Balada Pilpres! Usai Hadiri Acara Jokowi, Wanita ini Diduga Dipecat Dari Kantornya!

Nurullita
Nurullita |

Wah...

Kabar mengejutkan dari salah seorang wanita bernama Nurullita (40), hanya gara-gara menghadiri acara relawan bersama capres Joko Widodo (Jokowi) di Sentul, Bogor beberapa waktu lalu. Keesokan harinya Nurullita mengklaim langsung dipanggil oleh atasan dan diminta menandatangani surat pemberhentian. Atasannya juga menyinggung soal sikap Nurullita yang menghadiri acara relawan Jokowi.

Hari Senin itu juga saya langsung dipecat dan saya menandatangani surat pemecatan tersebut. 'Kamu memilih Jokowi, tapi kamu mencari makan di sini, malu dong,' itu kalimat terakhir dia (atasan), kata Nurullita menirukan ucapan atasannya.

Setelah dipecat, ditemani Relawan Habib Relasi Jokowi (Harjo), Nurllita mengadu ke Kemenater, ia memaparkan pemecatannya dilakukan pada 25 Februari lalu, sehari setelah Nurullita menghadiri acara relawan bersama capres Joko Widodo (Jokowi) di Sentul, Bogor.

Lebih lanjut menurut Nurullita, ia sempat meng-upload foto dan video terkait acara itu, tapi dampaknya, karena tindakannya itu, ia justru menjadi bahan olok-olokan rekan kerjanya di grup WhatsApp.

Hari Minggu tanggal 24 Februari, saya mengunjungi di acaranya Bapak Jokowi, dalam perjalanan itu saya sudah mulai di-bully, ujar Nurullita di gedung Kemenaker, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (21/3/2019).

Nurullita
Nurullita | news.detik.com

Perusahaan angkat bicara

Kasus Nurullita yang putus kerja setelah menghadiri acara relawan capres Joko Widodo (Jokowi) di Sentul, Bogor pun membuat mantan perusahaan tempat ia bekerja dulu angkat bicara. Pihak perusahaan dengan jelas membantah kalau dia (Nurullita) dipecat karena mendukung Jokowi.

Lebih lanjut, Komisaris PT Pelopor Pratama Lancar Abadi, Merry Puspitasari menampik ada pemecatan sepihak ke Nurullita. Merry menegaskan, kalau perusahaan sama sekali tidak mengeluarkan surat pemutusan hubungan kerja (PHK).

Apa sudah ditanya ke Bu Lita surat pemberhentiannya atau surat PHK-nya? Perusahaan kan begitu, mau dipecat, mau di-PHK kan ada suratnya, ujarnya

Kalau ada pemecatan pasti ada surat. Bu Lita ada surat nggak diterima sama dia? Orang dia keluar, keluar sendiri. Tahu-tahu ada berita, saya jadi bingung, sambungnya.

Menurut Merry, dirinya tidak menganulir soal ledekan rekan kerja yang diterima Nurullita di grup WhatsApp, namun Merry mengklaim itu hanya bercandaan semata. Bahkan Merry mengklaim kalau tidak ada pemecatan.

Ya namanya bercandaan, ada orang tersinggung. Dia tersinggung, terus minta maaf sama teman-teman, ngundurkan diri, itu salah saya? Namanya temen-temen, anak-anak buah yang share jadi dicandain. Nggak suka kali dia, baper, mengundurkan diri. Saya salahnya di mana coba. Orang dia sendiri, ucapnya

Nurullita
Nurullita | news.detik.com
Artikel Lainnya

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kasus Nurullita ini malah membuat Merry merasa namanya tercemar karena disebut melakukan PHK sepihak. Merry menyebut kalau Nurullita tidak dipecat, tapi mengundurkan diri.

Sementara itu, Kementrian Ketenagakerjaan (Kemenaker) juga sudah menganalisis laporan Nurullita, pihaknya menyebut kalau Nurullita juga sudah menerima pesangon atas pemecatannya.

Untuk tindakan selanjutnya, pihak Kemenaker akan memanggil pihak terkait.

Kalau saya baca (laporannya) sekilas, dia sudah terima pesangonnya. Kalau sudah terima pesangonnya, kompensasinya, berarti sudah terima PHK-nya. Tapi karena ditanya, saya paling jawabnya sekilas seperti itu, dan kita mesti panggil dulu para pihak. Apakah nanti pimpinan setuju atau bagaimana saya belum bisa pastikan. Karena memang... kalau perlu untuk di-clear-kan, kita akan panggil, kata Kepala Seksi Pemberdayaan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Secara Bipartit Direktorat PPHI Kemenaker Ferry Saragih saat dimintai konfirmasi detikcom.

Tags :