Merasa di Atas Angin, TKN Jokowi-Maruf Klaim Debat Kedua Hancurkan Jargon Prabowo!

TKN Jokowi-Maruf mengklaim jika debat kedua sudah menghancurkan jargon milik Capres 02 Prabowo Subianto. | www.liputan6.com

TKN: Selamat tinggal jargon Prabowo

Pasca debat kedua pilpres 17 Februari 2019 yang lalu, dua kubu timses saling klaim jika paslonnya unggul dalam debat. Salah satu yang kini ramai dilontarkan adalah klaim hancurnya jargon Prabowo yang selama ini di gaungkan oleh kubu Prabowo-Sandi.

Klaim kehancuran jargon ini tidak lepas dari munculnya pengakuan kepemilikan lahan oleh Prabowo di Kalimantan dan Aceh. Pernyataan ini pun dianggap sebagai senjata makan tuan karena ‘menampar’ jargon milik Prabowo sendiri.

Lalu, benarkah kehancuran jargon Prabowo ini akan membuat Jokowi-Maruf di atas angin?

1.

Jargon yang akhirnya ’menampar’ Prabowo sendiri

Prabowo saat melakukan debat kedua hari Minggu (17/2). | www.liputan6.com

Dilansir dari Medcom, Sekretaris TKN Jokowi-Maruf, Hasto Kristiyanto mengklaim jika isu tanah dalam debat kedua menjadi kunci kemenangan Jokowi. Isu soal tanah juga dianggap sebagai tamparan keras untuk jargon kubu Prabowo yang selama ini sering digaungkan dalam kampanye.

“Selamat tinggal jargon Prabowo. Sebab, ternyata dia menjadi bagian dari segelintir elite yang menguasai lahan yang begitu luas tersebut,” ucap Hasto di Jakarta, Rabu (20/2).

2.

Jokowi juga dianggap lebih pro rakyat dengan program bagi sertifikatnya

Sekretaris TKN Jokowi-Maruf, Hasto Kritiyanto menilai jika Jokowi memiliki program yang lebih merakyat daripada Prabowo. | m.jawapos.com

Hasto juga mengakui jika program bagi-bagi sertifikat tanah oleh Jokowi lebih realistis dan melindungi rakyat kecil dari pada program-program yang ditawarkan oleh Prabowo. Dirinya juga memastikan jika kebijakan Jokowi tidak akan memberikan para elite kekuasaan lahan yang besar.

“Dipastikan tidak akan megambil kebijakan bagi-bagi lahan, atau pemberian ijin besar-besaran atas penguasaan lahan kepada elite,” tambah Hasto.

3.

Amin Rais ikut disebut sebagai elite pemilik lahan

Sosok Amien Rais ikut terseret, dirinya juga dianggap sebagai elite penguasa lahan di Yogyakarta. | www.liputan6.com

Bukan hanya Prabowo saja, Hasto juga menyebut nama Amien Rais menjadi bagian dari elite yang memiliki banyak lahan terutama di Yogyakarta. Hal ini dianggapnya sebagai pukulan yang benar-benar telak pada kubu Prabowo.

“Sebab sosok seperti Prabowo dengan tanahnya yang begitu luas, dan demikian halnya dengan Amien Rais dengan lahan-lahannya di Yogyakarta langsung mati kutu dan jargon kampanye tanah dikuasai elit pun menjadi tidak laku, dipatahkan oleh politik pertanahan kerakyatan Jokowi tersebut,” ujar Hasto dilansir dari Merdeka, Rabu (20/2).

4.

BPN Prabowo-Sandi anggap pernyataan TKN ngelantur

Wakil ketua BPN Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso menganggap pernyataan Hasto sangat ngelantur. | www.era.id

Tidak tinggal diam, BPN Prabowo-Sandi memberikan tanggapan atas pernyataan Hasto Krisyanto. Lewat wakil ketua BPN Priyo Budi Santoso, dirinya merasa apa yang diucapkan Hasto merupakan hal ngelantur yang tidak benar.

“Pandangan pak Hasto ini terlalu jauh dan ngelantur kalau sampai mengait-ngaitkan sejauh Amien Rais. Apalagi mengatakan pandangan pak Jokowi yang dianggap pro kerakyatan,” ucap Priyo dilansir dari detikcom, Rabu (20/2).

5.

Pertanyakan keberanian Jokowi ungkap elite tanah di belakangnya

Jokowi mendapat tantangan untuk mengumumkan elite penguasa lahan yang menjadi pendukungnya. | www.beritamoneter.com

Priyo juga mempertanyakan tanggungjawab moral Jokowi yang merupakan presiden terkait pengungkapan elite tanah yang ada di kubunya. Dirinya menantang Jokowi untuk membuka siapa saja elite tanah yang berada dalam timnya selama ini.

“Saya setuju pernyataan sepenuhnya Direktur Eksekutif WALHI yang mengatakan bahwa berani tidak pak Jokowi membuka kaitan penguasaan lahan ini dari tim internal pemerintahannya. Saya setuju. Kalau itu tidak dilakukan, ibarat menepuk air di dulang terpercik ke muka sendiri,” tambah Priyo.

Artikel Lainnya

Suasana pasca debat kedua pilpres kali ini memang semakin memanas. Terlebih setelah muncul klaim kemenangan Jokowi saat debat kedua. Tapi, benarkah dengan adanya klaim kemenangan dan kehancuran jargon Prabowo ini bisa membuat Jokowi-Maruf menang di pemilihan esok?

Patut kita simak dalam puncak Pilpres 17 April 2019 mendatang.

Tags :