Macam-Macam Kode Perempuan yang Ingin Dinikahi. Bisa Sampai Mengancam!

Kode perempuan
Macam-macam kode perempuan saat minta dinikahi |

"Mas nikahin aku dong!"

Di umur yang memasuki 20an, bayangan untuk menikah terasa semakin mendekati bagi para muda-mudi Indonesia. Terlebih dengan tren mengunggah foto pernikahan yang mewah dan meriah di Instagram zaman sekarang, tekanan untuk segera menikah seperti teman-teman lain kian terasa.

Padahal, untuk menikah dibutuhkan persiapan yang matang. Mulai dari persiapan mental hingga finansial. Apalagi biaya menikah kini makin tinggi karena dibumbui gengsi orang tua dan gengsi diri sendiri yang ingin pesta pernikahan nggak kalah meriah dari teman.

Persoalan finansial ini yang sekiranya sering membuat laki-laki jadi takut untuk melamar kekasih mereka. Bagaimana tidak, di kultur tradisional Indonesia, laki-laki berfungsi sebagai kepala keluarga yang bertugas menafkahi istri dan anak-anaknya kelak. Tanggung jawab sebesar itu tentu membutuhkan persiapan diri dan finansial yang jelas dan matang.

Kode perempuan
Kalau sudah kepepet, cewek pun akan mengancam agar dinikahi |

Akibatnya, banyak laki-laki yang suka menunda menikah dan perempuan yang mendesak kekasihnya untuk menikah. Biasanya, perempuan yang sudah menginjak kepala dua akan mulai melancarkan kode-kodenya pada pasangan agar mau segera melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.

Kode yang digunakan oleh perempuan pun bermacam-macam. Mulai dari yang samar dan tersembunyi seperti menceritakan teman-temannya yang sudah menikah, hingga yang terang-terangan mengancam pasangan untuk segera melamar.

Kode ini kadang membuat laki-laki luluh dan tersadar akan usianya yang sudah cukup dewasa untuk menikah. Tapi kadang laki-laki justru ketakutan dan memilih mengakhiri hubungan karena takut akan komitmen serta tanggung jawab sebesar itu.

Artikel Lainnya

Lalu bagaimana baiknya menjalani hubungan agar tidak berakhir demikian?

Tentu saja kita harus membicarakan dengan jelas pada pasangan target usia menikah kita. Jika pasangan memiliki target usia menikah yang berbeda dan enggan berkompromi, maka mungkin ia memang bukan jodohmu dan baiknya kita mencari pasangan lain yang juga ingin serius ke pelaminan bersama kita.

Namun jika target usia menikah itu sudah disepakati bersama, tinggal atur strategi bersama untuk mempersiapkan pernikahan dan kehidupan rumah tangga. Bicarakan dengan jelas bagaimana strategi finansial, pengaturan rumah tangga, maupun parenting bersama pasangan.

Percayalah, perencanaan yang matang bisa menjadi kunci kesuksesan hubungan hingga tua nanti.

Tags :