Jokowi Sudah Kantongi Komposisi dan Nama Menteri Barunya, Porsi Koalisi 'Gendut'?

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. | www.medcom.id

Jokowi segera mengumumkan susunan kabinetnya,partai koalisi dan profesional muda pun akan berkolaborasi dalam jajaran menteri. Siapa saja ya?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui sudah memiliki susunan komposisi menteri untuk Kabinet Kerja Jilid II periode 2019-2024.

Meskipun belum terbuka, namun Jokowi menyebutkan akan ada bongkar pasang menteri hingga kolaborasi partai koalisi dengan kalangan profesional muda untuk mengisi kursi menteri selanjutnya.

Seperti apa susunan kabinet menteri baru Jokowi selanjutnya?

1.

Kombinasi partai dan profesional

Jokowi saat berdiskusi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dan Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (29/6/2016). | beritagar.id

Jokowi memastikan akan segera menyampaikan susunan kabinet pemerintahannya yang akan tersaji dalam formasi Kabinet Kerja Jilid II.

Jokowi pun memastikan akan ada kombinasi antara partai pendukungnya dengan kalangan profesional untuk mengeksekusi seluruh kebijakan pemerintahan 2019-2024. Komposisi itu pun disebut memiliki porsi 60 banding 40.

“Sudah, sudah (menyusun kabinet), secepatnya (diumumkan),” ungkap Jokowi dikutip dari CNN Indonesia, Jum’at (12/7).

“Kira-kira 60 (partai), 40 (profesional) atau 50:50. Kira-kira itu,” tambahnya.

Baca Juga: Sinyal Positif Pindah! Pemerintah RI Contek Cara Brasil Pindahkan Ibu Kota!

2.

Dilema koalisi ‘gendut’

Deklarasi dukungan pada pasangan Jokowi-Ma'ruf yang dilakukan oleh Sekjen Partai PDI-P, PPP, Hanura, NasDem, PSI, PKB, PKPI, Golkar, dan Perindo. | www.liputan6.com

Jokowi pun sempat disebut kebingungan dengan jatah porsi menteri yang diminta oleh partai koalisi pendukungnya yang selama ini dikenal ‘gendut’.

Hal ini tidak lepas ada 9 partai yang selama kontestasi pilpres mendukungnya dari awal, yaitu PDIP, Golkar, NasDem, PKB, PPP, Hanura, PSI, Perindo, dan juga PKPI. Juga kabar merapatnya Partai Demokrat dalam koalisi Jokowi.

Namun, Jokowi memastikan tidak akan kebingungan dengan permintaan jatah menteri yang diketahui sudah diajukan oleh sejumlah petinggi partai seperti Suharso Monoarfa (PPP), Muhaimin Iskandar (PKB), dan Surya Paloh (NasDem).

“Ya enggak apa-apa mau minta 10, mau minta 11, mau minta 9. Kan enggak apa-apa, wong minta aja,” ucap Jokowi saat ditemui di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jum’at.

Baca Juga: Impor Sektor Migas Melonjak, Jokowi Tegur Keras Menteri ESDM dan BUMN!

3.

Minta menterinya harus muda

Calon presiden terpilih dan wakil presiden terpilih, Jokowi dan Ma'ruf Amin. | news.detik.com

Susunan menteri muda pun sempat menjadi salah satu perbincangan hangat pasca kemenangan Jokowi di Pilpres 2019.

Mantan Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu pun memastikan akan meminta seluruh partai untuk memberikan kader-kader muda terbaik untuk mengisi posisi menteri. Namun jika tidak ada maka akan diambil dari kalangan profesional muda.

“Saya minta dari partai juga ada (kader) yang muda. Ada dari profesional juga (yang tergolong muda untuk posisi menteri),” jelas Jokowi.

“Kalau enggak ada dari partai ya kita cari sendiri. Profesional muda kan sekarang banyak,” tambahnya.

Jokowi juga membuka peluang bagi menteri-menteri lamanya bertahan dalam kabinet namun tidak menutup kemungkinan dilakukannya bongkar pasang.

“Banyak (yang dipertahankan). Ya nanti dilihat, kalau keluar dilihat,” ungkapnya.

Artikel Lainnya

Susunan kabinet pemerintahan Jokowi jilid II memang sangat ditunggu oleh banyak pihak terutama masyarakat Indonesia terutama dengan banyaknya partai yang mendukung Jokowi dalam koalisi.

Jokowi pun memastikan akan adanya kolaborasi profesional muda dengan kader-kader partai politik untuk bekerja membangun bangsa dalam periode pemerintahan selanjutnya.

Semoga susunan kabinet Jokowi kali ini bisa benar-benar membuat rakyat makin sejahtera dan Indonesia semakin disegani di seluruh dunia.

Tags :