Akhirnya Terbongkar, Ini Teknik Rahasia Rusia Awetkan Mayat Para Pemimpin Komunis!

Mayat Ho Chi Minh yang diawetkan
Mayat Ho Chi Minh yang diawetkan | dunia.tempo.co

Hanya ilmuwan Rusia yang tahu teknik pengawetan mayat pemimpin komunis

Mayat para pemimpin komunis di berbagai negara diawetkan dengan cara khusus. Metode mengawetkan mayat ini berasal dari Rusia. Tidak banyak yang mengetahui mengenai metode pengawetan ala Rusia ini sebab tekniknya sangat dirahasiakan.

1.

Teknik pembalseman khusus dari Rusia

Mayat Ho Chi Minh yang diawetkan
Mayat Vladimir Lenin yang diawetkan | dunia.tempo.co

Tidak seperi teknik pengawetan biasanya, pembalseman permanen yang dilakukan ilmuwan Rusia mampu membuat tubuh mayat tetap lentur, kulit tidak rusak layaknya kulit manusia yang masih hidup. Rusia pun memberikan bantuan untuk perawatan mayat pemimpin Vietnam dan Korea Utara.

Pada saat kematian Ho Chi Minh di tahun 1969, Rusia mengirim bahan kimia dan perlengkapan ke sebuah gua di luar Kota Hanoi. Gua tersebut diubah menjadi laboratorium oleh ilmuwan Rusia.

Tahun 1900an saat Rusia mengalami keruntuhan, pendanaan laboratorium pun bergantung dari para pelanggan yang menggunakan jasa mereka. Salah satu pelanggannya adalah Korea Utara. Mayat Kim Il Sung dan Kim Jong Il dibalsem oleh ilmuwan Rusia secara khusus.

Proses pembalseman membutuhkan waktu beberapa bulan dan mayat-mayat tersebut harus dirawat secara rutin. Sekitar satu setengah hingga dua tahun, para ilmuwan Rusia datang untuk kembali membalsem mayat.

Baca Juga: Amerika Terus Tekan dan Gencat Iran, Ini Alat Tempur yang Digunakan!

2.

Kerahasiaannya sangat dijaga

Mayat Ho Chi Minh yang diawetkan
Mayat pemimpin komunis yang diawetkan | dunia.tempo.co

Sebuah sumber mengatakan bahwa monumen yang menyimpan mayat Ho Chi Minh akan ditutup setiap tahunnya selama dua bulan. Penutupan ini dilakukan untuk memberikan waktu bagi ilmuwan Rusia melakukan perawatan pada mayat Ho Chi Minh.

Teknik pengawetan ala Rusia ini tampaknya sangat rahasia. Reuters mencoba menghubungi mauseleum di Moskow yang menjadi Pusat Penelitian Ilmiah dan Metode Pengajaran dalam Teknologi Biokimia, menolak memberikan tanggapan terkait pekerjaannya tersebut. Perwakilan Korea Utara pun menolak berkomentar terkait pembalseman pemimpin negaranya.

Baca Juga: Lima Terobosan Arab Saudi untuk Kemajuan Perempuan, Selangkah Menuju Kesetaraan Gender?

3.

Mayat pemimpin Korea Utara diawetkan oleh Rusia

Mayat Ho Chi Minh yang diawetkan
Mayat pemimpin komunis yang diawetkan | dunia.tempo.co

Tom Fowdy, seorang peneliti dan pendiri kelompok yang mempromosika pariwisata Korea Utara, mengatakan bahwa Istana Kumsusan sedang direnovasi. Ia mengatakan pemeliharaan mayat Kim Il Sung dan Kim Jong Il masih sebuah misteri. Fowdy pun mengetahui bahwa metode pemeliharaan mayat Ayah dan Kakek Kim Jong Un itu berasal dari Rusia, namun caranya tidak ia ketahui.

Mempertahankan simbol peringatan adalah hal yang penting, bahkan prioritas utama bagi pemerintah Korea Utara. Tidak diketahui dana pasti yang dihabiskan pemerintah Korea Utara untuk merawat mayat Kim Il Sung dan Kim Jong Il. Sementara itu, Rusia melaporkan biaya perawatan mayat Vladimir Lenin mencapai 200 ribu dolar AS atau setara dengan Rp 2,8 milyar.

Artikel Lainnya

Pada awalnya, pembalseman mayat pemimpin komunis ini merupakan tradisi untuk bergabung dengan berbagai negara komunis internasional. Seiring perkembangan politik, Vietnam dan Korea Utara mempunya makna lain untuk proses pembalseman mayat pemimpin negaranya.

Tubuh Ho Chi Minh di Vietnam merupakan simbol perjuangan anti-kolonial untuk kemerdekaan rakyat Vietnam, bukan sekadar untuk Komunisme. Sedangkan tubuh Kim Il Sung dan Kim Jong Il “mewakili negara mandiri yang diorganisasikan oleh satu pemimpin sebagai perlawanan terhadap negara imperialis,” ujar Alexei Yurchak.

Tags :