Gempa 6,9 SR Berpotensi Tsunami Menerjang Banten, Seorang Tewas dan 139 Rumah Rusak

Kondisi salah satu rumah warga yang mengalami kerusakan usai gempa 6,9 SR di Sinarjaya, Mandalawangi, Jum'at (2/8). | news.detik.com

Akibat terjangan gempa 6,9 SR yang berpotensi tsunami di Banten, polisi mendapati seorang warga tewas dan 139 rumah rusak berat dan ringan.

Gempa bumi bermagnitudo 6,9 Skala Ritcher (SR) yang menerjang Banten membuat 139 rumah warga mengalami rusak berat maupun ringan pada Jum’at (2/8) malam.

Usai gempa yang juga terasa hingga Jakarta itu, polisi juga mengabarkan ada seorang warga Banten yang meninggal dunia.

Lalu, seperti apa situasi kerusakan yang disebabkan gempa Banten? Berikut laporannya.

1.

Ratusan bangunan rusak

Kondisi GOR Pasir Ona usai diterjang gempa di Rangkas Bitung, Banten, Jum'at (2/8) malam. | kl.antaranews.com

Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi menyampaikan laporan kerugian usai kawasan pesisir Banten diterjang gempa bumi 6,9 SR.

Dia menjelaskan jika gempa bumi berpotensi tsunami yang terjadi di lepas pantai Banten itu membuat ratusan rumah dan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan.

“Dapat kami himpun kerugian materil rumah berjumlah 139 unit, masjid empat unit, gor satu unit,” jelas Kombes Edy dikutip dari Detik.com, Sabtu (3/8).

Baca Juga: Atasi Polusi Jakarta, Anies Instruksikan Kendaraan Tua Dilarang Melintas!

2.

Satu orang dikabarkan meninggal dunia

Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi. | poskotanews.com

Kombes Edy juga menyampaikan ada seorang warga Banten yang meninggal dunia usai terjangan gempa yang memiliki potensi tsunami tersebut.

Namun, Edy memastikan jika korban meninggal dunia bukan dikarenakan runtuhan bangunan tetapi akibat serangan jantung.

“Korban jiwa meninggal dunia satu (orang), bukan karena gempa tapi sakit jantung,” ungkap Edy.

“Karena suasana gempa tadi dia meninggalnya bukan tertimpa (reruntuhan) karena gempa,” lanjutnya menjelaskan.

Sedangkan jumlah korban luka berdasarkan catatan kepolisian hanya berjumlah satu orang saja dan mengalami luka ringan.

Baca Juga: Balita Jadi Satu-Satunya Korban Selamat, Ini Fakta Pilu Kecelakaan Maut di Tangerang

3.

Gempa berpotensi tsunami

Bangunan rumah rusak berat usai diterjang gempa di Cibitung, Banten, Jum'at (2/8). | www.dream.co.id

Warga kawasan pesisir Banten pada Jum’at (2/8) malam dikejutkan dengan gempa bumi dengan magnitudo 6,9 SR yang terjadi selama kurang lebih 2 menit.

Peringatan dini potensi tsunami pun sempat diumumkan oleh BMKG selama 2 jam sejak pukul 19.35 hingga 21.35 WIB dengan jumlah daerah yang diminta untuk siaga dan waspada bencana tsunami sebanyak 18 wilayah.

Titik gempa sendiri diketahui berada di lepas pantai dengan jarak 147 km arah barat daya dari Sumur, Banten dengan kedalaman 10 km. Getaran gempa sendiri dikabarkan dirasakan hingga Jakarta, Bogor, Yogyakarta, hingga Bali.

Artikel Lainnya

Bencana gempa bumi 6,9 SR berpotensi tsunami yang menerjang Banten pada Jum’at (2/8) malam memang membuat banyak orang terkejut dan khawatir.

Namun, syukurnya bencana gempa tidak membuat banyak jatuh korban jiwa. Bantuan kepada seluruh warga yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi juga diharapkan segera bisa disalurkan agar bisa mengurangi beban.

Pentingnya pendidikan mitigasi bencana dikawasan rawan gempa seperti Indonesia seperti ini harus menjadi prioritas pemerintahan kedepannya. Semoga pemerintah bisa terus melakukan evaluasi agar Indonesia bisa menjadi negara yang tahan bencana alam.

Tags :