Mahasiswa Banyak yang Membuat Poster Kocak, Kemendikbud Membalas dengan Versi Revisi!

Poster demo kena revisi
Poster demo kena revisi | instagram.com

Ternyata masih banyak kesalahan penulisan di poster tersebut

Aksi demo yang dilakukan oleh mahasiswa dan pelajar belakangan ini sukses menjadi perhatian nasional. Berkat aksi demonstrasi masif tersebut, pemerintah dan DPR akhirnya sepakat untuk menunda pengesahan RKUHP dan sejumlah RUU kontroversial lainnya.

Meskipun, pengesahan revisi UU KPK tidak dibatalkan. Hal inilah yang membuat mahasiswa masih terus berdemo.

Uniknya, agar aksi mereka diperhatikan oleh pemerintah, para mahasiswa ini membawa sejumlah poster dengan pesan-pesan yang lucu.

Mulai dari yang menghubungkan aksi demo dengan mantan, rela skincare mahal luntur begitu saja, hingga para penggemar wibu dan fans K-pop yang juga sampai turun tangan. Poster-poster kocak ini sukses membuat netizen ngakak.

Ikut menanggapi hal ini, Kemendikbud. Melalui akun Instagram-nya juga mengunggah foto-foto mahasiswa yang membawa poster kocak.

Namun, Kemendikbud memakai konsep edukasi untuk para pengikutnya di media sosial. Akun tersebut mengoreksi atau merevisi sejumlah kesalahan penulisan pada poster-poster yang dibawa oleh mahasiswa.

Masih ada sejumlah kesalahan mendasar penulisan yang dilakukan oleh mahasiswa. Mulai dari typo, kurang huruf, tidak bisa membedakan awalan dan kata depan, dll. Misalnya, ada pendemo yang membawa poster bertuliskan "saya disini cuma mau update inside story". Kemendikbud kemudian memberitahukan ejaan yang benar, yaitu pada kata "disini" penulisan "di" dipisah.

Baca juga: 7 Poster Film Terburuk Tahun 2018 yang Pernah Beredar di Indonesia

Ada lagi, peserta aksi demo yang membawa poster bertuliskan "Entah apa yang merasukimu hingga kau tega menghianatiku". Kemendikbud memberi revisi bahwa ejaan yang benar adalah mengkhianatiku. Kemudian, ada juga kata "introvert" yang ternyata bentuk bakunya dalam bahasa Indonesia adalah "introver". Revisi kocak ini menuai tanggapan positif dari netizen.

Mereka memuji langkah Kemendikbud yang tidak reaktif dalam menanggapi aksi demo tersebut, namun menanggapinya dengan humor pula. Tapi, tentu saja dengan menyelipkan edukasi sehingga pengetahuan netizen bertambah.

SahabatDikbud, kreativitas (creativity) adalah salah satu kompetensi yang dibutuhkan generasi bangsa di abad 21. #Sahabatdikbud sudah melihat poster-poster dari mahasiswa saat aksi unjuk rasa kemarin? Kreatif-kreatif bukan?" tulis akun Twitter Kemendikbud.

"Yuk, lihat kreativitas mahasiswa dalam karya posternya, dan perbaiki kesalahan penulisan bahasa Indonesia. Apakah #SahabatDikbud menemukan poster kreatif lain untuk media pembelajaran bahasa Indonesia?" tulis akun tersebut di Instagram.

Baca juga: Bukti Kondisi Negara Sedang Krisis, Wanita ini Rela Korbankan Lipstiknya untuk Bikin Poster Demo!

View this post on Instagram

#SahabatDikbud , kreativitas (creativity) adalah salah satu kompetensi yang dibutuhkan generasi bangsa di abad 21. Selain itu ada 4C lain, yakni Communication (komunikasi), Collaboration (kolaborasi/kerja sama), Critical Thinking (berpikir kritis), dan Confidence (percaya diri). . #SahabatDikbud sudah melihat poster-poster dari mahasiswa saat aksi unjuk rasa kemarin? Kreatif-kreatif, bukan? 😊👍. . Nah, Kemendikbud mengajak #SahabatDikbud untuk melihat kreativitas mahasiswa dalam karya posternya itu, dan memperbaiki kesalahan penulisan bahasa Indonesia. Apakah #SahabatDikbud menemukan poster kreatif lain untuk media pembelajaran bahasa Indonesia? 😊 . #bahasaindonesia #cintabahasaindonesia #cerdasberliterasi #cerdasberkarakter #cerdasberbudaya

A post shared by Kemdikbud.RI (@kemdikbud.ri) on

Artikel Lainnya

Gimana dengan kamu sendiri? Apakah masih sering melakukan kesalahan penulisan atau sudah memiliki skill penulisan seperti seorang editor kelas kakap? Ceritain kisahmu di kolom komentar, ya.

Tags :