Studi: Perempuan dan Laki-laki Lebih Suka Pasangan yang Nggak Jaim!

Ilustrasi pacaran
Ilustrasi pacaran |

Kamu masih jaim nggak nih sama pacarmu?

Sebagian besar pasangan pasti memulai hubungan dengan “malu-malu”. Keduanya saling menjaga sikap dan tidak menampilkan sifat atau kebiasaan aslinya. Biasanya, dalam hitungan bulan atau tahun, masing-masing akan lebih nyaman menunjukkan sikap asli. Tidak ada lagi malu-malu membuang gas di depan pasangan.

Pirch mengadakan survei mengenai kebiasaan pasangan menjaga image atau jaim di masa awal pacaran. Survei yang melibatkan sekitar 1.000 responden ini mengaku tidak lagi malu membuang gas di depan pasangan setelah berpacaran selama sembilan bulan. Hal ini berlaku bagi perempuan dan laki-laki.

Survei dari Pirch ini memperlihatkan bahwa sebagian besar pasangan butuh waktu untuk saling menunjukkan keaslian diri sendiri. Hal ini mungkin dianggap biasa, namun akan menjadi tidak biasa jika berlarut-larut dan kamu tidak berani menunjukkan dirimu yang sebenarnya.

Ilustrasi pacaran
Ilustrasi pacaran |

Untuk perkara menjaga image, perempuan kerap menjadi pihak yang dipaksa terus-menerus membebek norma agar disukai laki-laki. Kamu pasti pernah kan mendengar pernyataan, “Kalau kamu tidak menjaga kelakuan, laki-laki tidak ada yang mau denganmu,”? Pernyataan semacam ini yang mengerdilkan perempuan karena memaksanya untuk selalu bersikap sesuai dengan harapan masyarakat.

Perempuan bisa saja memiliki karakter atau kebiasaan yang selama ini diidentikkan dengan laki-laki. Misal, makan dengan porsi yang banyak, suka minum kopi, tidak memperhatikan pakaian yang dikenakan, dan sebagainya.

Jika perempuan melakukan hal-hal yang dinilai bukan kebiasaan “perempuan baik-baik”, maka bersiaplah dengan kritik dan stigma. Bahkan bukan tidak mungkin pasangannya sendiri yang mendiskreditkan kebiasaan tersebut.

Jadi, kalau pasanganmu menghina kebiasaan unikmu dan merasa malu dengan sifat aslimu, tidak perlu lama-lama bertahan dengannya! Jangan habiskan waktu bersama orang yang tidak menghargai dirimu! Hubungan semacam ini pun hanya akan menjadi toksik untukmu.

Di luar tekanan bagi perempuan untuk membebek norma, benarkah laki-laki lebih menyukai “perempuan baik-baik”? Benarkah perempuan yang menjaga sikap lebih diidam-idamkan?

Profesor Psikologi di University of Queensland Australia, Matthew J. Hornsey, mencoba mengulik hal tersebut. Untuk mendapatkan jawabannya, Hornsey bersama rekan-rekannya mengadakan sebuah penelitian untuk mengetahui preferensi laki-laki dan perempuan heteroseksual dalam memilih pasangan.

Hasil penelitian yang berjudul “A Critical Test of the Assumption That Men Prefer Conformist Women and Women Prefer Nonconformist Men” memperlihatkan bahwa baik perempuan maupun laki-laki cenderung menyukai pasangan yang nonkonformis. Jadi, pernyataan bahwa laki-laki lebih suka perempuan yang patuh, jaim, dan konformis ternyata tidak selamanya benar.

Penelitian Hornsey ini pun mengungkapkan ketertarikan terhadap perempuan yang berani keluar malam. Perempuan seperti ini memiliki daya tarik tersendiri karena menunjukkan bahwa diri mereka berani, mandiri, dan tidak selalu bergantung pada laki-laki.

“Perempuan maupun laki-laki cenderung menyukai pasangan yang bersikap ‘tidak baik-baik saja’, baik dalam pilihan berpakaian, berpendapat, dan dalam caranya menjalani kehidupan,” ujar Matthew Hutson.

Artikel Lainnya

Berbicara mengenai menjaga sikap, menjaga image dalam hubungan mengingatkan pada perkataan Perdana Menteri Inggris yang fenomenal, Margaret Thatcher: “Jika Anda memulai sesuatu demi disukai (orang), Anda akan berkompromi dalam segala hal setiap saat, dan tidak akan mencapai apapun”.

Tags :