Aksi Terorisme di Selandia Baru Mengguncang Perdamaian Dunia, Ini Langkah yang Bisa Kita Lakukan!

Terorisme Selandia Baru
Terorisme di Selandia Baru jadi tragedi yang membuat dunia terpukul |

Terorisme adalah musuh kita bersama

Insiden penembakan yang terjadi di Masjid Al Noor dan Linwood, Selandia Baru menyusakan luka yang mendalam bagi kemanusiaan. Tidak hanya umat muslim dunia, berbagai negara dan umat agama lain pun turut mengecam aksi terorisme yang dilakukan oleh terdakwa Brenton Tarrant ini.

Hingga kini tercatat 49 orang tewas akibat peristiwa penembakan tersebut dan jasad-jasad masih dievakuasi dari lokasi masjid, seperti yang dilansir dari CNN.com.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern menyatakan dalam pidatonya di hari yang sama dengan insiden bahwa serangan tersebut merupakan aksi terorisme dan Selandia Baru mengecamnya.

Ia pun melakukan lawatan ke Christchurch, tempat insiden terjadi, pada hari ini guna menguatkan komunitas muslim di sana.

Terorisme Selandia Baru
Terorisme adalah PR kita bersama, terlepas dari agama, ras, suku, maupun ideologi |

Dukungan tidak hanya datang dari PM Selandia Baru, masyarakat Selandia Baru pun berbondong menaruh karangan bunga di dekat taman kota Christchurch, yang berdekatan dengan masjid Al Noor. Tidak hanya bunga, masyarakat juga menuliskan pesan simpatinya di sana.

Di beberapa titik lain di dekat masjid Al-Noor, masyarakat juga menyatakan dukungan dengan menaruh karangan bunga serta pesan dukungan dan maaf. Hal ini menunjukkan penerimaan masyarakat Selandia Baru terhadap komunitas muslim, menurut Amro Ibrahim, salah satu warga muslim Jemaah masjid Al-Noor.

Dilansir dari CNN.com, pihak kepolisian Selandia Baru juga melakukan penjagaan di semua masjid di Selandia Baru hingga ancaman serangan teror selesai. Ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dari serangan pertama di Masjid Al Noor dan Linwood.

Menilik manifesto yang diunggah oleh pelaku, penembakan ini ia lakukan karena ide-ide radikal anti-imigrasi dan islamophobia. Tidak bisa dipungkiri, islamophobia memang banyak merebak di negara-negara di mana muslim menjadi minoritas.

Berbagai gerakan pun dilakukan untuk mengikis islamophobia, seperti aksi ‘I’ll Ride With You’ yang dilakukan di Sydney untuk menemani umat muslim Australia yang takut akan menghadapi serangan di perjalanan.

Artikel Lainnya

Paham radikal yang menjadi dasar dari aksi terorisme inilah yang kini menjadi PR kita bersama sebagai masyarakat dunia. Karena terorisme adalah tentang paham yang radikal, dari agama, suku, ras, ideology apapun dan tidak terkhusus pada satu kelompok saja.

Tragedi bermula dari ketidakmampuan kita menoleransi dan memandang manusia yang berbeda sebagai manusia dengan hak asasi yang sama dengan kita. Karena itu, kikis paham radikal dengan toleransi dan persaudaraan, dimulai dari kita dan lingkungan kita sendiri.

Tags :