Hancurkan Pemakaman Muslim Uighur, Upaya Memberangus Identitas?
01 Januari 2020 by Lukyani
Pemakaman muslim Uighur dihancurkan dengan tidak terhormat
Hasil penyelidikan yang diungkap oleh kantor berita AFP dan analisis foto satelit memperlihatkan kondisi mengejutkan tentang nasib muslim Uighur di Provinsi Xinjiang China. Negeri Tirai Bambu terungkap telah menghancurkan pemakaman turun-temurun milik keluarga muslim Uighur.
Dihancurkan demi pembangunan kota

Pihak otoritas setempat menyebut kebijakan menghancurkan pemakaman turun-temurun milik keluarga muslim Uighur dilakukan demi pembangunan kota dan peremajaan kuburan tua.
Meski demikian, warga Uighur yang tinggal di pengasingan mengatakan penghancuran makam itu bertujuan untuk memberangus identitas dan mengontrol seluruh aspek kehidupan muslim Uighur.
"Ini adalah bagian dari upaya China untuk memberangus segala bentuk bukti tentang siapa kami. Kebijakan ini membuat kami jadi seperti etnis Han China," kata Salih Hudayar, muslim Uighur yang mengatakan makam kakek buyutnya sudah dihancurkan, seperti dilansir laman Telegraph, dikutip dari Merdeka.com
Baca Juga: Soal Uighur, Netizen Kecam PBB dan Pemerintah Indonesia
"Itu sebabnya mereka menghancurkan semua situs sejarah, pemakaman, untuk membuat kami terputus dari sejarah, dari para nenek moyang kami," katanya.
Peghancuran makam dengan cara yang tidak terhormat

Tahun lalu kelompok etnis Uighur yang tinggal di luar negeri pun melaporkan otoritas China yang saat ini sedang berupaya membuat aturan pengelolaan pemakaman sebagai bagian dari pengawasan pemerintah hingga ke aspek paling pribadi dari warganya..
Hasil penyelidikan terbaru menyebutkan bahwa penghancuran pemakaman turun-temurun milik keluarga muslim Uighur ini dilakukan dengan cara-cara yang sama sekali tidak menghormati makam.
Baca Juga: PA 212 Tegur Pesta Tahun Baru, Pemprov DKI: Kita Gelar Nikah Massal dan Tausiah!
Jurnalis AFP bahkan menemukan tulang belulang manusia yang tercerai berai di tiga lokasi. Sementara itu, di lokasi lain kuburan dijadikan hanya tumpukan batu.
Diintimidasi hingga ditahan di kamp

Sekitar satu juta etnis Uighur yang mayoritas merupakan muslim dikumpulkan di sejumlah kamp di Xinjiang. Alasan pemerintah melakukan ini adalah untuk menyingkirkan ekstremisme dan separatisme.
Salah satu mantan tahanan di kamp Xinjiang yang diwawancarai the Telegraph menceritakan bagaimana dia mengalami penyiksaan di kamp. Selain itu, ia pun mengaku dipaksa untuk menghafal propaganda Partai Komunis China dan meninggalkan agama Islam.
Baca Juga: Kisah Pastor di Banyuwangi, Bangun Musala Agar Tamu Muslim Bisa Sholat
Warga Uighur yang tidak ditahan pun mendapatkan intimidasi dengan sejumlah aturan ketat. Misalnya, larangan berjenggot dan memakai hijab.
Analisis foto satelit dari Earthrise Alliance memperlihatkan pemerintah China, sejak tahun 2014 telah meratakan sedikitnya 45 makam milik warga Uighur, termasuk 30 di antaranya dalam dua tahun terakhir.
Pemerintah Xinjiang pun sejauh ini tidak memberikan respons terkait permintaan tanggapan atas kabar ini.
"Penghancuran ini bukan hanya soal persekusi agama," kata Nurgul Sawut yang lima generasi keluarganya dimakamkan di Yengisar, sebelah barat daya Xinjiang, dikutip dari Merdeka.com.
"Ini lebih jauh dari itu," kata Sawut yang kini tinggal di Australia dan sempat pulang ke Xinjiang pada 2016 untuk menghadiri pemakaman sang ayah.
"Kalau makam dihancurkan, itu berarti memutus rantai sejarah siapa pun yang dikuburkan di tanah itu.", tutup Sawut.