangki Pertamina mudah terbakar dan bahaya

Peristiwa pembajakan mobil tangki Pertamina pada Senin (18/3) pagi membuat masyarakat terkejut. Pasalnya mobil tangki Pertamina merupakan kendaraan yang mudah terbakar sehingga aksi pembajakan membawa tangki yang membawa biosolar tersebut ke depan Istana Negara jelas sangat berbahaya.

Pembajakan kedua tangki Pertamina tersebut dilakukan pada pagi hari pukul 05.00 WIB saat baru keluar dari Depo Pertamina Plumpang, sebelum memasuki Tol Ancol.

Dua mobil tangki Pertamina tersebut lantas dibawa ke tengah-tengah massa aksi Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT) yang sedang melangsungkan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara. Mereka menuntut kenaikan upah dan kesejahteraan bagi pekerja di perusahaan milik negara tersebut.

Tangki Pertamina
Polisi menetapkan lima tersangka pelaku pembajakan Tangki Pertamina | Keepo.me

Polisi pun menyelidiki lebih lanjut aksi pembajakan yang menghebohkan itu. Berdasar laporan kepolisian, aksi pembajakan sudah direncanakan satu hari sebelumnya di posko SP-AMT Plumpang. Seorang oknum berinisial N pun diduga sebagai otak di balik pembajakan tangki Pertamina.

Hingga kini, kepolisian sudah menetapkan 5 orang sebagai tersangka pembajakan mobil tangki Pertamina. Sedangkan 12 orang dimasukkan ke dalam DPO dan masih menjadi buronan.

Baca Juga: Massa Bajak Dua Mobil Tangki Pertamina dan Dibawa Ke Depan Istana!

Lalu, kenapa N dan 4 kawannya yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka nekat melakukan pembajakan berbahaya tersebut?

Dilansir dari Merdeka.com, aksi nekat itu dilandaskan pada kekecewaan mereka atas pemerintah dan perusahaan mereka yang tidak kunjung mendengarkan tuntutan mereka. Sehingga dengan membajak mobil milik Pertamina, mereka berharap dapat mencuri perhatian Pemerintah dan Pertamina.

Baca Juga: Trik SPBU Nakal Dan Solusi Mengatasinya

SP-AMT selaku organisasi yang melangsungkan demo juga mewartakan bahwa aksi demo dan pembajakan itu merupakan buah kekesalan mereka akan PHK sepihak yang dilakukan dua anak perusahaan Pertamina.

Perwakilan SP-AMT, Wadi Atmawijaya menuturkan bahwa terdapat 148 orang yang di-PHK sepihak oleh kedua anak perusahaan Pertamina lewat pesan singkat semata.

Artikel Lainnya

Meski berbahaya dan berpotensi menyebabkan bencana, namun kedua Mobil Tangki Pertamina tersebut sudah kembali dengan aman. Pemerintah pun diharapkan dapat mendengar aspirasi masyarakat dan mempertimbangkannya.

Tags :